HaiBunda

MOM'S LIFE

5 Penyebab Suami Sering Marah, Stres hingga Trauma

Kinan   |   HaiBunda

Kamis, 03 Sep 2020 17:04 WIB
Suami sering marah/Foto: iStock
Jakarta -

Pernikahan sepatutnya bisa menjadi momen saling terbuka dan berkomunikasi. Tapi bagaimana jika suami sering marah dan emosi?

Sebelum balik marah, coba Bunda bantu pikirkan kembali apa saja hal yang mungkin menjadi penyebabnya. Dengan demikian, mungkin suami bisa belajar introspeksi diri dan mengendalikan emosinya.

Ya, ada beberapa hal yang tanpa disadari bisa menjadi penyebab suami sering marah. Berikut rangkumannya:


1. Merasa gagal dan terganggu secara psikis

Saat seseorang merasa gagal, kecewa, dan kesal, secara fisik tubuh akan mengalami perubahan. Mulai dari denyut jantung yang jadi semakin cepat, hingga pelepasan hormon adrenalin dan kortisol. Hal ini jika dibiarkan berlarut-larut dapat membuat emosi semakin tak terkendali.

Jika suami termasuk tipe yang sulit mengendalikan emosi, hal ini bahkan bisa membuatnya jadi mudah berteriak, membanting barang atau mendadak diam demi melampiaskannya.

2. Trauma masa lalu

Trauma menjadi salah satu masalah psikis yang juga bisa membuat suami sering marah, terutama yang berkaitan dengan masa anak-anak atau remaja. Coba perhatikan apakah tipe keluarganya juga cenderung mudah marah dan sulit mengendalikan emosi?

Apabila suami sering mendapatkan perlakuan kasar dari keluarganya saat anak-anak, besar kemungkinan kelak ia pun akan jadi mudah marah saat dewasa.

Dikutip dari Psychology Today, trauma saat proses tumbuh kembang berkaitan dengan masalah mental termasuk kemarahan, kesedihan, dan emosi yang sulit dikendalikan.

3. Stres

Dilansir Men Alive, pria dan wanita mengungkapkan stres dengan cara berbeda. Wanita cenderung lebih mudah menunjukkan pada orang banyak, sementara pria tidak. Memendam stres ini yang lama-kelamaan dapat membuat sedih dan tertekan, sehingga berujung pada marah.

Maka dari itu, suami pun biasanya akan lebih mudah menyalahkan diri sendiri ketika keluarganya mengalami masalah.

4. Kurang perhatian

Rasa kesepian dan kurang diperhatikan apabila didiamkan juga bisa memicu rasa marah. Coba introspeksi diri dulu, apakah selama ini mungkin Bunda jarang memberikan perhatian untuk suami? Bisa jadi marah merupakan caranya untuk mendapatkan perhatian, lho.

5. Ekspektasi terlalu tinggi

Penulis buku Emotions Revealed, Paul Ekman, PhD, mengungkapkan bahwa harapan dan ekspektasi tinggi juga bisa memicu marah.

"Ada berbagai macam perasaan marah, termasuk akibat dari kecewa terhadap harapan diri sendiri. Kondisi ini juga bisa berujung pada keputusasaan, terutama pada orang yang berharap dan mencoba secara berlebihan," tutur Ekman.

Untuk membantu mengendalikan marah dan emosinya, lebih baik tunggu sampai suami tenang dan ajak diskusi berdua ya, Bunda.

Simak juga video menguak fakta emosi karena lapar:



(kuy/kuy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

Mom's Life Amira Salsabila

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

Mom's Life Arina Yulistara

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Parenting Asri Ediyati

9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang

Mom's Life Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

9 Resep MPASI 6 Bulan ke Atas Anti Sembelit, Enak & Praktis Dibuat

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK