MOM'S LIFE
Fitur Wajah Ini Sering Dianggap Ciri Orang Baik, Ini Fakta Menariknya
Natasha Ardiah | HaiBunda
Selasa, 03 Feb 2026 13:40 WIBBunda, banyak orang menilai karakter seseorang hanya dari tampilan fisik, termasuk dari wajahnya. Beberapa fitur wajah tertentu bahkan sering dianggap sebagai ciri orang baik oleh banyak orang di kehidupan sehari-hari.
Penilaian ini biasanya muncul secara spontan karena dipengaruhi pengalaman, budaya, dan persepsi sosial. Namun, tidak semua fitur wajah yang terlihat ramah benar-benar bisa menjadi patokan pasti sebagai ciri orang baik.
Mengutip dari laman Columbia Magazine, seorang profesor madya psikologi dan direktur Laboratorium Ilmu Kognitif Sosial dan Saraf Columbia, Jonathan B. Freeman, menyebut bahwa manusia cenderung membuat kesan pertama hanya dalam hitungan detik. Hal ini membuat beberapa bentuk wajah lebih mudah diasosiasikan dengan ciri orang baik meski belum tentu mencerminkan sifat aslinya.
Namun menariknya, kesan pertama dari wajah belum tentu mencerminkan kepribadian asli seseorang. Yuk, kita bahas faktanya secara lebih dalam, Bunda. Simak selengkapnya di bawah ini.
Mengapa fitur wajah sering dikaitkan dengan ciri kepribadian orang?
Beberapa fitur wajah sering dikaitkan dengan kesan ramah dan hangat. Fitur tersebut sering dianggap sebagai ciri orang baik oleh banyak orang.
Persepsi ini terbentuk dari pengalaman sosial dan budaya. Sebuah penelitian dari tim psikolog yang dipimpin oleh direktur Laboratorium Ilmu Kognitif Sosial dan Saraf Columbia, Jonathan B. Freeman, menunjukkan bahwa manusia cenderung menilai sifat seseorang hanya dari wajah, meski sering kali tidak akurat. Kesan ini terbentuk dari pengalaman, keyakinan, dan cara otak memproses informasi sosial yang kita lihat sehari-hari.
“Para psikolog sejak lama mengira bahwa respons kita terhadap wajah manusia begitu mengakar dalam biologi evolusi kita sehingga tidak dapat diubah, tetapi kami telah menunjukkan bahwa itu tidak benar.”
““Pada dasarnya, hubungan yang kita anggap ada antara bentuk wajah dan sifat seseorang sebenarnya bisa berubah atau dihilangkan, jadi kita tidak harus selalu mengandalkannya, terutama jika bisa menimbulkan dampak buruk,” kata seorang profesor madya psikologi, Jonathan B. Freeman.
Psikolog memiliki istilah khusus untuk menjelaskan kecenderungan manusia menilai karakter seseorang hanya dari penampilan wajah. Fenomena ini disebut Face Overgeneralization, yaitu saat kita memberi makna berlebihan pada ekspresi atau bentuk wajah seseorang.
Fitur wajah yang sering dianggap ciri orang baik
Berdasarkan persepsi sosial yang berkembang di masyarakat, ada beberapa tampilan fitur wajah yang sering langsung diasosiasikan dengan sifat ramah dan tulus. Berikut ini fitur wajah yang kerap dianggap sebagai ciri orang baik oleh banyak orang yang dikutip dari Columbia Magazine:
1. Fitur wajah seperti bayi (baby face) dianggap lebih ramah
Bunda, beberapa orang dengan mata besar, pipi tembam, dan bentuk bibir yang tampak melengkung ke atas sering langsung dinilai ramah oleh orang lain. Tidak heran jika kombinasi fitur wajah ini kerap dianggap sebagai ciri orang baik saat pertemuan pertama.
Secara psikologis, wajah dengan kesan seperti bayi dengan mata besar dan pipi tembam bisa memicu dorongan alami manusia untuk melindungi dan merasa hangat terhadap orang tersebut. Reaksi ini membuat banyak orang tanpa sadar menghubungkan tampilan tersebut dengan ciri orang baik.
Akibatnya, orang dengan fitur wajah seperti ini sering dianggap lebih mudah dipercaya, murah hati, dan mudah didekati. Padahal, penting diingat bahwa ciri orang baik tidak bisa ditentukan hanya dari bentuk wajah saja.
2. Fitur wajah tegas dinilai lebih kuat dan mampu diandalkan
Fitur wajah tegas sering membuat seseorang terlihat percaya diri dan berwibawa di mata orang lain. Oleh karena itu, banyak orang mengaitkannya sebagai salah satu ciri orang baik yang terlihat kuat dan dapat dipercaya.
Orang dengan wajah tegas juga kerap dinilai cerdas, sukses, dan mampu diandalkan dalam berbagai situasi. Penilaian ini membuat fitur tersebut semakin sering dianggap sebagai ciri orang baik oleh lingkungan sosial.
Selain itu, kesan ramah juga bisa muncul meski ekspresi wajah terlihat serius. Inilah yang membuat sebagian orang masih menghubungkan fitur wajah tegas dengan ciri orang baik, meski tidak selalu mencerminkan sifat asli seseorang.
3. Fitur wajah simetris dinilai lebih proporsional
Wajah yang simetris sering dianggap menarik karena memberi kesan seimbang dan proporsional. Oleh sebab itu, banyak orang tanpa sadar mengaitkannya sebagai salah satu ciri orang baik saat pertama kali bertemu.
Secara evolusi, manusia cenderung tertarik pada wajah simetris karena dulu dianggap menandakan kondisi genetik yang sehat. Persepsi ini ikut membentuk anggapan bahwa wajah simetris dekat dengan gambaran ciri orang baik di mata banyak orang.
Namun, penting dipahami bahwa kesimetrisan wajah tidak menentukan sifat atau kepribadian seseorang. Mengandalkan tampilan fisik saja untuk menilai ciri orang baik bisa membuat kita salah memahami karakter asli seseorang.
Perbedaan persepsi wajah antar budaya dan pengaruh stereotip sosial
Dalam kehidupan sehari-hari, cara kita melihat wajah seseorang ternyata juga dipengaruhi oleh budaya tempat kita tumbuh. Penelitian yang dilakukan oleh tim psikolog Jonathan B. Freeman menunjukkan bahwa orang dari budaya berbeda bisa menilai ekspresi wajah secara berbeda, sehingga apa yang dianggap ramah atau memiliki ciri orang baik di satu negara belum tentu sama di negara lain.
Misalnya orang Amerika bisa menganggap wajah yang terlihat sedih sebagai agresif, sementara sebagian orang Argentina justru melihatnya sebagai tanda kepedulian.
Selain budaya, pengalaman sosial juga memengaruhi cara kita menilai wajah orang lain. Misalnya, jika sejak kecil seseorang terbiasa melihat stereotip tertentu, maka tanpa sadar ia bisa menganggap wajah tertentu sebagai ciri orang baik atau sebaliknya.
“Stereotip ras atau gender apa pun yang telah Anda internalisasi berpotensi membentuk persepsi visual Anda,” kata Freeman.
Hal ini menunjukkan bahwa penilaian wajah bukan hanya soal bentuk mata, pipi, atau senyum saja. Sering kali, anggapan tentang ciri orang baik terbentuk dari kebiasaan sosial, pengalaman hidup, dan lingkungan tempat seseorang dibesarkan.
Bunda, memahami hal ini bisa membantu kita mengajarkan anak untuk tidak menilai orang hanya dari penampilan. Karena pada akhirnya, ciri orang baik lebih terlihat dari sikap, empati, dan cara seseorang memperlakukan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)