sign up SIGN UP search


moms-life

Novel Baswedan, Penyidik KPK Korban Teror Air Keras yang Pernah Jadi Kuli

Radian Nyi Sukmasari Sabtu, 28 Dec 2019 07:28 WIB
Bunda masih ingat dengan kasus Novel Baswedan di mana dia mendapat teror penyiraman air keras di wajahnya? Siapa sangka jika Novel muda pernah jadi kuli. caption
Jakarta - Bunda masih ingat dengan kasus Novel Baswedan, penyidik KPK yang mendapat teror penyiraman air keras di wajahnya pada 11 April 2017. Akibat teror itu, Novel terancam kehilangan penglihatan kirinya.

Sempat menjalani pengobatan di Singapura, suami Rina Emilda atau Emil ini kini sudah kembali ke Indonesia. Kabar terbaru, dua pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan sudah ditangkap di Surabaya.




Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, "Pelaku ada dua orang. Inisial RM dan RB. Polri aktif," kata Listyo pelaku merupakan anggota Polri aktif."

Mengutip detikcom, Novel juga mengomentari penangkapan ini. Dia merasa janggal jika motif pelaku dikaitkan dengan masalah pribadi. Menurutnya tidak ada dendam pribadi antara Novel dengan kedua pelaku yang ditetapkan tersangka oleh polisi.

"Cuma masalahnya begini, ketika ada yang mengatakan, saya nggak tahu apakah dalam rilis dikatakan begitu apa tidak, cuma info yang saya dengar katanya orang ini bertindak karena suatu, inisiatif sendiri. Dan kemudian dikatakan ada masalah pribadi, saya ndak ngerti ini lelucon atau suatu yang aneh?" papar Novel.

Novel BaswedanNovel Baswedan/ Foto: Ibnu Hariyanto-detikcom/ Novel Baswedan bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Ketua WP KPK Yudi Purnomo
"Saya merasa ada suatu bahwa ada suatu yang janggal, tentunya saya tidak mau bicara lebih lanjut, saya melihat ini suatu permulaan, kita mesti harus melihat dan nanti selanjutnya kawan-kawan dari penasehat yang merespon," lanjutnya.

Novel mengaku yakin tidak ada masalah pribadi antara pelaku. Novel juga optimis masalah Novel ini dapat diselesaikan.

"Kita doakan," ujarnya.

Bicara soal sosok Novel Baswedan, siapa sangka penyidik KPK ini dulunya pernah jadi kuli bangunan, Bun. Sejak kecil, Novel Baswedan hidup dalam kondisi keluarga prihatin. Saat SD pun, ketika teman-temannya ikut les Novel hanya diberi tambahan pelajaran secara privat oleh ibunya, Fatmah, di bidang matematka dan fisika.

Menurut adik Novel, Hilda Baswedan, kakaknya itu termasuk anak rumahan. Tak suka bergaul dengan anak-anak seusianya. Bahkan, si penyidik KPK yang terkenal dengan keberaniannya ini dulunya adalah sosok penakut.

Lulus SD, Novel lanjut sekolah di SMP 4 Semarang. Sejak SMP pulalah Novel sudah mulai bekerja untuk membantu keuangan orang tuanya. Fatmah bercerita suatu hari ada teman yang mengajak Novel ke pesta ulang tahun dan menawarinya pekerjaan di toko bangunan.



"Ma, saya diajak bekerja, Ma. Enggak apa-apa ya, Ma. Kan nanti Novel bisa punya uang," kata Novel dalam buku Biarlah Malaikat yang Menjaga Saya karta Zaenuddin HM.

Fatmah bertanya Novel bekerja jadi apa dan sang putra menjawab bekerja di bangunan. Dengan berat hati, Fatmah mengizinkan Novel bekerja di bangunan, apalagi Novel bekerja di hari Sabtu dan Minggu. Jadi, sekolahnya tak terganggu.

"Uang hasil kerjanya itu diberikan ke saya kemudian saya kumpulkan dan setelah cukup banyak digunakan untuk membeli pakaiannya," tutur Fatmah.

Novel BaswedanNovel Baswedan/ Foto: Ari Saputra
Lulus SMP Novel melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Semarang. Selama menempuh pendidikan SMA, Novel masih menyambi kerja. Tapi, bukan jadi kuli bangunan seperti sebelumnya, melainkan menjaga toko bangunan milik pamannya.

Hingga keluarga Novel punya toko material sendiri dan Novel membantu menjaganya. Lulus SMA, Novel hendak bekerja tapi Fatmah melarangnya. Sebenarnya Novel sudah diterima di Universitas di Surakarta. Tapi, karena terganjal masalah biaya, Novel mengurungkan niatnya. Sang ibu lantas memintanya daftar ke Akademi Kepolisian hingga akhirnya Novel jadi polisi dan gabung dengan KPK.

Apa wortel bisa sembuhkan mata minus? Cek di video berikut.

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi