MOM'S LIFE
4 Perbedaan Lantai Kayu & Vinyl, Mana Lebih Cocok untuk Rumah Minimalis?
Asri Ediyati | HaiBunda
Sabtu, 27 Jun 2020 05:00 WIBSalah satu biggest concern atau perhatian terbesar dalam menata interior rumah adalah pemasangan lantai. Masuknya aliran minimalis modern di Indonesia membuat kaum milenial lebih tertarik dengan lantai kayu dan vinyl. Kalau Bunda bagaimana?
Nah, lantai kayu dan vinyl sendiri bila dilihat sekilas tak ada perbedaannya. Tapi jika diamati lagi secara detail, keduanya amat berbeda. Apa saja perbedaannya?
1. Material
Kita mulai dari komposisi material dahulu ya, Bunda. Dilansir Diffen, lantai kayu jelas terbuat dari kayu keras alami. Harganya tergantung pada pohonnya. Misalnya, kayu paling mahal berasal dari kayu mahoni, wenge, dan jati.
Sementara, lantai vinyl terbuat dari lembaran vinyl, produk sintetis yang berasal dari minyak bumi dan bahan kimia lain, dan dapat diproduksi dalam berbagai jenis pelapis, termasuk yang menyerupai kayu alami. Lembar vinyl biasanya tersedia dalam gulungan besar, tetapi ada juga vinyl yang tersedia dalam kotak dan papan menyerupai ubin atau kayu.
2. Usia ketahanan
Dikutip dari The Spruce, lantai kayu jika dirawat dengan baik bisa bertahan selama beberapa generasi. Tergantung pada jenis kayu, materialnya mungkin sangat keras dan tahan terhadap kerusakan, dan perawatan bisa dilakukan untuk memperkuat kekuatan alami kayu keras. Jika lantai rusak, lantai juga bisa diperbaiki.
Untuk lantai vinyl, ada dua jenis utama vinyl yakni yang dicetak dan solid. Bahan cetakan memiliki lapisan keausan tidak terlihat yang melindungi permukaan lantai. Umur material ditentukan oleh ketebalan lapisan pelindung di atasnya. Sementara vinyl solid, permukaannya bisa tergores atau rusak seiring waktu. Rata-rata, garansi pabrik akan menjamin materi ini untuk umur 10 hingga 20 tahun.
3. Ketahanan terhadap air
Lantai kayu adalah bahan penyerap alami, yang cenderung menyerap cairan ketika bersentuhan dengan permukaannya. Jika cairan memiliki warna, ini dapat menyebabkan noda permanen pada kayu. Bahkan jika itu hanya air, penetrasi kelembapan dapat menyebabkan pertumbuhan jamur, dan mikroorganisme yang tidak baik lainnya. Oleh karena itu, kayu tidak dianggap cocok untuk dipasang di tempat lembap, sebagian besar kamar mandi, dan beberapa lingkungan dapur.
Lantai vinyl ini tahan terhadap penetrasi atau kerusakan karena kelembapan. Tapi dalam beberapa kasus, perekat berkualitas rendah bisa terlepas di lingkungan lembap yang menyebabkan ubin menjadi keriting. Akan tetapi sebagian besar vinyl tidak mudah rusak karena air.
4. Mana yang lebih ramah lingkungan?
Untuk lantai kayu, bahan-bahan ini jelas berasal dari pohon hidup, dipanen dari berbagai hutan. Meskipun pohon bisa diperbarui secara alami, Bunda tentu ingin memastikan bahwa kayu yang dibeli berasal dari produsen yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Di samping itu, lantai kayu juga bisa didaur ulang dan terurai secara hayati, sehingga akan terurai di lingkungan pada akhir siklus hidupnya.
Sementara untuk lantai vinyl, bahannya dibuat dari minyak bumi, sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Proses pembuatan lantai vinyl juga membutuhkan konsumsi energi yang cukup besar dan menghasilkan beberapa produk sampingan yang beracun. Saat pertama kali dipasang, vinyl juga bisa mengeluarkan gas dalam jumlah kecil.
Nah, demikian perbedaan lantai kayu dan vinyl. Semua ada kelebihan dan kekurangannya. Semoga sudah tahu jenis lantai yang cocok untuk rumah minimalis Bunda ya.
Simak juga tips menyulap teras minimalis menjadi indah dan terlihat luas:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Kesalahan Menata Ruangan Sempit di Rumah Minimalis
4 Tips Menata Kamar Minimalis agar Tidur Jadi Lebih Nyenyak
5 Tips Menata Ruang Makan di Rumah Minimalis Lahan Terbatas
6 Tips Menata Rumah Minimalis: Pilih Dekorasi hingga Furnitur
TERPOPULER
Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?
4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Stainless Steel SUS 430 Terbaik, Diklaim Jauh Lebih Awet & Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Merek Bantal Anti Peyang, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil!
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kartu Ucapan Kelahiran Aesthetic untuk Bayi Perempuan & Laki-laki
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kasur Lantai Lipat Terbaik, Ada yang Orthopedic
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Cuaca Panas Bikin Rambut Cepat Lepek? Ini 7 Produk Perawatan Rambut yang Wajib Dicoba
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa
Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?
5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Kado Buat Sahabat Gamer? 3 Varian UNO Ini Bisa Jadi Pilihan
-
Beautynesia
7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kulit Wajah Breakout
-
Female Daily
5 Alasan ‘Love in Sync’ Semakin Menarik untuk Diikuti!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Video: Adu Gaya Artis di Fashion Show Monica Ivena, Siapa Paling Stylish?
-
Mommies Daily
Jangan Sampai Ketinggalan! 30 Daftar Film dan Serial Tayang Agustus 2026