sign up SIGN UP search


moms-life

Ini Alasan Pramugari Siwi Sidi Tak Pernah Curhat Masalah Pekerjaan di Medsos

Annisa Karnesyia Minggu, 12 Jan 2020 12:15 WIB
Meski aktif mengunggah foto di akun media sosial, Siwi Sidi enggak pernah berbagi cerita soal pekerjaannya sebagai pramugari. Kira-kira kenapa ya, Bunda? caption
Jakarta - Kemunculan Siwi Sidi ke publik membuka lagi kasus 'wanita simpanan' petinggi Garuda Indonesia. Siwi akhirnya buka suara dan melaporkan akun Twitter @digeeembok atas tuduhan tersebut.

Seperti Bunda ketahui, Siwi Sidi merupakan pramugari Garuda Indonesia. Dalam akun Instagram miliknya, Siwi kerap mengunggah foto aktivitas sehari-hari.


Meski begitu, wanita bernama lengkap Siwi Widi Purwanti ini enggak pernah berbagi ke publik soal pekerjaannya. Inilah yang membuat salah satu netizen bertanya, Bunda.


"Kak, sharing pramugari life dong kaya how busy it is to be a pramugrari atau kayak how life's at the airplane going when you're serving the passangers gitu," tulis seorang netizen.

Siwi mengatakan jika media sosial bukan tempat mengumbar soal pekerjaannya. Ia juga enggak suka menunjukkan perihal statusnya sebagai pramugari ke publik.

"Dari dulu ga prnah sharing ginian, karena dari dulu ga pernah ungkap masalah kerjaan, instagram, is just for fun, menurutku kalo aku pribadi ga suka bawa2 pekerjaan dari sebuah perusahaan," ungkap Siwi.

Instagram Stories Siwi SidiInstagram Stories Siwi Sidi/ Foto: Instagram

Setiap orang memang punya alasan masing-masing untuk mengelola media sosialnya, Bunda. Psikolog klinis, Dr.Nicole Highet mengatakan jika kehidupan seseorang enggak selalu sama seperti postingannya di medsos.

Kita juga harus menyadari kalau media sosial enggak selamanya persis dengan apa yang terjadi di kehidupan nyata," kata Highet, dikutip dari Essential Baby.


Medsos juga bisa jadi ladang kecemburuan. Psikolog klinis Rachel Andrew juga mengatakan, belakangan memang semakin banyak orang merasa iri dan cemburu karena apa yang dilihatnya di media sosial. Dari yang tidak dapat mencapai gaya hidup yang diinginkan, sampai membandingkan dengan yang mereka lihat dari orang lain.

"Saya pikir apa yang telah dilakukan media sosial adalah membuat semua orang dapat dengan mudahnya membandingkan," ujar Andrew, dilansir The Guardian.

Sayangnya, perbandingan itu semakin tidak realistis, Bunda. Padahal kita semua tahu jika gambar bisa diedit seolah-olah menggambarkan kesempurnaan seseorang.

Simak jugaceritaShahnaz Haque yang tidak mau biayai kuliah S2 anaknya, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi