moms-life

Cara Menghilangkan Jerawat Ringan dengan Obat, Simak Kandungannya

Muhayati Faridatun Senin, 18 Nov 2019 18:15 WIB
Cara Menghilangkan Jerawat Ringan dengan Obat, Simak Kandungannya
Jakarta - Jerawat bukan cuma milik ABG alias Anak Baru Gede. Bunda pasti setuju, kita yang sudah punya anak pun kadang dibuat gemas oleh jerawat yang tiba-tiba muncul, apalagi lebih dari satu.

Dikutip dari Mayo Clinic, jerawat adalah kondisi kulit yang sering terjadi saat folikel rambut tersumbat dengan minyak atau sel-sel kulit mati. Ini sering menyebabkan timbulnya komedo atau jerawat, dan biasanya di wajah, dahi, dada, punggung bagian atas, dan bahu.


"Jerawat paling umum dialami kalangan remaja, tapi bisa juga dialami orang dari segala usia," jelas ulasan berjudul Acne tersebut.


Berbagai perawatan bisa dilakukan untuk menghilangkan jerawat, yang kadang bisa bertahan lama. Jerawat yang meradang perlahan sembuh, lalu menghilang, tapi yang lain justru muncul lagi. Bikin sebal ya, Bunda?

Disebutkan juga, jerawat bisa menyebabkan tekanan emosional dan melukai kulit, tergantung pada tingkat keparahannya. Yang pasti, semakin awal Bunda melakukan pengobatan, semakin rendah risiko jerawat balik lagi.

Gejala timbulnya jerawat

Bunda perlu tahu, tanda dan gejala jerawat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi kulit masing-masing, yakni:

- Komedo (pori-pori tertutup)
- Komedo hitam (pori-pori terbuka)
- Benjolan kecil berwarna merah dan lunak (papula)
- Jerawat (pustula), yaitu papula dengan nanah di ujungnya
- Benjolan besar, padat, menyakitkan di bawah permukaan kulit (nodul)
- Benjolan yang berisi nanah di bawah permukaan kulit (lesi kistik)

Penyebab jerawat

Ada empat faktor utama yang menyebabkan jerawat, yakni:

1. Kelebihan produksi minyak
2. Folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati
3. Bakteri
4. Kelebihan aktivitas sejenis hormon (androgen)

Jerawat biasanya muncul di wajah, dahi, dada, punggung atas dan bahu, karena area kulit ini memiliki kelenjar minyak paling banyak (sebaceous). Folikel rambut terhubung ke kelenjar minyak.

Dinding folikel dapat menonjol dan menghasilkan komedo. Atau mungkin terbuka ke permukaan dan menjadi gelap, menyebabkan komedo. Komedo mungkin terlihat seperti kotoran yang tersangkut di pori-pori. Tapi sebenarnya, pori-pori penuh dengan bakteri dan minyak, yang berubah kecoklatan ketika terkena udara.

Jerawat menjadi bintik-bintik merah dengan pusat putih yang berkembang, ketika folikel rambut tersumbat menjadi meradang atau terinfeksi bakteri. Penyumbatan dan peradangan yang berkembang jauh di dalam folikel rambut menghasilkan benjolan mirip kista di bawah permukaan kulit. Pori-pori lain di kulit, yang merupakan bukaan kelenjar keringat, biasanya tidak menyebabkan timbulnya jerawat.

Ilustrasi jerawat ringanIlustrasi jerawat ringan/ Foto: iStock
Faktor yang memperburuk jerawat

Meski sudah diobati, kadang jerawat tetap saja membandel ya, Bunda. Salah mengobati juga bisa memperburuk jerawat. Berikut tiga faktor yang diyakini bisa memperburuk jerawat:

1. Hormon

Androgen adalah hormon yang meningkat pada anak laki-laki dan perempuan selama masa pubertas, juga menyebabkan kelenjar sebaceous membesar dan menghasilkan lebih banyak sebum. Perubahan hormon yang berkaitan dengan kehamilan dan penggunaan kontrasepsi oral juga dapat memengaruhi produksi sebum. Begitu juga dengan sejumlah androgen yang beredar dalam darah wanita dan dapat memperburuk jerawat.

2. Obat-obatan tertentu

Penggunaan obat-obatan tertentu bisa memperburuk jerawat lho, Bunda. Contohnya termasuk obat yang mengandung kortikosteroid, testosteron atau litium. Jadi, baiknya teliti dulu sebelum menggunakan obat.

3. Diet

Studi menunjukkan bahwa faktor-faktor diet tertentu, termasuk susu skim dan makanan kaya karbohidrat seperti roti, bagel, dan keripik, bisa memperburuk jerawat. Cokelat juga bisa memperburuk jerawat.

Sebuah penelitian kecil terhadap 14 pria dengan jerawat menunjukkan, makan cokelat berhubungan dengan memburuknya gejala. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memeriksa mengapa ini terjadi, dan apakah orang berjerawat akan mendapat manfaat dari mengikuti pembatasan diet tertentu.

4. Stres

Stres juga diyakini dapat memperburuk jerawat. Memang, stres tidak menyebabkan timbulnya jerawat, Bunda. Tapi, jika sudah berjerawat kemudian mengalami stres, jerawat bisa bertambah parah.


Cara menghilangkan jerawat

Dikutip dari Medical News Today, jerawat ringan dapat diobati dengan obat bebas (OTC), seperti gel, sabun, pembalut, krim, dan lotion, yang dioleskan ke kulit. Krim dan lotion terbaik untuk kulit sensitif. Gel berbasis alkohol mengeringkan kulit dan lebih baik untuk kulit berminyak.

Obat jerawat OTC dapat mengandung bahan aktif berikut:

- Resorcinol: membantu memecah komedo

- Benzoil peroksida: membunuh bakteri, mempercepat penggantian kulit, dan memperlambat produksi sebum

- Asam salisilat: membantu pemecahan komedo, membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan

- Belerang: cara kerja tepatnya tidak diketahui

- Retin-A: membantu membuka blokir pori-pori melalui pergantian sel

- Asam azelaic: memperkuat sel-sel yang melapisi folikel, menghentikan erupsi sebum, dan mengurangi pertumbuhan bakteri. Ada krim untuk jerawat, tetapi bentuk lain digunakan untuk rosacea.

Jika Bunda ingin menggunakan obat jerawat, dianjurkan untuk memulai dengan kandungan terendah atau ringan agar terhindar dari iritasi kulit, kemerahan, atau terbakar pada penggunaan pertama. Efek samping ini biasanya mereda setelah penggunaan berkelanjutan. Jika tidak, baiknya Bunda konsultasi ke dokter.

Bunda, simak juga cara membedakan kosmetik asli dan kosmetik palsu, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi