moms-life

7 Fakta Kisah Cinta Emil Salim-Minnie, 60 Tahun Langgeng & Harmonis

Iin Yumiyanti Sabtu, 12 Oct 2019 13:01 WIB
7 Fakta Kisah Cinta Emil Salim-Minnie, 60 Tahun Langgeng & Harmonis
Jakarta - Profesor Emil Samil dikenal sebagai Bapak Lingkungan Hidup dan menjadi pejabat yang penuh integritas. Tak banyak yang tahu, ia juga mempunyai kisah cinta luar biasa yang layak diteladani.

Bersama sang istri, Roosminnie, Emil mengarungi pernikahan selama 60 tahun lebih. Apa rahasianya bisa langgeng dan harmonis seperti itu?

Bunda tahu, Emil memperistri Roosminnie atau biasa dipanggil Minnie pada 26 September 1958. Minnie yang lahir di Bogor pada 12 Januari 1934 adalah putri bungsu seorang dokter hewan dan guru besar dari Kota Gadang, Dr Muhamad Roza. Dia adalah saudara sepupu Ibunda Emil Salim.


Sedangkan Emil Salim lahir di Lahat, Sumatera Selatan, 8 Juni 1930. Ia anak keenam dari tujuh bersaudara. Ayahnya Baay Salim adalah Wali Kota Palembang dan Bundanya bernama Siti Sjahzinan.

Emil yang kita kenal adalah orang yang hebat. Ia keponakan pahlawan nasional, Haji Agus Salim. Emil juga mempunyai jasa yang besar untuk Indonesia. Diketahui Emil muda adalah seorang pejuang yang ikut mengusir Belanda dengan menjadi Komandan Tentara Pelajar.

Kemudian ia beberapa kali menjadi menteri. Mulai jadi Menteri Bidang Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara Indonesia, Menteri Perhubungan, dan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup. Meski menjadi pejabat, Emil dikenal sebagai orang yang bersih dan memelihara integritas. Maka ketika politisi PDIP, Arteria Dahlan, tidak menghormatinya dan menyebutnya sesat, netizen pun marah besar sehingga nama Emil menjadi trending Twitter.

Dan, bila Bunda mengetahui kisah cinta Emil dengan Minnie yang luar biasa, kami jamin rasa hormat itu akan membuncah. Berikut Bunda, kisah kasih Emil dan Minnie yang kami sarikan dari buku Langkah-Langkah Mawar, 60 Tahun Pernikahan Emil Salim dan Roosminnie Roza, karya Eka Budianta.

1. Pertemuan pertama Emil-Minnie

Minnie masih mengingat detail pertemuan pertama kali dengan Emil. Hari itu hari Sabtu pagi, ia disuruh sang ibu untuk membeli roti. Jam masih menunjuk pukul 09.00 WIB. Begitu pulang, masih menuntun sepeda ia melihat seorang pemuda sedang menemui Ibundanya.

Pemuda itu mengenakan celana pendek. Ia baru lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMA) dan akan melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Penampilannya rapi.

Ibunda Minnie memperkenalkan pemuda itu sebagai anak paman Minnie yang berasal dari Palembang. Mereka pun lalu saling memperkenalkan nama masing-masing.

Emil akan melanjutkan sekolah di Bogor. Oleh keluarganya ia diminta tinggal di rumah Minnie karena masih keluarga dekat. Minnie sendiri sekolah di Jakarta dan hanya pulang ke Bogor seminggu sekali.

"Jadi jarang sekali bertemu. Meskipun begitu sejak 1950 kami merasakan hubungan yang istimewa," kata Minnie.

Prof Emil SalimProf Emil Salim/ Foto: Dok Kementan
2. Mencintai Roosminnie adalah mencintai Indonesia

"Berpacaran adalah berjuang untuk Indonesia. Mencintai Roosminnie adalah mencintai Indonesia. Untuk tanah air dan bangsa," kata Emil berapi-api.

Emil dan Minnie berpacaran memang saat zaman perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Emil saat itu berstatus sebagai Komandan Tentara Pelajar.

Emil mengenang pada Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi militer kedua. Saat itu, para pemimpin Republik Indonesia ditangkap Belanda. Sementara Panglima TNI, Jenderal Sudirman, menyingkir ke Yogyakarta untuk memimpin perang gerilya.

Kala genting macam itu, Emil sakit Malaria parah. Minnie dan ayahnya pun menengok Emil yang saat itu berjuang di Pelabuhan Ratu. Emil menyadari ia benar-benar menaruh hati pada Minnie karena kunjungan itu.

"Aku akan selalu ingat kunjungan Rosminnie dan ayahnya. Sepupuku itu cantik dan baik hati. Kelihatannya ia juga memperhatikan keselamatanku. Sejak pertemuan pertama aku percaya Rosminnie baik sekali."



3. Pacaran 8 tahun, tunda nikah karena sakit

Emil dan Minnie berpacaran selama delapan tahun sebelum akhirnya menikah. Mereka bertunangan pada 12 Januari, tepat di ulang tahun Minnie. Sementara pernikahan direncanakan akan dilangsungkan saat tanggal ulang tahun Emil pada 8 Juni.

Namun, ternyata Emil sakit sehingga pernikahan ditunda selama dua bulan. Akad nikah baru bisa digelar pada 26 September 1958 dengan mas Kawin Rp 1.000, masih terutang.

Setelah pernikahan itu, Minnie selalu memperkenalkan diri sebagai Ny. Emil Salim. Jika ditanya siapa nama sendiri, baru saya jawab, "Roosminnie Salim".

4. Pasrah jadi istri kedua Emil

Minnie mengungkapkan selama pernikahan 60 tahun, Emil tidak banyak bicara dengan dirinya. Sang suami sangat sibuk membaca, sibuk dengan ilmunya, dan sibuk dengan bukunya. Emil menyatakan ia harus selalu membaca dan belajar.

"Aku pasrah. Hanya bisa menerima nasib sebagai istri kedua. Istri pertamanya ilmu pengetahuan. Biarlah. "

Minnie mengisi waktunya dengan baik. Saat Emil di Amerika Serikat sibuk belajar dan belajar, Minnie pun mengambil les Bahasa Inggris. Memperdalam ilmu dalam bahasa dan budaya.

5. Tidak beli pakaian bermerek

Minnie pernah menegaskan kepada Emil bahwa ia bisa hidup sederhana. Ia tidak akan membeli pakaian bermerek ataupun tas yang mahal. Tapi ia akan tetap tampil rapi dan tidak mau dilarang ke salon.

"Kamu boleh tidak punya uang, tapi jangan larang aku pergi ke salon! Aku tidak bisa menyasak rambutku dan memasang konde sendiri. Harus ada yang membantu," kata Minnie pada Emil.

6. Ke mana-mana Emil selalu ajak Minnie

Setiap kali ada undangan ke luar negeri, Emil selalu mengajak Minnie. Begitu pula undangan ke daerah. Kalau tidak boleh mengajak istrinya, Emil tidak mau memenuhi tugas ataupun undangan untuk dirinya.

"Kalau tidak bersama istri, saya tidak mau berangkat," kata Emil

"Dari Aceh, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, semua. Saya juga dibawa ke semua benua; Eropa, Amerika, Australia, Afrika. Pernikahan kami sungguh bahagia. Kalau tidak bersamanya, mana bisa saya keliling dunia?" kata Minnie.

Prof Emil SalimProf Emil Salim/ Foto: kementan
7. Saling melengkapi dan selalu bersyukur

Emil menyatakan rahasia pernikahannya langgeng selama 60 tahun lebih adalah ia dan Minnie saling melengkapi. Mereka juga selalu bersyukur atas semua yang mereka miliki.

"Take and give, memberi dan menerima. Saling melengkapi," kata Emil.

Emil sangat berterima kasih kepada Minnie karena membebaskannya dari urusan rumah tangga. "Saya telah menyerahkan seluruh urusan rumah tangga pada Minnie. Semua dia (Minnie) yang bereskan. Tugas saya berkonsentrasi pada pekerjaan," kata Emil.

Minnie mengungkapkan, istri memang harus mendukung penuh suami supaya bisa bekerja dengan tenang. "Mencintai berarti menjalankan kewajiban dengan sebaik-baiknya," kata Minnie

Simak juga kiat jalani rumah tangga LDR ala Tasya Kamila di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(iiy/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi