sign up SIGN UP search


moms-life

Waspada Bun! Ada Suplemen yang 'Dioplos' Dexamethasone hingga Tramadol

Annisa Afani Kamis, 14 Oct 2021 20:12 WIB
Customer in pharmacy holding medicine bottle. Woman reading the label text about medical information or side effects in drug store. Patient shopping pills for migraine or flu. Vitamin or zinc tablets. Ilustrasi suplemen/Foto: iStock
Jakarta -

Kini, mengonsumsi obat atau suplemen mesti berhati-hati ya, Bunda. Apalagi, Deputi bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni Reri Indriani, belum lama ini menemukan beberapa keganjilan.

Timnya menemukan sebanyak 53 obat tradisional dan satu suplemen kesehatan yang mengandung bahan kimia. Ini tentunya amat berbahaya ya, Bunda.

Jika dikonsumsi, obat dan suplemen ini bisa menimbulkan efek fatal pada organ vital, seperti pada jantung bahkan berisiko kematian.


Dalam kesempatan tersebut, Reri menyebut bahwa temuan kandungan kimia dalam obat tradisional ini terus alami peningkatan, terutama sepanjang pandemi COVID-19.

Lebih lanjut, Reri juga ungkap ada dua zat berbahaya seperti efedrin dan pseudoefedrin yang baru ditemukan BPOM dalam pemantauan periode Juli hingga September 2021. Temuan kandungan tersebut berada dalam obat tradisional dan suplemen yang dipercaya bisa melawan COVID-19.

"Adanya kecenderungan baru, beberapa obat tradisional diketahui dari hasil sampling pengujian kami mengandung efedrin dan pseudoefedrin, penggunaan ephedra sinica ini dapat digunakan secara tidak tepat dalam pencegahan dan penyembuhan COVID-19," jelas Reri dalam konferensi pers, dikutip dari detikcom pada Kamis (14/10/2021).

"Berdasarkan hasil kajian yang melibatkan para ahli dan asosiasi profesi kesehatan IDI, IAI, obat yang mengandung kandungan ephedra dapat membahayakan kesehatan pada sistem kardiovaskuler dan bisa memicu kematian," sambungnya.

Kandungan sidenafil dan dexamethasone di suplemen kesehatan

Tak hanya itu, BPOM juga menemukan sejumlah suplemen kesehatan mengandung dexamethasone, sidenafil, paracetamol, hingga tramadol. Dari hal ini, maka Reri meminta masyarakat untuk selalu memastikan dan mengecek izin edar BPOM dalam setiap obat yang tersebar luas.

"Penambahan bahan kimia obat ini tentunya sangat membahayakan kesehatan penggunanya, sebagai contoh dexamethasone dapat menyebabkan moon face, hiperglikemia, osteoporosis, sidenafil bisa menyebabkan stroke serangan jantung hingga kematian," tuturnya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI. 

Bunda, tonton juga tips memilih obat-obatan saat Positif COVID-19 dari Fanny Fabriana dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!