MOM'S LIFE
Menerapkan 3M Bantu Tekan Penularan COVID-19 Selama 3 Minggu Lho, Bunda
Asri Ediyati | HaiBunda
Sabtu, 03 Oct 2020 15:54 WIBSudah hampir tujuh bulan lamanya, kita berjuang bersama melawan virus COVID-19. Para peneliti di seluruh dunia pun masih berupaya mencari vaksin yang bisa memulihkan keadaan.
Bunda juga bisa lho berperan menekan angka penularan virus mematikan satu ini. Bagaimana caranya? Bunda bisa menjadi contoh untuk anggota keluarga dalam disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Jangan bosan untuk mengingatkan anak-anak dan keluarga lainnya, bahwa kita semua bisa berpotensi tertular dan menularkan COVID-19. Disampaikan Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, dari data yang dihimpun oleh Satgas bahwa 17 dari 100 responden menyatakan sangat tidak mungkin dan tidak mungkin terinfeksi COVID-19.
"Nah, 17 ini suatu angka yang sangat tinggi sekali. (Apabila) 17 persen dari 230 juta, artinya 49,9 juta warga kita merasa tidak mungkin terpapar COVID-19. Ini menjadi tantangan kita semua untuk menyampaikan bahwa COVID-19 ini bukan rekayasa, bukan konspirasi," kata Doni Monardo.
Sementara itu, menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 terhadap 90 ribu orang, ada beberapa tantangan yang menjadi alasan mengapa masyarakat tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Ternyata penyebabnya karena masih ada 23 persen orang yang menganggap harga masker, face shield, hand sanitizer cenderung mahal.
Lalu, sebanyak 33 persen reseponden menyatakan bahwa pekerjaan menjadi sulit jika harus menerapkan protokol kesehatan. Lalu, 19 persen orang tidak patuh karena pimpinan tidak memberi contoh. Kemudian, 21 persen orang mengaku karena mengikuti orang lain.
Terakhir, yang paling tinggi persentasenya yaitu sebesar 55 persen orang tidak patuh karena tidak ada sanksi jika tidak menerapkan protokol kesehatan. "Masyarakat masih ketergantungan dengan sanksi. Tingkat kesadaran sendiri ini masih belum optimal," ujarnya.
Doni Monardo juga menyebutkan upaya antisipasi dalam memerangi COVID-19 yaitu Iman, Aman, dan Imun. Upaya iman yaitu berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa untuk diberikan perlindungan. Kemudian Aman yaitu penerapan protokol kesehatan dengan prinsip 3M, kemudian imun adalah upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita selama pandemi.
Berikut penjelasan lengkap mengenai prinsip 3M
Di kesempatan yang sama, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry B. Harmadi, juga menegaskan cara kita untuk memerangi COVID-19, Bunda.
Disampaikan Sonny, yang pertama kali kita lakukan untuk memerangi Corona adalah kenali diri kita sendiri dulu. Apakah kita selama ini patuh, bagaimana selama ini berperilaku dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
"Setelah mengenal diri kita sendiri, baru kenali musuh yaitu COVID-19. Kita harus melindungi mata, mulut, dan hidung," kata Sonny, di acara Kickoff Perubahan Perilaku bersama BKKBN via Zoom, Jumat (2/10/2020).
Selanjutnya, setelah mengenali musuh, kita harus mengenali medan perang kita. Menurut Sonny, virus COVID-19 akan 'menang' kalau kita berada di ruang tertutup, dengan banyak orang selama 2 jam.
Nah, untuk menang dalam 'medan perang' ini, Sonny selaku perwakilan Satgas untuk menerapkan prinsip 3M. Prinsip 3M yang dimaksud adalah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun, Bunda.
"Memakai masker, bisa menghindarkan orang tertular, dan ditularkan. Yang jadi masalah ada banyak orang yang tanpa gejala tapi bawa virus, munkin masih muda dan imun yang baik. Menjadi carrier, dan akhirnya bisa membunuh kelaurganya," kata Sonny.
Temuan ini mengingatkan kita semua bahwa orang sehat yang lalai dalam menjalankan prinsip 3M, berisiko menularkan 5-20 persen virus COVID-19. Sementara kalau kita sedang sakit, risiko penularan menjadi 100 persen apabila tidak menerapkan prinsip 3M.
"Kalau kita patuh dengan prinsip 3M bisa menekan angka penularan COVID-19 selama 3 minggu," kata Sonny.
Untuk mewujudkan upaya antisipasi dan edukasi dalam menerapkan prinsip 3M, Satgas Penanganan COVID-19 pun menggandeng BKKBN. Sonny mengungkap alasan menggandeng BKKBN dalam mengubah perilaku masyarakat Indonesia selama pandemi karena tingkat keberhasilan BKKBN dalam mensosialisasikan KB yang luar biasa.
"Kita mengerahkan para penyuluh KB untuk menjadi garda terdepan dalam komunikasi, informasi, edukasi pada masyarakat agar mereka paham pentingnya protokol kesehatan," kata Sonny.
"Mengadvokasi mereka agar mereka patuh. Bukan hanya menyampaikan 3M berulang-ulang, tapi meyakinkan masyarakat untuk melindungi diri dan merasa dilindungi. Perilaku itu didasarkan pada keyakinan, kepercayaan. Sama halnya dengan kebiasaan KB. Kenapa harus punya anak dua dan sebagainya," ujarnya.
Share cerita Bunda dalam mengedukasi keluarga mengenai prinsip 3 M dalam kolom komentar, yuk!
Jangan lupa juga selalu #ingatpesanbunda atau #ingatpesanibu, untuk #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitanganpakaisabun.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Libur Panjang, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Terapkan 3 M
Bunda, Yuk Kenali Prinsip 3K untuk Lawan Virus Corona
Yuk Bunda Tetap Jaga Jarak Saat Bertemu Keluarga
7 Kebiasaan Mudah Menjaga Jarak untuk Melindungi Keluarga dari COVID-19
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Alat Penerjemah AI Genggam Ini Diklaim Kuasai 148 Bahasa, Beneran Bisa Diandalkan?
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif