HaiBunda

MOM'S LIFE

6 Fakta Pembatalan PPKM Level 3, Ternyata karena Ini..

Annisa A   |   HaiBunda

Rabu, 08 Dec 2021 15:39 WIB
Ilustrasi PPKM / Foto: Getty Images/iStockphoto/dusanpetkovic
Jakarta -

Pemerintah Indonesia membatalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Hal ini karena tren kasus COVID-19 sudah berhasil diatasi, Bunda.

Di akhir 2021, kasus positif COVID-19 dinilai relatif stabil selama beberapa hari ke belakang. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan kemudian mengalihkan PPKM 3 dengan kebijakan lain.

"Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yg berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan," ucap Luhut dalam keterangan tertulis, Senin (6/12/2021).


Adapun keputusan tersebut didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali. Saat ini jumlahnya sudah mencapai 76 persen, Bunda. Sementara vaksinasi dosis 2 hampir mendekati 56 persen.

Sementara itu, vaksinasi lansia masih terus digencarkan hingga saat ini. Jumlahnya telah mencapai 64 persen untuk dosis 1, dan 42 persen untuk dosis 2 di Jawa-Bali.

"Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periode Nataru tahun lalu. Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi COVID-19 yang tinggi," ujarnya.

Bunda, berikut ini fakta-fakta mengenai pembatalan PPKM level 3 di seluruh Indonesia:

1. Tren kasus COVID-19 yang menurun

Pembatalan penerapan kebijakan PPKM level 3 di periode libur Natal dan Tahun Baru 2022 tak luput dari tren kasus COVID-19 yang menurun, Bunda.

Dalam pernyataan resmi Menko Marves disebutkan, pertimbangan pembatalan PPKM level 3 dipengaruhi karena adanya perbaikan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dengan menurunnya angka kasus harian COVID-19 hingga di bawah 400 kasus. Selain itu, kasus aktif dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga menunjukkan tren penurunan belakangan ini.

2. Perbaikan penanganan pandemi di kabupaten/kota

Tren kasus COVID-19 yang menurun di akhir 2021 dipengaruhi oleh perbaikan penanganan pandemi di kabupten dan kota.

Berdasarkan asesmen per tanggal 4 Desember, jumlah kabupaten kota yang tersisa di level 3 hanya 9,4 persen dari total kabupaten kota di Jawa-Bali. Jumlah itu tercatat hanya 12 kabupaten/kota saja, Bunda.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda, saksikan juga video seputar vaksin COVID-19 untuk anak penderita diabetes:

(anm/anm)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Pesona Artis Hamil Anak Pertama dalam Balutan Outfit Stylish, Shenina Cinnamon hingga Adinda Thomas

Kehamilan Annisa Karnesyia

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

Menyusui Amrikh Palupi

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Parenting Nadhifa Fitrina

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Pesona Artis Hamil Anak Pertama dalam Balutan Outfit Stylish, Shenina Cinnamon hingga Adinda Thomas

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK