HaiBunda

MOM'S LIFE

10 Kata yang Sering Diucapkan Tanpa Sadar Bisa Menyakiti Perasaan Orang Lain

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 02 Jan 2026 06:00 WIB
Ilustrasi 10 Kata yang Sering Diucapkan Tanpa Sadar Bisa Menyakiti Perasaan Orang Lain/Foto: Getty Images/Korrawin
Jakarta -

Bunda, setiap orang sebaiknya selalu mempertimbangkan apa yang disampaikan, karena ada kata-kata yang tanpa disadari dapat menyakiti perasaan orang lain.

Orang yang tidak memiliki batasan sering merasa dirinya hanya bersikap jujur atau terus terang, padahal ucapan tersebut bisa berdampak buruk dan memengaruhi perasaan lawan bicaranya.

Apa yang terdengar biasa atau tidak berbahaya bagi satu pihak, bisa jadi sangat menyakitkan bagi pihak yang menerimanya. Lantas, kata apa saja yang sebaiknya Bunda hindari? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.


10 Kata yang bisa menyakiti perasaan orang lain

Untuk membantu Bunda, berikut beberapa kalimat yang perlu Bunda pertimbangkan atau hindari sebelum menyampaikan ke orang lain.

1. “Hanya bercanda”

Dilansir dari laman VegOut, humor adalah alat yang ampuh dalam komunikasi. Namun terkadang, ucapan santai seperti ini setelah komentar yang kasar tidak mengurangi dampaknya.

Orang yang tidak punya batasan sering menggunakan kalimat ini sebagai tambahan, tanpa menyadari bahwa lawan bicara sudah sakit hati.

Tentu saja, ungkapan ini bisa berbahaya karena mengabaikan perasaan orang lain dan membuat mereka mempertanyakan reaksinya sendiri.

2. “Maaf, tapi…”

Ungkapan “Tidak bermaksud menyinggung, tetapi…” seringkali merupakan tanda peringatan bahwa komentar yang menyinggung akan segera dilontarkan.

Orang yang tidak punya batasan sering menggunakan kalimat ini dengan berpikir bahwa itu memberi mereka izin untuk mengatakan apa pun yang mereka inginkan, tanpa mempertimbangkan perasaan orang yang mendengarnya.

3. “Aku cuma mau bilang…”

Ungkapan ini sering berfungsi sebagai penafian untuk komentar yang kasar atau kritis. Orang yang tidak punya batasan dalam berbicara menggunakan kata ini sebagai penahan, percaya bahwa itu melembutkan kata-kata mereka.

Namun, pada kenyataannya, hal itu seringkali memperkuat dampak negatif dari komentar mereka.

4. “Kamu terlalu sensitif”

Ungkapan ini sering digunakan oleh orang-orang yang tidak memiliki batasan dalam berbicara sebagai mekanisme pertahanan ketika seseorang bereaksi negatif terhadap mereka.

Memberi label seseorang sebagai terlalu sensitif adalah cara untuk mengalihkan kesalahan kepada orang yang merasa sakit hati, alih-alih mengambil tanggung jawab atas dampak dari kata-kata mereka sendiri.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki kepekaan dan ambang batas emosional yang berbeda. Apa yang tampak tidak penting bagi satu orang bisa sangat menyakitkan bagi orang lain.

5. “Saya tidak peduli apa yang orang lain pikirkan”

Orang yang tidak punya batasan mungkin menggunakan kata ini untuk membenarkan komentar blak-blakan mereka.

Namun, hal itu dapat membuat orang lain merasa tidak penting atau tidak didengar. Menghargai perasaan dan pendapat orang lain bukan berarti mengorbankan perasaan dan pendapat sendiri, tetapi berarti menunjukkan empati dan pertimbangan dalam interaksi.

6. “Memang begitulah saya”

Ungkapan ini sering digunakan sebagai tameng, cara bagi orang yang tidak memiliki batasan dalam berbicara untuk mengelak dari tanggung jawab atas dampak-dampak kata-kata mereka.

Mengatakan kalimat itu mungkin tampak seperti jalan keluar yang mudah, tetapi hal itu menolak kemungkinan pertumbuhan dan peningkatan diri.

7. “Jujur saja, aku tidak suka pakaianmu”

Kritik bisa bermanfaat jika diminta dan disampaikan secara konstruktif. Namun, komentar negatif yang tidak diminta tentang penampilan seseorang bisa sangat menyakitkan.

Orang yang tidak punya batasan dalam berbicara mungkin berpikir bahwa mereka sedang berbuat baik dengan bersikap jujur. Namun, komentar seperti itu dapat mengikis harga diri seseorang.

8. “Aku hanya bersikap jujur”

Ungkapan ini sering digunakan sebagai pembenaran untuk komentar yang tidak disaring, dengan keyakinan bahwa menjadi ‘nyata’ atau ‘otentik’ berarti mengatakan semua yang terlintas di pikiran.

Namun, ada perbedaan antara otentisitas dan pengabaian terhadap perasaan orang lain. Otentisitas melibatkan bersikap jujur pada diri sendiri sekaligus menghormati perasaan dan pengalaman orang lain.

9. “Saya tidak bermaksud bersikap tidak sopan, tetapi”

Ungkapan ini sering digunakan sebagai pendahuluan untuk komentar yang kasar. Mereka yang mengatakan ini mungkin berpikir bahwa dengan kalimat ini, dapat mengurangi dampak buruk dari kata-katanya.

Namun, seringkali hal itu justru memberikan efek sebaliknya. Hal itu memberi sinyal kepada pendengar bahwa komentar yang menyakitkan akan datang, yang dapat membuat mereka bersikap defensif.

10. “Itu hanya lelucon”

Seringkali orang yang tidak punya batasan dalam berbicara menggunakan humor sebagai kedok untuk berkomentar yang tidak sensitif.

Mereka mungkin berpikir bahwa dengan menyebut lelucon, akan membuatnya kebal terhadap kritik atau penghinaan.

Namun kenyataannya, jika sebuah lelucon menyakiti seseorang, itu bukan sekadar lelucon. Humor seharusnya tidak pernah digunakan sebagai alasan meremehkan, menghina, atau menyakiti orang lain.

Nah, itulah beberapa kata yang sering diucapkan dan tanpa disadari menyakiti orang lain. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Psikolog Ungkap 5 Kalimat Toxic yang Sering Diucapkan Orang Egois

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Risiko Lari Tanpa Pilihan Bra yang Tepat, Ibu Menyusui Perlu Waspada!

Menyusui Indah Ramadhani

Benarkah Ibu Hamil yang Bahagia Melahirkan Bayi yang Bahagia?

Kehamilan Annisa Karnesyia

Didesak PBB, Korea Selatan Akan Hentikan Program Adopsi Anak ke Luar Negeri

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Kata yang Sering Diucapkan Tanpa Sadar Bisa Menyakiti Perasaan Orang Lain

Mom's Life Amira Salsabila

Terpopuler: Potret Laura Theux Lulus Kuliah Usai Jadi Bunda

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Momen Tasya Farasya Umrah saat Tahun Baru, Tak Kuasa Tahan Tangis

Didesak PBB, Korea Selatan Akan Hentikan Program Adopsi Anak ke Luar Negeri

Risiko Lari Tanpa Pilihan Bra yang Tepat, Ibu Menyusui Perlu Waspada!

Benarkah Ibu Hamil yang Bahagia Melahirkan Bayi yang Bahagia?

5 Potret Jason Anak Nana Mirdad dan Andrew White yang Baru Ultah ke-19

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK