sign up SIGN UP search


moms-life

Hukumnya Memotong Kuku dan Rambut bagi yang Berqurban di Idul Adha

Annisa Afani Rabu, 29 Jul 2020 15:49 WIB
Nail technician clipping customers nails at the nail salon Ilustrasi potong kuku/Foto: iStock
Jakarta -

Umat Muslim di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1441 H pada Jumat (31/7/2020) mendatang. Apakah Bunda dan keluarga berqurban pada hari raya kali ini?

Ustaz Nasfi Arsyad, Lc mengatakan bahwa ibadah qurban memiliki banyak hikmah dan keutamaan jika dilakukan bagi Muslim yang memiliki rezeki. Allah SWT akan memberikan ganjaran bagi yang melakukannya, seperti mendapatkan pahala, membersihkan harta, mendekatkan diri kepada Allah, cermin kepatuhan, menjadi saksi amal saleh dan membantu sesama.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Rasulullah Shalallaahu 'Alayhi Wasallam bersabda,


مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

Artinya: "Barangsiapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat salat kami."

"Jadi, barang siapa yang mendapatkan kelapangan rezeki, tapi dia tidak berqurban, tidak usah salat Idul Adha karena menolak untuk berqurban dalam keadaan rezekinya dilapangkan oleh Allah SWT," tuturnya, dikutip dari YouTube Baitul Maal Hidayatullah.

Nah bagi yang berqurban di Idul Adha tahun ini, ada beberapa hal yang harus dipahami, Bunda. Misalnya, seperti hukum memotong kuku dan rambut bagi yang berqurban.

Dikutip dari sejumlah sumber, ada beberapa ulama yang memiliki pandangan berbeda terkait syarat sah untuk berqurban terkait mencukur rambut dan memotong kuku.

Menurut Buya Yahya, memotong kuku dan rambut berguna agar kita menyerupai orang yang sedang berhaji di Tanah Suci Mekkah.

"Imam Syafi'i mengatakan hukumnya sunah memotong kuku sama rambut. Ini agar kita menyerupai layaknya orang haji," katanya di kanal YouTube TV Al-Bahjah.

Islamic background Ramadan Decoration 2020 image, Colorful lantern Lamp hanging design, Eid Mubarak BackgroindIlustrasi Idul Adha/ Foto: Getty Images/iStockphoto/sarath maroli

Namun bagi kita yang berqurban di Indonesia, menurutnya, tidak dilarang memotong kuku dan rambut, Bunda. "Silakan potong kuku dan rambut. Tidak apa-apa selagi Anda bukan yang sedang berhaji dan umrah," ujarnya.

Sementara KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi mengatakan bahwa Muslim yang hendak berqurban dianjurkan tidak memotong kuku dan rambutnya di awal bulan Dzulhijjah hingga setelah menyembelih hewan qurban.

"Ini terdapat dalam sebuah hadis dari Ummu Salamah yang terdokumentasikan dalam banyak kitab hadis seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim," kata dia, dikutip dari CNNIndonesia.

Hukum tidak memotong rambut dan kuku ini adalah sunah. Ini sesuai dengan pandangan ulama dari mazhab Maliki dan Syafi'i, di mana memotong kuku dan rambut bagi yang akan berqurban dari 1 Dzuhijah hingga selesai penyembelihan adalah sunah hukumnya.

Ini sesuai dengan hadist dari Aisyah RA yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim sebagai berikut:

كُنْتُ أَفْتِلُ قَلاَئِدَ هَدْيِ رَسُولِ اللهِ ثُمَّ يُقَلِّدُهاَ بِيَدِهِ ثُمَّ يَبْعَثُ بِهَا وَلاَ يُحْرِمُ عَلَيْهِ شَيْءٌ أَحَلَّهُ اللهُ لَهُ حَتىَّ يَنْحَرَ الهَدْيَ

Artinya: Aku pernah menganyam tali kalung hewan qurban Rasulullah SAW, kemudian beliau mengikatkannya dengan tangannya dan mengirimkannya. Beliau tidak berihram (mengharamkan sesuatu) atas apa-apa yang dihalalkan Allah SWT hingga beliau menyembelihnya.

"Kebanyakan ulama dari Mahzab Syafi'i menghukumi memotong kuku dan rambut sebagai sunah. Artinya, dilakukan mendapat pahala, jika ditinggalkan tidak berdosa," ujar Wahyul.

Sejumlah mahzab memiliki pendapat berbeda soal ini, Bunda. Imam Malik dan Syafi'i berpendapat tidak memotong rambut dan kuku bagi yang ingin berqurban hukumnya sunah dan jika memotong kuku dan rambut maka hukumnya makruf.

Sedangkan menurut Abu Hanifah, memotong kuku dan rambut sebelum penyembelihan hewan qurban adalah boleh dan tidak makruh serta tidak sunah jika tak dipotong. Adapun Imam Ahmad mengharamkan memotong kuku dan rambut bagi yang ingin berqurban.

Jika Bunda masih bingung mengikuti mahzab yang mana, Bunda bisa mengikuti salah satunyanya sesuai keyakinan Bunda.

Bunda, simak juga tips mengajarkan makna qurban seperti Bunda seleb dalam video berikut:Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi