sign up SIGN UP search


moms-life

Kenapa Ratu Larang Pangeran Charles Ambil Jenazah Putri Diana di Paris?

Muhayati Faridatun Selasa, 13 Oct 2020 20:03 WIB
NEWCASTLE, AUSTRALIA - 1983: Princess Diana And Prince Charles watch an official event during their first royal Australian tour 1983 IN Newcastle, Austrlia. (Photo by Patrick Riviere/Getty Images) Putri Diana dan Pangeran Charles/ Foto: Patrick Riviere/Getty Images
Jakarta -

Pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles berakhir dengan perceraian. Setelah berpisah, hubungan mereka dikabarkan tetap memanas, bahkan hingga hari kematian Princess of Wales pada 31 Agustus 1997.

Usai mengalami kecelakaan mobil di terowongan Pont de l'Alma Paris, Prancis, Putri Diana dinyatakan meninggal dunia di La Pitie Salpetriere Hospital. Sementara sang kekasih yang bersamanya, Dodi Al Fayed, tewas seketika di tempat kejadian.

Menurut laporan BBC, sebelum dibawa ke rumah sakit, Putri Diana sempat terkapar di lokasi kecelakaan dan ada seseorang yang mendengarnya mengucapkan sesuatu. Orang itu disebut-sebut sebagai saksi kunci selama penyelidikan kecelakaan mobil tersebut.


"Ya Tuhan, ya Tuhan," begitu kata-kata Putri Diana di dalam mobilnya yang rusak parah, seperti diungkapkan Abdeliatif Redjil, saat memberi kesaksian di Pengadilan Tinggi London.

Semasa hidup, Putri Diana bersama Pangeran William dan Pangeran HarrySemasa hidup, Putri Diana bersama Pangeran William dan Pangeran Harry/ Foto: Instagram @kensingtonroyal

Saat Putri Diana meninggal dunia, Pangeran Charles bersama kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, sedang berlibur di Istana Balmoral, Skotlandia. Begitu juga dengan anggota keluarga Kerajaan lainnya, termasuk Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip.

"Ratu dan Pangeran Wales (Charles) sangat syok dan tertekan mendengar berita mengerikan ini," begitu yang tertulis dalam pernyataan resmi Istana kala itu, dikutip dari CBC.

Di hari nahas itu, jenazah Putri Diana langsung diterbangkan dari Paris ke London. Tapi ternyata, sempat ada konflik di balik pemulangan jasad wanita yang dijuluki Queen of People's Heart tersebut.

Pangeran Charles memutuskan terbang ke Paris untuk menjemput jenazah Putri Diana. Tapi, rencana Sang Pangeran sempat tak disetujui Ratu Elizabeth II. Pasalnya, status Pangeran Charles dan Putri Diana saat itu sudah bercerai.

"Dia (Pangeran Charles) ingin ke Paris menggunakan penerbangan Kerajaan," ungkap seorang sumber.

Setelah bercerai, Putri Diana memang masih menyandang gelar Princess of Wales. Hanya saja, wanita kelahiran 1 Juli 1961 ini tak lagi bergelar Her Royal Highness (HRH) atau Yang Mulia. Inilah alasan Ratu tidak akan mengizinkan Pangeran Charles mengambil jasadnya menggunakan penerbangan Kerajaan.

Tapi, Pangeran Charles bersikeras dengan alasan protokol keamanan keluarga Kerajaan. Hingga akhirnya, Ratu mengizinkan putra sulungnya menjemput jenazah Putri Diana di Paris menggunakan penerbangan Kerajaan.

Jasad Putri Diana lalu disemayamkan di Royal Kapel Istana St. James. Upacara pemakaman baru dilangsungkan enam hari kemudian, tepatnya 6 September 1997, di Westminster Abbey, London. Mendiang Putri Diana lalu dimakamkan di tanah kelahirannya di Althorp.

Bunda, simak juga cerita istri almarhum Bani 'Seventeen' tentang impian yang belum terwujud, dalam video Intimate Interview di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi