HaiBunda

MOM'S LIFE

Marak Kasus Hoarding Disorder, Psikiater Ungkap Gangguan Mental Orang Suka Simpan Sampah

Ratih Wulan Pinandu   |   HaiBunda

Kamis, 25 Jul 2024 21:35 WIB
Hording disorder/Foto: Getty Images/Figure8Photos
Jakarta -

Bunda, pernah melihat konten betapa joroknya seseorang karena menyimpan sampah di rumah atau kamarnya? Belakangan konten Hoarding disorder semacam ini semakin banyak diunggah ke media sosial ya.

Melihat hal ini, seorang psikiater dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp. Kj, dalam unggahan TikTok miliknya ikut bersuara. Menurut dr. Zulvia, hoarding adalah kesulitan membuang benda-benda yang sudah tidak terpakai. Sedangkan orang yang melakukannya disebut horder, Bunda.

"Dan ada yang sudah sampai gangguan. Gangguan itu penyakit ya, artinya sudah sakit, yang kita sebut hoarding disorder," ungkap dr. Zulvia dikutip dari Beautynesia.


Hoarding disorder sendiri masuk dalam salah satu jenis gangguan mental. Orang yang mengidapnya akan merasakan cemas dan gelisah ketika harus membuang benda-benda miliknya.

Namun, kebiasaan ini lama-kelamaan akan menginvansi dan memenuhi ruangan tempat orang tersebut tinggal. Seperti di kamar, tempat tidur. Parahnya, mereka bisa tidur di tengah tumpukan sampah.

"Akhirnya orang tersebut menciptakan safe environment, dia akan menciptakan kamar ini adalah tempat amannya. Orang nggak boleh ada yang menginvasi area itu, karena itu udah area aman di mana benda-benda yang nggak sanggup dia buang itu ya dibiarkan di situ dan tinggal bersama benda-bendanya," lanjutnya.

Namun, tidak semua orang yang suka menyimpan barang-barang tidak terpakai didiagnosis sebagai Hoarding disorder ya. Gangguan mental ini baru bisa terdiagnosis ketika diagnosis lainnya sudah tersingkirkan.

"Misalnya, ada orang yang mengalami skizofrenia, yakni gangguan mental berat di mana ada delusi dan halusinasi. Dia itu ada halusinasi untuk dia enggak boleh buang barang. Jadi kita lihat dulu nih, nggak semua orang yang misal ruangan yang udah penuh sampah dan santai-santai aja di kamar tersebut, bukan berarti sudah pasti Hoarding disorder," paparnya.

Selain gangguan delusi dan skizofrenia, ada penyebab lain juga yang menyebabkan seseorang hidup dengan berantakan dan penuh sampah. Apa penjelasan terkait masalah ini?

LANJUTKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

6 Jenis Gangguan Kecemasan yang Wajib Bunda Ketahui

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ucapan Hangat Sheila Dara di Hari Ultah Vidi Aldiano, Bagikan Potret Bareng Almarhum Semasa Hidup

Mom's Life Amira Salsabila

10 Aroma yang Paling Dibenci Kutu yang Ampuh untuk Membasmi

Mom's Life Amira Salsabila

50 Pertanyaan Tes Kepribadian yang Bisa Ungkap Sifat Asli Seseorang

Mom's Life Natasha Ardiah

Kasus Naik, Kenali Gejala Meningitis B pada Anak yang Sering Disangka Flu Biasa

Parenting Nadhifa Fitrina

Berapa Lama Bisa Mencoba Hamil Lagi setelah Keguguran? Ini Kata Pakar

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

50 Pertanyaan Tes Kepribadian yang Bisa Ungkap Sifat Asli Seseorang

10 Aroma yang Paling Dibenci Kutu yang Ampuh untuk Membasmi

Berapa Lama Bisa Mencoba Hamil Lagi setelah Keguguran? Ini Kata Pakar

Kasus Naik, Kenali Gejala Meningitis B pada Anak yang Sering Disangka Flu Biasa

Cara Skrining Riwayat Kesehatan BPJS di Website dan Aplikasi JKN

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK