HaiBunda

MOM'S LIFE

Jangan Salah Lagi Ya Bunda, Ini Bedanya Junk Food dan Fast Food

Annisa Afani   |   HaiBunda

Rabu, 20 May 2020 12:01 WIB
Junk food dan fast food/Foto: iStock
Jakarta -

Kita mulai peduli nih Bun dengan memilih mana makanan sehat dan mana yang perlu dihindari. Makanan yang sebaiknya dihindari adalah junk food dan fast food.

Bunda pasti sudah sering mendengarnya dan tahu bahwa makanan tersebut tak baik jika terlalu sering dikonsumsi karena minim nutrisi. Tapi apakah Bunda sudah paham apa itu junk food dan fast food?


Banyak orang memahami, kedua makanan cepat saji tersebut serupa, tapi tidak identik. Meski demikian, kedua makanan ini biasanya lezat dan menggugah selera. Untuk mengetahui perbedaannya, dikutip dari Hungry Forever, berikut penjelasannya:

Fast Food

Fast food pada dasarnya adalah makanan yang dapat dihidangkan dengan cepat, nyaman, mudah diakses dan membutuhkan persiapan yang sangat sedikit. Selain itu, harganya pun relatif mudah dijangkau untuk hampir setiap orang. Biasanya, makanan ini bagian dari rantai restoran cepat saji.

Kita pasti cenderung berpikir bahwa ini adalah makanan yang tidak sehat ya Bun, dan hal tersebut memang benar. Ketika perusahaan makanan fast food pertama kali diperkenalkan ke pasar, mereka menargetkan remaja dan anak muda tingkat ekonomi menengah ke bawah untuk dapat membeli makanan murah dengan lemak jahat, kolesterol, natrium, gula olahan dan jutaan kalori.

Selama bertahun-tahun, kini rantai makanan fast food telah merambah pada opsi yang lebih sehat. Sebagai contohnya dengan menghadirkan salad, jus buah, salad buah, dan makanan sehat lainnya dalam menu mereka. Bahkan beberapa produsen pun ada yang menawarkan opsi makanan panggang untuk menghindari lemak dari minyak goreng.

Fast food diklasifikasikan dengan makanan sejenis pizza, hamburger, kentang goreng, ayam goreng, donat, dan sejenisnya.

Donat/ Foto: iStock



Junk food

Sama seperti fast food, junk food juga cepat, mudah diakses dan murah. Tapi apa yang membedakannya, junk food makanan dengan sedikit atau bahkan tidak mengandung nutrisi di dalamnya.



Produsen junk food menargetkan makanannya untuk orang secara umum. Junk food lebih dominan pada camilan daripada makan berat. Makanan ini tinggi lemak trans dan lemak jenuh, gula serta natrium. Selain itu mengandung banyak kalori dan pengawet supaya awet.

Kategori makanan junk food, seperti popcorn, keripik kentang, dorito, pretzel, kue kering, permen, dan minuman bersoda.

Simak juga tips Donna Agnesia yang jaga badan meski #dirumahaja berikut:



(AFN/jue)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Wajah Bule-Batak, Intip Potret Chloe Anak Melaney Ricardo di Usia Remaja

Parenting Amira Salsabila

Ucapan Haru Najwa Shihab untuk Sang Putra Izzat yang Berulang Tahun Ke-25

Mom's Life Annisa Karnesyia

Naka Siap Jadi Kakak, Arie Kriting & Indah Permatasari Ungkap Alasan Tunda Promil Anak Kedua

Kehamilan Amrikh Palupi

Shenina Cinnamon Hamil Anak Pertama, Intip 5 Potret Bahagianya Bersama Angga Yunanda

Kehamilan Amira Salsabila

Benarkah Memberi Kacang saat Bayi MPASI Bisa Mencegah Alergi? Ini Penjelasannya

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jarang Disadari, 11 Tanda Istri Kelelahan Secara Emosional & Butuh Bantuan

Cara Merawat Tanaman Hias Bambu Hoki, Tetap Subur Buat Pajangan Imlek

Wajah Bule-Batak, Intip Potret Chloe Anak Melaney Ricardo di Usia Remaja

Naka Siap Jadi Kakak, Arie Kriting & Indah Permatasari Ungkap Alasan Tunda Promil Anak Kedua

Benarkah Memberi Kacang saat Bayi MPASI Bisa Mencegah Alergi? Ini Penjelasannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK