sign up SIGN UP search


moms-life

3 Waktu Berhubungan Seks yang Dilarang Dalam Islam

Arina Yulistara   |   Haibunda Senin, 18 Jul 2022 22:20 WIB
Bagi Bunda yang Muslim, ada beberapa waktu berhubungan seks yang dilarang dalam Islam. Yuk cari tahu kapan waktu berhubungan intim yang dilarang dalam Islam? caption

Bagi Bunda yang Muslim, ada beberapa waktu berhubungan seks yang dilarang dalam Islam. Waktu berhubungan intim yang dilarang dalam Islam tentu ada alasan di baliknya. 

Bunda dan Ayah memang bebas memilih waktu kapan saja untuk berhubungan intim. Bahkan bisa melakukan variasi gaya seks apa pun, kecuali yang dilakukan dari dubur.

Sesuai firman Allah SWT yang tertuang dalam Al Quran lewat surat Al Baqarah ayat 223 mengenai seks dalam Islam. Ini bunyi surat Al Baqarah ayat 223;


نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ ۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya:

"Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman." 

Dianjurkan bahwa Bunda dan Ayah bisa memilih cara serta waktu yang baik untuk diri sendiri. Ada waktu-waktu tertentu yang sebaiknya Bunda hindari berhubungan intim dengan Ayah.

Waktu berhubungan seks yang dilarang dalam Islam

Kapan waktu berhubungan seks yang dilarang dalam Islam? Berikut waktu berhubungan seks yang dilarang dalam Islam.

1. Saat menstruasi

Salah satu waktu berhubungan intim yang dilarang dalam Islam adalah bersetubuh saat sedang haid. Sesuai firman Allah SWT yang tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 222 yang berbunyi;

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ - ٢٢٢

Artinya:

"Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, "Itu adalah sesuatu yang kotor." Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri."

Mengutip dari buku 'Mahkota Pengantin' karya Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri', larangan berhubungan seks waktu haid juga tertuang lewat sebuah hadist yang meriwayatkan sabda Rasulullah SAW. Sabda Nabi Muhammad SAW berbunyi sebagai berikut, "Barangsiapa menggauli wanita yang sedang haid atau wanita pada duburnya, atau mendatangi dukun lalu mempercayainya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, at-Tirmidzi)

Bercinta ketika menstruasi juga bisa berbahaya untuk kesehatan. Berhubungan seks waktu haid bisa berisiko mengalami infeksi rahim, endometriosis, hingga menyumbat pembuluh darah jantung yang fatal akibatnya, Bunda. 

2. Siang hari saat puasa Ramadan

Waktu berhubungan suami istri yang dilarang dalam Islam lainnya ketika bersetubuh pada siang hari saat berpuasa di bulan Ramadan. Berhubungan seks saat masih puasa Ramadan tidak hanya batal puasa tapi juga berdosa.

Kalau Bunda dan Ayah melakukannya maka harus membayar denda (kaffara). Apa dendanya?

Berdasarkan buku 'Fiqih Lima Mazhab' yang ditulis oleh Muhammad Jawad Mughniyah, hukum denda yang dimaksud bisa berupa berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberikan makan kepada orang miskin. Hal ini juga disebutkan dalam sebuah hadist yang berbunyi;

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: هَلَكْتُ، وَقَعْتُ عَلَى أَهْلِي فِي رَمَضَانَ، قَالَ: أَعْتِقْ رَقَبَةً قَالَ: لَيْسَ لِي، قَالَ: فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ: لاَ أَسْتَطِيعُ، قَالَ: فَأَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا

Artinya:

"Abu Hurairah meriwayatkan, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW lantas berkata, "Celakalah aku! Aku mencampuri istriku (siang hari) di bulan Ramadan. Beliau bersabda, "Merdekakanlah seorang hamba sahaya perempuan." Dijawab oleh laki-laki itu, "Aku tidak mampu." Beliau kembali bersabda, "Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut." Dijawab lagi oleh laki-laki itu, "Aku tak mampu." Beliau kembali bersabda, "Berikanlah makanan kepada enam puluh orang miskin." (HR. Bukhari)

Teruskan baca halaman berikutnya, yuk.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Atur seks secara berkala dengan suami, jika tidak, ini lho dapak yang Bunda dan suami rasakan:

[Gambas:Video Haibunda]



WAKTU TERBAIK BERHUBUNGAN SEKS
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Artikel Terkait
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!