HaiBunda

MOM'S LIFE

Jalani Poligami, Benazir Menyesal Jadi Istri Kedua Limbad

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Jumat, 29 Nov 2019 14:20 WIB
Jalani Poligami, Benazir Menyesal Jadi Istri Kedua Limbad /Foto: Gus Mun/detikHOT
Jakarta - Tampaknya keinginan Benazir untuk mengakhiri hubungan rumah tangganya dengan Limbad sudah bulat. Tak hanya itu, ia juga merasa menyesal karena telah menikahi pesulap yang selalu diam itu.

Dikatakan Benazir, Limbad sama sekali tidak berbuat apa-apa untuk meredam amarah pihak istri pertama, Susi Indrawati. Bahkan, ketika putrinya LB diserang dengan kata-kata kasar oleh putra Susi, Limbad hanya bisa diam.


"Ya, saya menyesal karena master tidak bisa menengahi, tidak bisa meredam ketika anaknya yang melontarkan kata-katanya seperti itu kepada anak saya," ungkap Benazir, dikutip dari InsertLive.


Setelah kabar ini berhembus ke publik pun, Limbad tidak berbuat apa-apa, dia tetap diam. Di samping itu, Benazir juga menuturkan bahwa sudah delapan tahun lamanya ia diintimidasi oleh pihak istri tua, padahal awal-awal, Limbad seakan mantap akan menceraikan Susi.

Jalani Poligami, Benazir Menyesal Jadi Istri Kedua Limbad/ Foto: Benazir Endang istri muda Limbad / ist


Mendapati sang suami tidak bisa melindungi dirinya dan anak mereka. Benazir merasa sangat menyesal karena sudah mau dipoligami dan jadi istri kedua Limbad.

"Saya menyesal," tegas Benazir.

Dikatakan Mel Schwartz, L.C.S.W., seorang psikoterapis dan konselor pernikahan, dalam hubungan penting untuk mengekspresikan perasaan, salah satunya dengan mengatakan apa yang kita rasakan pada pasangan lewat kata-kata, bukan dengan diam. Karena kata-kata adalah alat yang bagi kita untuk berkomunikasi, apalagi untuk menyelesaikan masalah.

"Perasaan bermasalah yang tidak terekspresi cenderung meresap dan mendidih," jelas Schwartz, dilansir Psychology Today.

Menurut Schwartz, selain menciptakan penghalang yang jelas bagi kesehatan hubungan, diam dapat menyebabkan keputusasaan dan depresi. Dalam keadaan apapun, keheningan dalam hubungan bukanlah jeda yang sehat. Kecuali jika pasangan bisa berkomunikasi pada tingkat persepsi atau bahasa tubuh.

"Keheningan mencekik napas hubungan. Diam yang manipulatif adalah kekalahan jiwa, sedangkan pengekspresian suara bisa menguatkan kehidupan," tukasnya.



Simak intimate interview dengan Enno Lerian dalam video ini, Bunda.

(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

8 Ciri Kepribadian Langka yang Dimiliki Orang yang Lebih Suka di Rumah Saja Menurut Psikolog

Mom's Life Azhar Hanifah

15 Soal Cerita tentang Mata Uang Pelajaran Kelas 3 SD dan Kunci Jawabannya

Parenting Nadhifa Fitrina

Isu MBG Bakal Disetop Setelah Lebaran, Begini Kata BGN

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Hotel di Jakarta untuk Bukber 2026, Mulai Rp99 Ribu!

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

7 Kalimat 'Kuno' Orang Tua yang Masih Digunakan Sampai Sekarang Menurut Psikolog

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Resep Makanan Manis untuk Buka Puasa Paling Enak Favorit Keluarga

15 Soal Cerita tentang Mata Uang Pelajaran Kelas 3 SD dan Kunci Jawabannya

Jelang Persalinan, Apakah Ibu Hamil Masih Boleh Berpuasa?

Lazada 3.3 Ramadan Mega Sale, Nikmati Diskon Brand hingga 95%

8 Ciri Kepribadian Langka yang Dimiliki Orang yang Lebih Suka di Rumah Saja Menurut Psikolog

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK