sign up SIGN UP search


moms-life

Hari Tasyrik Dilarang Berpuasa, Ini Alasannya Bunda

Haikal Luthfi Jumat, 31 Jul 2020 10:28 WIB
Islamic women friends dining together with happiness Ilustrasi Hari Raya Idul Adha/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel
Jakarta -

Hari tasyrik adalah hari raya umat Islam pasca Idul Adha yang jatuh pada tanggal 11,12 dan 13 bulan Dzulhijjah, Bunda. Pada hari ini, umat Muslim dilarang untuk berpuasa.

Secara harfiah, tasyrik memiliki makna terbit matahari. Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fath al-Bari menyebutkan bahwa dikatakan tasyrik karena selain tanggal 10 Dzulhijjah, orang-orang Islam menyembelih qurban pada waktu syuruq (setelah matahari terbit).

Dengan demikian, hari tasyrik merupakan hari yang istimewa untuk menyembelih hewan qurban saat matahari terbit serta menjemurnya. Selain itu, ternyata pada hari tasyrik tidak diperkenankan untuk berpuasa, Bunda.


Bahkan hukum berpuasa pada hari tasyrik adalah haram, Bunda. Abu Bakr bin Muhammad Al Hishni berkata:

"Sebagaimana diharamkan berpuasa pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, diharamkan pula berpuasa pada hari tasyrik yaitu tiga hari setelah Idul Adha (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)".

Islamic women friends dining together with happinessIlustrasi makan dan minum/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel

Larangan ini juga disampaikan Rasulullah SAW sebagaimana yang diriwayatkan oleh shahih Muslim, bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

"Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum." (HR. Muslim no. 1141)

Hari tasyrik merupakan hari makan dan minum, sehingga tidak dibolehkan untuk berpuasa, Bunda. Adapun hari tasyrik dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah zikir dan doa, di samping menunaikan ibadah qurban.

Allah SWT berfirman dalam Surah al-Baqarah ayat 203:

وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن تَعَجَّلَ فِى يَوْمَيْنِ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Artinya: Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.

Menurut Ibnu Abbas dalam Tafsir al-Qur'an al-'Adhim, dijelaskan yang dimaksud dengan hari yang berbilang adalah hari-hari setelah Idul Adha, yaitu hari tasyrik.

Simak juga Bunda, manfaat daging sapi untuk kesehatan tubuh pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(haf/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi