HaiBunda

MOM'S LIFE

7 Hal yang Tidak Akan Dibeli Orang Cerdas Meski Menarik

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Kamis, 01 Jan 2026 16:40 WIB
Ilustrasi hal yang tidak akan dibeli orang cerdas meski menarik/ Foto: Getty Images/whyframestudio

Bunda pasti sering melihat berbagai barang yang menarik di toko atau online shop, tapi tahukah Bunda bahwa tidak semua barang layak dibeli? Ada beberapa barang yang tidak dibeli orang cerdas meski terlihat menggiurkan.

Barang-barang tersebut sering kali memikat karena tampilannya yang cantik atau promosi yang meyakinkan, tetapi sebenarnya tidak memberi manfaat jangka panjang. Orang cerdas biasanya lebih bijak dalam memilih, fokus pada kualitas dan kebutuhan daripada sekadar tren.

Seringkali, barang-barang yang tampak menarik justru bisa menjadi pemborosan atau hanya menumpuk tanpa digunakan. Dengan mengetahui barang yang tidak dibeli orang cerdas, Bunda bisa menghindari keputusan belanja yang kurang tepat.


7 Hal yang tidak akan dibeli orang cerdas meski menarik

Bunda, memahami kebiasaan orang cerdas dalam memilih barang juga membantu Bunda untuk menata keuangan dengan lebih bijak. Bubun akan kupas satu per satu barang yang tidak dibeli orang cerdas meski terlihat menggoda. Penjelasan ini dilansir dari VegOut Magazine. Simak selengkapnya di bawah ini, Bunda.

1. Barang yang dibeli hanya untuk membuat orang lain terkesan

Barang pertama yang tidak dibeli orang cerdas

adalah barang yang dibeli hanya untuk membuat orang lain terkesan. Tas mewah untuk pamer di reuni, jam tangan mahal untuk memikat rekan kerja, atau mobil baru untuk mengikuti tetangga seringkali termasuk kategori ini.

Orang cerdas secara emosional tidak menghabiskan uang untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Mereka menyadari bahwa validasi eksternal tidak benar-benar membuat bahagia dan justru menciptakan siklus kebutuhan yang tak berujung.

Ketika membeli sesuatu hanya untuk impress orang lain, sebenarnya itu bisa memberi sinyal bahwa diri sendiri tidak cukup dan butuh barang itu untuk membuktikan nilai. Namun, orang yang ingin dikagumi biasanya tidak peduli, atau mereka pun terjebak dalam permainan yang sama melelahkannya.

2. Barang yang dibeli sebagai pelarian emosional

Apakah Bunda sering merasa ingin membeli sesuatu saat hari buruk di kantor, habis kesal dengan orang lain, atau sedang merasa kesepian? Ternyata salah satu barang yang tidak dibeli orang cerdas adalah barang yang dibeli hanya untuk menghibur diri karena emosi sesaat.

Belanja saat sedih memang terasa memberi kepuasan sesaat, seperti dopamine atau rasa kontrol ketika hidup terasa kacau. Tapi orang cerdas secara emosional akan belajar menghadapi ketidaknyamanan, bukan melarikan diri dengan membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Bunda mungkin pernah merasakan ingin belanja online di malam hari karena cemas atau sedih, lalu bangun keesokan harinya menemukan konfirmasi pesanan yang bahkan tidak diingat. Dari pengalaman Bubun, itulah alasan mengapa barang yang tidak dibeli orang cerdas adalah barang yang dibeli hanya untuk menenangkan emosi karena pada akhirnya hal itu tidak menyelesaikan masalah, malah bisa menambah beban.

3. Barang yang di luar dari kewajiban

Salah satu barang yang tidak dibeli orang cerdas adalah apa pun yang dibeli karena rasa bersalah atau kewajiban. Misalnya hadiah yang sebenarnya tidak mampu dibeli, sumbangan yang terasa dipaksa, atau makan malam mahal yang disetujui hanya untuk tidak terlihat pelit.

Orang cerdas secara emosional memiliki batasan yang jelas soal uang. Mereka tidak membiarkan rasa bersalah atau tekanan sosial menentukan pengeluaran, dan bisa dengan santai berkata bahwa Itu belum masuk anggaran dirinya saat ini tanpa merasa malu.

Bunda, membeli sesuatu hanya karena tidak ingin mengecewakan orang lain sering menimbulkan penyesalan. Orang cerdas memilih ketidaknyamanan sementara daripada menghadapi tekanan finansial dan emosional jangka panjang, sehingga hubungan tetap sehat tanpa harus memaksakan diri.

4. Barang sebagai solusi instan dari setiap masalah

Bunda, salah satu barang yang tidak dibeli orang cerdas adalah suplemen sebagai pengganti tidur atau pengganti makan makanan instan daripada belajar memasak sendiri. Mereka tahu, solusi cepat tidak selalu menyelesaikan masalah yang sebenarnya.

Begitu juga dengan buku self-help yang tidak pernah dibaca, atau skincare mahal sebagai pengganti manajemen stres. Orang cerdas memahami perbedaan antara alat bantu dan sekadar plester sementara untuk masalah yang lebih dalam.

Mereka memilih investasi pada solusi akar masalah, seperti terapi, membangun kebiasaan sehat, dan melakukan perubahan yang kadang tidak nyaman. Dengan begitu, mereka tahu bahwa hasil terbaik tidak selalu diukur dengan uang, melainkan dengan kualitas hidup yang lebih baik.

5. Produk yang menjanjikan perubahan instan

Salah satu barang yang tidak dibeli orang cerdas adalah produk yang menjanjikan perubahan instan, seperti alat olahraga yang katanya bikin badan ideal, planner yang katanya bikin hidup rapi, atau kursus yang katanya mengubah hidup. Orang cerdas memahami bahwa produk-produk ini hanyalah pemenuhan keinginan yang dikemas menjadi barang.

Mereka tahu bahwa membeli matras yoga tidak otomatis membuat seseorang rajin yoga, tetapi yang terjadi hanyalah memiliki matras yoga saja. Perubahan sejati datang dari usaha dan konsistensi, bukan dari sekadar kepemilikan barang.

Banyak orang pernah mencoba membeli identitas melalui barang, misalnya kamera mahal agar dianggap fotografer, sepatu lari agar dianggap pelari, atau mesin roti agar dianggap ahli membuat roti. Orang cerdas mengerti bahwa transformasi sejati membutuhkan tindakan nyata, waktu, dan ketekunan, bukan benda yang bisa dibeli.

6. Penyimpanan untuk barang yang tidak perlu

Barang yang tidak dibeli orang cerdas mencakup berbagai solusi penyimpanan untuk hal-hal yang sebetulnya sebaiknya dibuang. Kotak, keranjang, rak, dan organizer hadir karena kita sering menumpuk barang dan sulit melepaskannya.

Orang yang cerdas secara emosional tidak tergoda membeli storage untuk barang yang jarang atau bahkan tidak pernah digunakan. Mereka paham bahwa menahan barang sering berarti menahan masa lalu, rasa bersalah, atau versi diri yang sudah tidak relevan.

Daripada membeli lebih banyak tempat penyimpanan, mereka lebih dulu bertanya pada diri sendiri, apakah benar-benar membutuhkan ini, atau hanya takut melepaskannya? Jika jawabannya takut melepaskan, mereka mendonasikan atau menjual barang itu, sehingga ruang terbuka kembali dan masalah terselesaikan tanpa biaya tambahan.

7. Barang yang sengaja dibeli untuk mengisi kebosanan

Salah satu barang yang tidak dibeli orang cerdas adalah hal-hal yang sengaja dibeli untuk mengisi kekosongan emosional. Mereka sadar bahwa kesepian atau kebosanan tidak bisa diatasi hanya dengan belanja atau memiliki benda baru.

Orang cerdas emosional tidak membeli hewan peliharaan sebelum siap merawatnya, atau perlengkapan bayi sebelum mereka siap secara emosional. Mereka juga tidak menggantikan kehadiran dan perhatian dengan hadiah mahal karena tahu makna sejati datang dari hubungan, bukan materi.

Polanya memang sulit dikenali karena sangat manusiawi. Kita semua ingin merasa dicintai, berarti, dan terhubung. Namun, orang cerdas paham bahwa arti hidup sejati datang dari memberi kontribusi, membangun hubungan, dan hadir untuk orang lain, bukan dari hal-hal yang hanya tampak menarik.

Bunda perlu tahu bahwa barang yang tidak dibeli orang cerdas biasanya hanya terlihat menarik, tapi sebenarnya kurang memberi manfaat jangka panjang. Dengan memahami hal ini, Bunda bisa lebih bijak dalam memilih dan memprioritaskan kebutuhan yang benar-benar penting.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenali 7 Tanda Seseorang yang Terlahir Egois

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Yulia Rachman Bagikan Momen Haru saat Anak-anaknya Liburan Bareng, Saling Melindungi

Mom's Life Amira Salsabila

Momen Haru Steffi Zamora Melahirkan Anak Pertama, Nino Fernandez Setia Mendampingi

Kehamilan Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

7 Hal yang Tidak Akan Dibeli Orang Cerdas Meski Menarik

Mom's Life Natasha Ardiah

Kapan Bayi Prematur Bisa Mulai MPASI? Simak Penjelasannya

Parenting Asri Ediyati

3 Resep Nasi Kuning Rice Cooker, Pulen Enak dan Praktis

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Yulia Rachman Bagikan Momen Haru saat Anak-anaknya Liburan Bareng, Saling Melindungi

Kapan Bayi Prematur Bisa Mulai MPASI? Simak Penjelasannya

Momen Haru Steffi Zamora Melahirkan Anak Pertama, Nino Fernandez Setia Mendampingi

Kabar Baik! Peneliti China Ungkap Cara Baru Atasi Adenomiosis dengan Metode Lebih Aman

3 Resep Nasi Kuning Rice Cooker, Pulen Enak dan Praktis

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK