moms-life

Cara Meminimalisasi Konflik dengan Mertua, Suami Punya Peran Besar

Maya Sofia Jumat, 11 Oct 2019 17:47 WIB
Cara Meminimalisasi Konflik dengan Mertua, Suami Punya Peran Besar
Jakarta - Bagaimana hubungan Bunda dengan ibu mertua? Baik-baik saja atau malah justru tegang?

Jika jawabannya baik-baik saja, artinya Bunda termasuk bagian dari kelompok minoritas yang beruntung. Sebab, pada kenyataannya banyak sekali menantu perempuan memiliki hubungan yang buruk dengan ibu mertua mereka.

Salah satu studi yang dilakukan oleh psikolog Cambridge University, Terri Apter, menemukan bahwa 60 persen perempuan mengakui bahwa hubungan yang buruk dengan ibu mertua mereka telah menyebabkan stres dan ketidakbahagiaan dalam jangka panjang.


Mengutip The Guardian, penelitian tersebut dilakukan selama dua dekade terhadap ratusan keluarga di seluruh dunia. Hasilnya dituangkan dalam buku berjudul What Do You Want from Me?: Learning to Get Along with In-Laws.

Umumnya, para menantu perempuan mengeluhkan tentang sikap ibu mertua yang kerap memaksa dan melampaui batas. Namun tak hanya itu saja yang membuat hubungan menantu perempuan dan ibu mertua makin meruncing.

Beberapa hal berikut ini juga menyebabkan hubungan tidak baik antara mertua dan menantu perempuan atau menantu laki-laki dikutip dari Psychology Today.

1. Tekanan kepada menantu perempuan untuk memiliki anak

2. Kerabat lebih tua berusaha mempertahankan otoritas mereka dalam keluarga

3. Ibu mertua merasa mengetahui segalanya dan berusaha mengambil alih

4. Orang tua meyakini bahwa tidak ada orang yang cukup baik bagi putra atau putri mereka

5. Perbedaan pola asuh anak antara mertua dan menantu perempuan atau menantu laki-laki

6. Perbedaan kepribadian

7. Masalah pinjaman uang

8. Tekanan untuk menyesuaikan diri dengan norma agama atau budaya

Sering Konflik dengan Ibu Mertua? Simak Cara MeminimalisasinyaMenantu dan mertua. (Foto: iStock)

Terlepas dari apa yang menyebabkan terjadinya gesekan antara mertua dan menantu, para menantu perempuan dapat mengalami stres jangka panjang. Salah satunya, menantu perempuan mulai takut ikut dalam acara pertemuan keluarga.

Memang tak ada panduan pasti bagaimana menghindari konflik antara menantu perempuan dan ibu mertua. Namun yang jelas pasangan suami istri, dalam hal ini Bunda dan Ayah harus kompak.

Suami istri bersatu

Ketika menantu perempuan memiliki masalah dengan mertua, itu bukan hanya masalah menantu perempuan seorang. Melainkan juga masalah dari sang suami. Begitu pula sebaiknya.

Pasangan suami istri harus menjadi satu kesatuan. Bunda dan Ayah bisa memulainya dengan melakukan percakapan yang efektif tentang masalah-masalah yang sulit dan sensitif.

Bicara dengan pasangan

Jika Bunda atau Ayah merasa dalam kondisi diserang oleh mertua tak ada salahnya membiarkan pasangan mengetahui apa yang telah terjadi. Pasangan mungkin saja tidak memahami situasi yang terjadi dan bagaimana hal tersebut memengaruhi perasaan Bunda atau Ayah.

Selain itu meski sulit, cobalah tidak bersikap kritis terhadap mertua. Sebab, kritik cenderung membangkitkan respons protektif alih-alih empati.

Perlu dicatat juga bahwa yang dihadapi Bunda atau Ayah adalah ibu dari pasangan saat ini. Seseorang yang sangat mereka cintai.

Jika Bunda atau Ayah ingin mendapatkan dukungan dari pasangan maka lakukan pendekatan seperti saat mereka memiliki masalah dengan orang tua kita sendiri.

Pertimbangkan situasi dari perspektif masing-masing keluarga

Setiap keluarga memiliki hal-hal yang dianggap normal, namun tidak di mata orang lain, termasuk menantu. Saat Bunda mengatakan bahwa ada hal yang tidak normal, sementara Ayah menilai hal tersebut sudah biasa maka artinya suami menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan keluarganya dan jangan coba-coba mengkritik.

Saat berbicara dengan pasangan, usahakan fokus pada perasaan Bunda sendiri, bukan pada apa yang salah pada keluarga pasangan. Berikan contoh apa yang telah menjadi norma dalam keluarga Bunda. Ungkapkan juga alasan yang masuk akal kenapa Bunda berpikir hal tersebut lebih baik.

Berikan pasangan waktu untuk memproses semuanya. Semoga pada akhirnya ia tak terjebak lagi pada standar yang dianggap normal oleh keluarganya serta memiliki pandangan baru tentang seperti apa keluarga yang sehat.

Identifikasi perubahan yang ingin Bunda lakukan

Terlepas dari apakah pasangan mengenali masalah atau tidak, jika Bunda memiliki masalah dengan mertua maka itu adalah masalah yang harus diselesaikan.

Buat batasan yang sehat

Tetapkan batasan yang sehat dan jelas sejauh apa mertua bisa terlibat dan hal tersebut bisa diterima oleh Bunda. Kemudian minta pasangan untuk menyampaikannya kepada mertua.

Jadikan pasangan sebagai penghubung utama

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Apter terhadap 49 pasangan terungkap bahwa para suami cenderung memilih melindungi ibu mereka ketimbang istri. Suami beralasan bahwa istri mereka lebih kuat dan tangguh.

Padahal pada kenyataannya istri justru mengalami stres. Oleh karena itu suami harus menjadi penghubung utama antara istri dan ibu. Suami juga harus berbicara tegas ketika sang ibu mengatakan hal yang menyakitkan pada istri.

Bunda juga bisa simak tips menjaga kedekatan anak dengan orang tua dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(som/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi