moms-life
3 Cara Memasak Ketupat Hemat Gas, Pakai Panci Presto hingga Teknik 20-30-20-30
HaiBunda
Selasa, 18 Mar 2025 16:51 WIB
Baik Hari Raya Idul Adha maupun Hari Raya Idul Fitri, masakan yang wajib ada di meja makan adalah ketupat, Bunda. Ketupat sendiri bisa disajikan dengan berbagai sayur, mulai dari sayur Betawi, sayur Padang, dan sebagainya.
Ketupat terbuat dari beras yang dimasak dengan perbandingan air lebih banyak. Bisa dibilang, ketupat merupakan cara lain menyajikan nasi.
Sebelum proses merebus ketupat, tentu Bunda sudah menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Dikutip dari detikFood, Bunda disarankan untuk merendam beras terlebih dahulu selama satu hingga dua jam.
Kemudian tambahkan sedikit kapur sirih agar ketupat lebih kenyal nantinya. Setelah direndam, tiriskan beras hingga kering. Langkah selanjutnya adalah masukkan beras ke dalam ketupat.
Hindari mengisi beras terlalu banyak karena bisa membuat tekstur ketupat menjadi keras. Isi beras hanya 2/3 dari bagian kulit ketupat. Setelah itu, siapkan air panas untuk merebus.
Biasanya, bentuk ketupat sangat khas yakni menyesuaikan bentuk dari wadah atau selongsong yang terbuat dari janur atau daun kelapa muda. Sayangnya, membuat ketupat membutuhkan waktu yang lama.
Kalau dimasak secara tradisional, memasak ketupat bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam, Bunda. Bahkan ada yang memasak ketupat hingga 8 jam, lho.
Tak hanya menghabiskan banyak waktu, memasak ketupat dengan cara tradisional dan tanpa teknik ini juga akan menghabiskan gas di rumah. Harga gas elpiji 12 kilogram bahkan tembus hingga Rp200 ribu.
Cara memasak ketupat hemat gas
Sekarang Bunda sudah tidak perlu khawatir akan menghabiskan banyak gas ketika memasak ketupat. Kalau penasaran, berikut ini Bubun bantu rangkumkan beberapa cara mudahnya dari berbagai sumber.
1. Gunakan panci presto
Memasak ketupat ternyata bisa menggunakan panci presto agar lebih hemat waktu dan gas, lho. Bagaimana caranya?
Mengutip dari buku Masak Praktis dengan Panci Presto karya Lilly T Erwin, Bunda hanya butuh dua bahan untuk membuat ketupat. Kedua bahan ini adalah 500 gram beras dan 10 buah kulit ketupat siap pakai.
Cara memasak ketupat:
- Cuci bersih beras dan tiriskan, Bunda.
- Bagi dan isikan beras ke dalam kulit ketupat sebanyak 1/2 bagian kulit ketupat.
- Masukkan ketupat ke dalam panci presto. Beri air hingga ketupat terendam ya, Bunda.
- Masak selama 1 jam, lalu matikan api. Buka katup, biarkan uap keluar dan habis. Setelah itu, angkat ketupat dan tiriskan.
2. Masak dengan air mendidih
Kondisi air saat memasak ketupat ternyata juga mempengaruhi waktu pembuatan ketupat. Sebaiknya, gunakan air yang mendidih agar lebih menghemat waktu, Bunda.
Menurut buku 200 Resep Pilihan Masakan Jajanan Khas Daerah karya Tim Ide Masak, ada beberapa langkah yang harus Bunda perhatikan. Penasaran? Intip di sini, ya.
Cara memasak ketupat:
- Pilih beras yang pulen lalu rendam selama 20 hingga 30 menit, Bunda.
- Masukkan ke dalam kulit ketupat hingga 3/4 penuh.
- Masukkan ketupat setelah air mendidih agar proses memasaknya lebih singkat, yaitu hanya sekitar satu setengah hingga dua jam.
- Setelah matang, angkat ketupat dan siram dengan air dingin untuk menghilangkan sisa air rebusan.
- Gantung hingga ketupat mengering sepenuhnya.
3. Metode 20-30-20-30
Ada metode yang sempat viral nih, Bunda. Metode ini dinamakan metode 20-30-20-30. Kalau menggunakan metode ini, dijamin ketupat jadi cepat matang dan hemat gas.
Dengan metode ini, total waktu memasak hanya selama 40 menit. Sedangkan total waktu mendiamkan ketupat adalah 60 menit. Dilihat dari laman detikcom, berikut ini caranya.
Cara memasak ketupat:
- Bersihkan beras dan masukkan ke dalam wadah ketupat, Bunda.
- Masak ketupat dalam air mendidih selama 20 menit dengan api sedang.
- Setelahnya, matikan api lalu diamkan selama 30 menit.
- Masak kembali ketupat dengan api sedang selama 20 menit.
- Diamkan kembali selama 30 menit.
Bunda masih penasaran dengan cara menyimpan ketupat agar tidak basi? Klik baca halaman berikutnya, yuk.
Intip juga video resep ketupat sayur tauco udang berikut ini:
5 Tips Menyimpan Ketupat agar Tidak Cepat Basi, Bisa Tahan Berhari-hari saat Lebaran
Ilustrasi Ketupat/Foto: Getty Images/iStockphoto/Kanawa_Studio
Ketupat menjadi salah satu hidangan yang hampir selalu hadir di meja makan saat Hari Raya Idul Fitri, Bunda. Selain disantap saat Lebaran, ketupat juga kerap disajikan kembali pada Lebaran Ketupat yang biasanya dirayakan beberapa hari setelah Idul Fitri.
Teksturnya yang padat dan lembut memang cocok dipadukan dengan opor ayam, rendang, maupun sayur santan. Namun karena biasanya dibuat dalam jumlah banyak, ketupat perlu disimpan dengan cara yang tepat agar tidak cepat basi.
Jika penyimpanannya kurang tepat, ketupat bisa cepat berlendir, berbau asam, atau berubah tekstur hanya dalam satu hingga dua hari. Supaya tetap awet dan enak disantap, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah.
Berikut tips menyimpan ketupat agar tahan lebih lama.
1. Tambahkan sedikit air kapur sirih saat membuat ketupat
Sebelum beras dimasukkan ke dalam anyaman janur, Bunda bisa menambahkan sedikit air kapur sirih ke dalam beras yang sudah dicuci bersih.
Air kapur sirih membantu membuat tekstur ketupat lebih kenyal sekaligus memperpanjang daya tahannya. Selain itu, pilih janur yang masih segar dan berwarna hijau muda karena biasanya lebih baik menjaga kualitas ketupat setelah matang.
2. Siram ketupat matang dengan air dingin
Setelah ketupat matang, segera siram permukaannya dengan air dingin. Cara ini membantu membersihkan sisa air rebusan, lendir, atau kotoran yang menempel pada anyaman ketupat.
Selain itu, langkah ini juga membantu menurunkan suhu ketupat lebih cepat sehingga tidak lembap terlalu lama.
3. Gantung ketupat hingga benar-benar kering
Setelah disiram air dingin, ketupat sebaiknya digantung di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.
Cara ini membuat sisa air rebusan menetes keluar sehingga ketupat lebih cepat kering. Ketupat yang digantung biasanya bisa bertahan sekitar dua hingga tiga hari pada suhu ruang.
4. Simpan di kulkas bila tidak langsung dimakan
Jika ketupat tidak habis dalam waktu dekat, simpan di dalam kulkas setelah benar-benar dingin.
Masukkan ketupat ke wadah tertutup rapat atau wadah kedap udara agar tidak lembap dan tidak menyerap aroma makanan lain. Di dalam kulkas, ketupat umumnya bisa bertahan sekitar empat hingga tujuh hari.
5. Kukus kembali sebelum disajikan
Ketupat yang disimpan di kulkas biasanya akan terasa lebih padat. Sebelum disantap, Bunda bisa mengukusnya kembali sekitar 20 sampai 30 menit.
Cara ini membantu mengembalikan teksturnya agar tetap lembut dan lebih nikmat saat disantap bersama lauk Lebaran.
Ketupat yang disimpan dengan benar tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga tetap lezat saat disantap kembali bersama keluarga di hari-hari setelah LebaranÂ
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Amalan yang Bisa Bunda Lakukan Jika Menstruasi di Idul Adha, Boleh ke Tempat Salat Id?
Mom's Life
Bolehkah Puasa Arafah Tapi Belum Bayar Puasa Ramadan? Ini Penjelasan Ahli Bun
Mom's Life
Jadwal Libur Idul Adha 1443 H Versi Pemerintah, Ada Kemungkinan Weekdays?
Mom's Life
6 Tips Penting Supaya Ketupat Tak Mudah Basi, Bunda Perlu Tahu
Mom's Life
5 Cara Menyimpan Ketupat Agar Tak Cepat Basi, Bunda Perlu Tahu
7 Foto
Mom's Life
7 Potret Momen Artis Rayakan Idul Adha 2023, Ada yang di Washington DC
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Beda Idul Adha & Idul Fitri, Mulai dari Makna hingga Salat Lebih Pagi
Ceritakan Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail pada Anak, Asal Mula Kurban Idul Adha
Amalan yang Bisa Bunda Lakukan Jika Menstruasi di Idul Adha, Boleh ke Tempat Salat Id?