Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Viral GERD Ternyata Nggak Bikin Sakit Jantung, Ini Penjelasan Dokter Spesialisnya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 26 Jan 2026 11:35 WIB

Ilustrasi Nyeri Dada
Ilustrasi Sakit Jantung/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Jajah-sireenut
Jakarta -

Media sosial belakangan diramaikan dengan perdebatan soal penyakit GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease. Penyakit ini dikaitkan dengan penyebab sakit jantung atau serangan jantung, Bunda.

Perdebatan bermula dari berita meninggalnya selebgram Lula Lahfa pada Jumat (23/1/26). Lula pernah mengungkap dirinya mengalami GERD sebelum diberitakan meninggal karena henti jantung.

Perlu diketahui, penyakit GERD merupakan kondisi yang terjadi saat asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan. Dilansir laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), GERD dapat menyebabkan gejala heartburn, yakni munculnya rasa panas di bagian belakang tulang dada hingga regurgitasi atau sensasi refluks berupa kembalinya makanan dari lambung ke dalam rongga mulut atau hipofaring.

Lantas, benarkan GERD bisa bikin sakit jantung? Simak penjelasan dari dokter spesialis jantung berikut ini.

GERD dan sakit jantung

GERD tidak berhubungan dengan sakit jantung ya, Bunda. Hal itu disampaikan langsung Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi, dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), FIHA, dalam unggahan di akun Thread miliknya belum lama ini.

"GERD ga bikin sakit jantung. Udah itu aja," tulisnya.

Di postingan lainnya, Bobby kembali menegaskan tentang GERD yang tidak menyebabkan serangan jantung. Namun, masyarakat sering kali keliru karena ada gejala serangan jantung yang serupa dengan gejala GERD.

"GERD tidak bikin serangan jantung, hanya ada serangan jantung yg gejala menyerupai GERD. Ini yg sering disalahpahami masyarakat," ungkap Bobby.

Menurut Bobby, tidak semua orang berisiko mengalami serangan jantung. Ada beberapa faktor risiko serangan jantung, seperti penyakit penyerta dan gaya hidup tidak sehat.

"Sebelum overthinking, tidak semua orang beresiko terkena serangan jantung. Diantara yg beresiko: perokok, hipertensi dan diabetes tanpa pengobatan. Jaga kesehatan ya temen2," ujarnya dalam akun Thread @dr.bobbyjantung.

Penjelasan Bobby ini muncul setelah banyak netizen mengomentari unggahannya soal GERD yang disebut tidak menyebabkan sakit jantung. Salah satu netizen bahkan 'ngotot' mengaitkan kedua kondisi tersebut dan seakan 'menggurui' sang dokter.

"Gak bikin sakit jantung tapi dada sesak, kematian Lula henti napas, henti nafas henti antung karna kurangnya oksigen yg mengalir ke darah, darah tidak mengalir, jantung berhenti!! GERD anxiety memang gak bikin sakit jantung tapi bisa berhubungan dengan jantung, belajar lagi deh dok!!" tulis akun @ju***, mengomentari postingan Bobby.

Ilustrasi Nyeri DadaIlustrasi Nyeri Dada/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Jajah-sireenut

Penjelasan medis GERD atau maag tidak bikin sakit jantung

Dalam keterangan lain di akun Instagram miliknya, Bobby mengunggah ilustrasi video untuk menjelaskan bahwa GERD atau penyakit maag tidak menyebabkan serangan jantung. Di video ini, Bobby mengungkap bahwa gejala di nyeri ulu hati, yang sering dikeluhkan pasien maag, bisa saja merupakan serangan jantung.

"Gejala nyeri ulu hari bisa disebabkan oleh banyak penyakit. Akan tetapi, ada satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian mendadak, dan itu ternyata bukan nyeri ulu hati karena penyakit lambung. Penyakit itu adalah serangan jantung," katanya.

Menurut Bobby, serangan jantung memang dapat menyerupai gejala sakit maag. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut juga stemi inferior atau serangan jantung yang menyebabkan kerusakan otot jantung bagian bawah yang berada di dekat area ulu hati.

"Serangan jantung bisa menyerupai gejala sakit maag. Hal ini terjadi jika serangan jantung menyebabkan kerusakan otot jantung bagian bawah. Dalam medis dikenal sebagai stemi inferior," ujar Bobby.

"Serangan jantung jenis ini muncul ketika penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah koroner bagian kanan jantung di mana keadaan ini menyebabkan berkurangnya suplai oksigen secara drastis ke otot jantung bagian bawah yang berada tepat di area ulu hati, sehingga gejala yang ditemukan mirip dengan sakit maag."

Berbeda dengan gejala sakit GERD atau maag, pada serangan jantung, pasien akan mengeluhkan gejala lain selain nyeri ulu hati. "Bedanya, sakit ulu hati pada serangan jantung terasa jauh lebih berat dan disertai dengan gejala yang lain seperti keringat dingin, pusing, bahkan pingsan," ungkap Bobby.

Lebih lanjut, Bobby mengedukasi masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit bila mengalami serangan jantung dan masuk kelompok berisiko. Di rumah sakit, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebabnya.

"Jika ada pasien dengan gejala seperti ini, dan memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti diabetes, hipertensi, merokok, kolesterol yang tinggi, dan usia lanjut, maka wajib segera dibawa ke IGD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan melakukan pemeriksaan rekam dan enzim jantung untuk memastikan apakah ini suatu serangan jantung atau bukan," kata Bobby.

Bobby juga mengatakan bahwa faktor risiko serangan jantung dapat dikendalikan, Bunda. Salah satunya dengan mengonsumsi obat.

"Adapun jika punya faktor risiko ini dan dikendalikan dengan baik (minum obat), insyaAllah meminimalkan risiko terkena serangan jantung di kemudian hari."

Demikian penjelasan dokter spesialis terkait GERD yang tidak menyebabkan serangan jantung. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda