sign up SIGN UP search


moms-life

Kabar Baik Bun, Positivity Rate COVID-19 di RI Capai Rekor Terendah

Annisa A Senin, 13 Sep 2021 19:25 WIB
Corona Virus test report Stock Image, Test tube caption
Jakarta -

Setahun lebih menghadapi pandemi, Indonesia akhirnya membawa kabar baik dengan mencetak rekor terendah positivity rate COVID-19, per Minggu (12/9/2021). Saat ini, Indonesia memiliki angka positivity rate 3,05 persen, Bunda.

Nilai tersebut berada di bawah angka ideal yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 5 persen. Itu artinya, kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia semakin membaik.

Perlu Bunda ketahui, positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif COVID-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. Angka ini menunjukkan tinggi atau rendahnya penularan kasus Corona di suatu wilayah.


Positivity rate dihitung dengan membagi antara jumlah total kasus positif harian dengan jumlah orang yang diperiksa, kemudian dikalikan 100. Pembaruan positivity rate selalu dibagikan oleh pemerintah dari laporan data penanganan COVID-19.

Sebelumnya, Indonesia masih memiliki positivity rate COVID-19 yang cukup tinggi. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Pada Mei 2021, positivity rate COVID-19 Indonesia berada di rata-rata 11,3 persen. Berdasarkan catatan Satgas COVID-19 di rentang Agustus hingga Mei 2021, positivity rate harian terendah dilaporkan pada bulan Maret, April, hingga Mei, dengan angka 7,7, 8,9, dan 8,5 persen.

Meski begitu, Indonesia sempat mengalami lonjakan positivity rate secara tajam pada Juli 2021. Kala itu, puncak kasus COVID-19 harian di Indonesia dapat mencapai 40 hingga 50 ribu kasus. Angka tersebut melampaui positivity rate 30 sampai 40 persen, Bunda.

Artinya, penularan Corona di Indonesia sempat sangat tinggi pada Juli 2021. Peristiwa tersebut membuat banyak tenaga medis kewalahan menangani pasien yang berdatangan ke rumah sakit.

Banyak rumah sakit dilaporkan penuh dan tidak bisa menampung pasien positif COVID-19. Tak sedikit pula yang mendirikan tenda darurat untuk melayani pasien COVID-19.

Presiden Joko Widodo pun menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali untuk meredam kasus lonjakan COVID-19 pada saat itu. PPKM tersebut membatasi aktivitas warga lebih ketat daripada sebelumnya.

Lonjakan kasus COVID-19 pada Juli lalu dinilai lebih parah dibandingkan dengan puncak kasus sebelumnya. Dalam laporan yang dicatat oleh Satgas COVID-19, rentang waktu Desember 2020 hingga Januari 2021 memiliki positivity rate 28,8 persen.

Baru-baru ini, penurunan positivity rate COVID-19 secara drastis membuat Indonesia disorot oleh WHO. Sorotan itu dibahas di dalam laporan mingguan yang dikeluarkan oleh WHO per September 2021.

"Sejak catatan mingguan 30 Agustus hingga 5 September, angka positivity rate menurun menjadi 6,6 persen, dari pekan sebelumnya 12,1 persen," tulis WHO dalam laporan mingguan mereka.

Bagaimana dengan rangkuman positivity rate Indonesia selama sepekan terakhir? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI. 

Saksikan juga video peringatan WHO terhadap mutasi baru virus Corona.

[Gambas:Video Haibunda]

(anm/muf)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!