HaiBunda

MOM'S LIFE

Ngeri! Remaja Kena Kanker Kulit Stadium 2 Gara-gara Pakai Skincare Palsu

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 24 Dec 2019 17:21 WIB
Ilustrasi skincare/ Foto: iStock
Jakarta - Banyaknya produk skincare yang dijual bebas di pasaran harus menjadi perhatian kita, Bunda. Di beberapa tempat, skincare ilegal atau palsu masih diperjualbelikan.

Baru-baru ini, kisah seorang remaja menjadi viral karena terkena kanker kulit stadium 2 akibat menggunakan skincare palsu. Cerita ini pertama kali dibagikan akun Twitter @yourniaa.


"Aku kena kanker kulit stadium awal. Kulitku yang awalnya bruntusan terus jerawat meradang sekarang jadi melepuh," demikian isi chat yang dibagikan akun tersebut.


Wanita yang diketahui bernama Husna ini menyarankan agar orang-orang lebih teliti dalam membeli produk skincare. Terutama bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.

"Teliti ingredients-nya, semalas apapun cek ini please. Kenali juga bahan-bahan yang berbahaya dan yang diharamkan. Jangan lihat dari review dari YT (YouTube), snapgram artis dll thats not true," tulisnya.

Tangkapan layar Twitter @yourniaa/ Foto: Twitter

Dalam postingan lainnya, Husna berharap informasi yang dibagikannya bisa bermanfaat untuk orang lain. Ia juga menceritakan kondisinya sekarang.

"30 persen wajahku udah mulai membusuk karena dekat mata. Mata kiriku sudah mulai tidak jelas. Kankerku pertumbuhannya cepat, aku udah stadium 2," ujarnya.

Membeli produk skincare memang harus jeli dan teliti ya, Bun. Mengutip Business Insider Singapore, tidak ada produk kecantikan yang 'bersih', namun semua setuju jika bahan-bahan harus aman untuk tubuh, entah sumbernya alami atau produksi laboratorium.

Tidak ada yang benar atau salah, tapi produk perawatan kulit yang aman dibuat tanpa bahan yang dipertanyakan atau membuat iritasi dan berbahaya. Anggapannya lebih baik aman daripada menyesal.


Menurut Kepala BPOM Penny K Lukito, sebaiknya pengguna skincare memastikan label BPOM sebelum membeli. Cara mengidentifikasi obat dan kosmetik ilegal adalah memeriksa nomor verifikasi registrasi, lalu cek label, kemasan, izin edar, dan tanggal kedaluwarsanya, Bunda.

"Para pengguna skincare agar tidak mudah terpengaruh iklan yang belum tentu sesuai. Para pelaku endorsement menjadi salah satu ikon yang bisa menjadi mulut dalam penyampaian barang yang memang memiliki izin resmi dari BPOM," kata Penny K Lukito, Kepala BPOM dikutip dari detikcom.

Simak juga dampak hebat penggunaan kosmetik oplosan di video berikut:

(ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Parenting Natasha Ardiah

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

Parenting Nadhifa Fitrina

Kisah Bunda Memiliki 'Payudara Ketiga' Usai Melahirkan, Ketahui Penyebabnya

Kehamilan Annisa Karnesyia

Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Kisah Bunda Memiliki 'Payudara Ketiga' Usai Melahirkan, Ketahui Penyebabnya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK