Sign Up search


moms-life

Berjemur Matahari Bisa Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasan Ahli

Annisa Karnesyia Senin, 23 Mar 2020 08:09 WIB
Berjemur Matahari Bisa Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasan Ahli Ilustrasi berjemur pagi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Maryviolet
Jakarta - Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan virus Corona atau COVID-19 sebagai pandemi. Seiring berkembangnya penyebaran virus, banyak informasi beredar mengenai pencegahan dan pengobatannya, Bunda.

Salah satu informasi yang beredar, virus Corona bisa mati lantaran paparan sinar matahari pagi. Caranya adalah orang yang terpapar rutin berjemur. Mungkin Bunda juga sudah mendengar informasi tersebut.


Menurut dokter dan ahli nutrisi dr. Tan Shot Yen, itu semua adalah mitos. Berjemur di bawah sinar matahari pagi tidak bisa mematikan virus dalam tubuh.


"Berjemur badan atau kena matahari itu tidak sama seperti bayangan orang, kayak kita itu menggoreng virusnya gitu. Jadi ada persepsi yang keliru ya," kata Tan, dikutip dari YouTube Henry Remanlay, Minggu (22/3/2020).

Tan menjelaskan, sinar radiasi yang dipancarkan dari matahari ada dua, yaitu UVA dan UVB. sinar UVA sebenarnya tidak kita butuhkan karena gelombangnya jauh. UVA ini yang sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan kanker dan kulit keriput.

Kita justru membutuhkan UVB yang gelombangnya lebih pendek. UVB baru muncul sekitar jam 10.

"Itu alasan kita jemur jam 10. Sudah panas, jadi jangan jemur sampai gosong. Bagi orang yang kulit putih, 15 menit cukup dan yang gelap 20 menit cukup," ujar Tan.

Ilustrasi berjemurIlustrasi orang berjemur/ Foto: cctv

Kita berjemur bukan untuk mematikan virus, tapi untuk mendapatkan vitamin D3. UVB mengandung provitamin D3, yang oleh kulit bersama kolesterol dibentuk menjadi vitamin D3. Vitamin ini menjadi sumber kekebalan tubuh manusia.

Tan menyarankan untuk berjemur dengan cerdas. Bunda yang ingin mendapatkan vitamin D3 dari matahari pagi bisa memilih spot yang tepat.

"Cari spot (agar) matahari masuk. Buat cewek, pakai daster yang ada ritsleting (di belakang). Biar muka enggak hitam, bisa membelakangi matahari," ungkap Tan.

Profesor Sally Bloomfield dari London School of Hygiene and Tropical Medicine juga mengungkap hal yang sama tentang mitos ini. Menurutnya, memanaskan tubuh dengan sinar matahari tidak efektif membunuh virus Corona.

"Setelah virus itu ada di tubuh, tidak ada cara untuk membunuhnya. Tubuh Anda yang harus melawannya," kata Bloomfield, dikutip dari BBC.


Menurut Bloomfield, untuk secara aktif membunuh virus di luar tubuh, dibutuhkan suhu sekitar 60 derajat Celsius. Jika ingin mandi, airnya bisa sangat panas, Bunda.

Mencuci pakaian atau sprei tempat tidur pada suhu 60 derajat Celsius adalah ide tepat untuk membunuh virus di kain. Tapi, itu bukan pilihan yang baik untuk menerapkannya pada kulit.

Simak juga informasi penting terkait virus Corona, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi