HaiBunda

MOM'S LIFE

Varian Omicron Terus Menyebar, AS Bawa Kabar Gembira Bun

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Kamis, 09 Dec 2021 18:33 WIB
Ilustrasi Varian Omicron/Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Faull
Jakarta -

Beberapa waktu lalu sempat beredar kabar kalau virus COVID-19 mengalami mutasi baru yang sangat berbahaya, Bunda. Virus ini dinamakan dengan virus Omicron.

Banyak pakar yang mengungkapkan kalau virus Omicron ini lebih berbahaya dari varian Delta. Berdasarkan penelitian terbaru Economic Times, Omicron bunya banyak risiko infeksi atau reinfeksi hingga 3 kali lebih besar dibandingkan dengan varian lainnya.

"Kami menemukan bukti peningkatan substansial dan berkelanjutan dalam risiko infeksi ulang yang temporal konsisten dengan waktu munculnya varian Omicron di Afrika Selatan, menunjukkan bahwa keunggulan seleksinya setidaknya sebagian didorong peningkatan kemampuan untuk menginfeksi individu yang telah terinfeksi sebelumnya," kata studi tersebut dikutip dari CNBC Indonesia.


Meski begitu, ternyata Amerika Serikat membawa kabar baik untuk varian Omicron, Bunda. Badan Kesehatan Amerika Serikat, CDC, menyebut bahwa mayoritas pasien yang terinfeksi Omicron hanya akan mengalami gejala ringan.

Hal ini turut diungkapkan oleh Direktur CDC, Rochelle Walensky. Ia menyebut bahwa telah ditemukan lebih dari 40 infeksi Omicron yang sudah masuk ke Negeri Paman Sam. Gejala yang ditimbulkan adalah batuk dan kelelahan.

"Penyakitnya ringan di hampir semua kasus yang terlihat sejauh ini, dengan gejala yang dilaporkan terutama batuk dan kelelahan," ujarnya dilansir Kamis, (9/12/2021).

"Satu orang dirawat di rumah sakit, tetapi tidak ada kematian yang dilaporkan," sambungnya kemudian.

Wallensky pun menambahkan, bahwa pihaknya masih terus melakukan penelitian tentang varian ini, Bunda. Mereka juga masih terus mengumpulkan data-data yang diperlukan.

Ada banyak hal yang masih menjadi tanda tanya bagi CDC. Salah satunya adalah kemampuan vaksin dalam melawan infeksi Omicron.

"Kami ingin memastikan bahwa kami meningkatkan kekebalan semua orang. Dan itulah yang memotivasi keputusan untuk memperluas panduan kami," tambahnya.

Sebelumnya, WHO menyebutkan kalau Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada Delta, Bunda. Karena itu, PBB pun menghimbau agar seluruh masyarakat yang belum menerima vaksin agar divaksin demi mendapatkan proteksi dan kekebalan tubuh.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(mua/mua)

Simak video di bawah ini, Bun:

Varian JN.1 Picu Kenaikan COVID-19 di Indonesia, ini Gejalanya, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

Mom's Life Azhar Hanifah

Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen

Parenting Nadhifa Fitrina

Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

3 Cara Mengajari Anak Mengaji di Era Digital agar Tetap Semangat

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

3 Cara Mengajari Anak Mengaji di Era Digital agar Tetap Semangat

Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya

Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek

Mengenal Kanker Usus Besar, Penyakit yang Diidap James Van Der Beek Sebelum Meninggal

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK