Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

10 Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Kembali, Bisa Berbahaya!

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Selasa, 03 Feb 2026 15:40 WIB

Seafood platter. Grilled lobster, shrimps, scallops, langoustines, octopus, squid on white plate.
Ilustrasi seafood / Foto: Getty Images/iStockphoto/lsvvsl
Daftar Isi

Bunda, sering kali kita memanaskan ulang makanan sisa tanpa berpikir panjang. Padahal, ada beberapa makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali karena bisa menurunkan kualitas bahkan memicu risiko kesehatan.

Tanpa disadari, cara mengolah makanan yang kurang tepat bisa membuat zat di dalamnya berubah menjadi berbahaya. Inilah alasan penting bagi Bunda untuk mengenali daftar makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali sejak sekarang.

Dengan mengetahui informasi ini, Bunda bisa lebih bijak saat menyimpan dan mengolah makanan di rumah. Yuk, pahami lebih dalam tentang makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali agar keluarga tetap aman dan sehat.

10 Makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali

Dikutip dari laman Times of India dan Southern Living, terdapat 10 jenis makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali karena berpotensi menurunkan kualitas nutrisi serta membahayakan kesehatan jika dikonsumsi. Berikut ini adalah daftar 10 makanan yang perlu Bunda perhatikan agar tetap aman saat diolah dan disajikan kembali.

1. Telur

Bunda, telur termasuk salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali karena teksturnya bisa berubah menjadi kenyal. Telur yang dipanaskan kembali juga dapat mengeluarkan bau belerang yang kurang sedap. Oleh karena itu, untuk menghindari risiko tersebut, sebaiknya Bunda memasak telur segar dan langsung mengonsumsinya.

Mengutip Southern Living, Bunda disarankan menghindari makan telur sisa. Selain teksturnya menjadi kenyal, memanaskan ulang telur terlalu lama atau berulang kali bisa berbahaya dan berisiko membuat tubuh sakit.

Selain teksturnya menjadi kenyal, memanaskan ulang telur bisa berbahaya jika dipanaskan terlalu lama atau berulang kali. Telur berubah menjadi hijau karena terlalu matang akibat oksidasi nitrogen dan oleh karena itu sebenarnya dapat membuat Bunda sakit.

2. Ayam

Bunda, ayam termasuk salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali jika tidak ditangani dengan tepat. Memanaskan ulang ayam bisa membuat protein berubah sehingga teksturnya menjadi keras dan kering.

Selain itu, ayam yang disimpan kurang baik berisiko memicu penyakit bawaan makanan. Untuk lebih aman, simpan ayam di lemari es dan panaskan hanya porsi yang akan dimakan hingga suhu internal mencapai 74 derajat Celsius agar membunuh bakteri yang ada di dalamnya. 

3. Hidangan laut (seafood) 

Hidangan laut atau seafood juga termasuk makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali karena sangat mudah terkontaminasi bakteri jika penanganannya kurang tepat. Makanan laut seperti udang, ikan, dan sebagainya yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan.

Selain itu, memanaskan ulang seafood sering membuat rasa dan teksturnya menurun, bahkan berisiko memicu gangguan kesehatan bila penyimpanannya tidak benar. Dengan demikian, seafood sebaiknya langsung dikonsumsi setelah dimasak atau segera didinginkan lalu dipanaskan kembali dengan sangat hati-hati jika memang diperlukan. 

4. Jamur

Jamur memiliki kandungan protein dan nutrisi yang bisa berubah ketika dipanaskan ulang sehingga berpotensi memicu gangguan pencernaan. Oleh karena itu, jamur sering masuk dalam kategori makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali demi menjaga keamanan saat dikonsumsi.

Selain berisiko bagi kesehatan, jamur yang dipanaskan kembali biasanya berubah tekstur menjadi lebih keras dan kurang nikmat. Bunda sebaiknya memasak jamur segar lalu langsung mengonsumsinya, atau menyimpannya di lemari es tanpa memanaskan ulang sisa masakan.

5. Bayam

Bayam dikenal memiliki kandungan nitrat yang cukup tinggi yang bisa berubah menjadi nitrit saat dipanaskan ulang. Inilah alasan bayam sering disebut sebagai salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Risiko ini bisa lebih berbahaya bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Bunda sebaiknya mengonsumsi bayam segar, menyimpannya dengan benar, dan menghabiskannya dalam satu atau dua hari tanpa memanaskan ulang sisa masakan.

6. Pizza

Memanaskan ulang pizza bisa membuat bagian kerak menjadi lembek dan keju yang meleleh tidak merata. Jika penyimpanannya kurang tepat, pizza juga dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri sehingga sering dikaitkan sebagai makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali.

Untuk menjaga kualitas dan keamanan, Bunda sebaiknya menyimpan sisa pizza di lemari es dengan wadah tertutup. Saat ingin menghangatkannya, gunakan oven dan hindari memanaskan pizza berulang-ulang kali.

7. Kentang (goreng dan tumbuk) 

Kentang yang sudah dimasak bisa berisiko bila tidak disimpan dengan benar karena dapat memicu kondisi botulisme akibat bakteri penghasil racun. Hal ini membuat kentang sering dimasukkan dalam daftar makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali jika sebelumnya dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.

Untuk mengurangi risiko, Bunda sebaiknya segera menyimpan kentang matang di lemari es dan cukup memanaskan ulang satu kali saja. Hindari membiarkan kentang matang berada di luar terlalu lama sebelum disimpan.

Khusus kentang goreng, biasanya sudah melalui dua kali proses pemasakan sebelum disajikan sehingga memanaskan ulang bisa membuatnya terlalu berminyak. Sementara kentang tumbuk masih bisa dipanaskan kembali, tetapi umumnya rasa dan teksturnya tidak sebaik saat baru dimasak.

8. Labu atau Zucchini

Zucchini dan berbagai jenis labu memang bisa menjadi pelengkap hidangan yang lezat dan bergizi. Namun, sayuran ini sering masuk daftar makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali karena kualitasnya bisa menurun setelah disimpan dan dipanaskan ulang.

Kandungan air yang tinggi pada zucchini dan labu membuat teksturnya mudah menjadi sangat berair dan lembek saat dipanaskan kembali. Oleh karena itu, Bunda sebaiknya mengolah secukupnya dan langsung mengonsumsinya agar rasa dan teksturnya tetap optimal.

9. Nasi

Nasi sering dianggap aman untuk dipanaskan ulang, padahal termasuk makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali jika tidak disimpan dengan benar. Nasi yang dibiarkan pada suhu ruang bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri seperti Bacillus cereus.

Bakteri tersebut dapat bertahan setelah proses memasak dan terus berkembang jika nasi dibiarkan terlalu lama sebelum disimpan. Jika kemudian dipanaskan kembali, bakteri dapat menghasilkan racun yang berisiko menyebabkan keracunan makanan.

Untuk mengurangi risiko, Bunda sebaiknya memasak nasi secukupnya sesuai kebutuhan makan. Jika ada sisa, segera dinginkan di lemari es dan panaskan hanya porsi yang akan dikonsumsi hingga panas merata.

10. Steak daging

Steak daging sering dianggap sebagai salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali karena kualitasnya mudah menurun setelah disimpan. Saat berada di lemari es, serat otot pada daging bisa mengeras sehingga hasilnya menjadi kurang nikmat saat dimakan.

Berdasarkan hal tersebut, steak disarankan agar dimasak atau dipesan secukupnya untuk sekali makan. Jika dipanaskan ulang, teksturnya cenderung menjadi kering dan terasa kurang memuaskan.

Bunda, itulah 10 daftar makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali. Memahami daftar makanan tersebut bisa membantu menjaga kualitas gizi sekaligus melindungi kesehatan keluarga di rumah. Semoga informasi ini membuat Bunda lebih bijak dalam menyimpan dan mengolah makanan sehari-hari.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda