MOM'S LIFE
Bacaan Doa Niat Mandi Keramas Puasa Ramadhan Lengkap: Arab, Latin, Arti & Tata Caranya
Azhar Hanifah | HaiBunda
Selasa, 17 Feb 2026 15:40 WIBMenjelang bulan suci, banyak Bunda yang bertanya-tanya tentang bacaan doa niat mandi keramas puasa Ramadhan lengkap beserta tata caranya. Apakah mandi sebelum puasa itu wajib?
Bagaimana jika belum sempat mandi wajib hingga masuk waktu Subuh? Pertanyaan-pertanyaan ini wajar muncul, apalagi saat ingin menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan.
Pada dasarnya, mandi wajib hanya diperuntukkan bagi yang sedang dalam keadaan hadas besar, sementara mandi sebelum Ramadhan umumnya bersifat sunnah sebagai bentuk persiapan menyambut bulan penuh berkah.
Agar tidak keliru, yuk pahami bacaan niat mandi wajib dan sunnah, arti lengkapnya, hingga tata cara yang benar dalam artikel di bawah ini!
Apakah wajib mandi keramas sebelum puasa Ramadhan?
Melansir dari beberapa sumber, mandi wajib sebelum puasa Ramadhan sebenarnya tidak termasuk amalan yang diwajibkan menjelang datangnya bulan suci.
Mandi wajib hanya disyariatkan bagi Muslim yang sedang dalam keadaan hadas besar dan hendak melaksanakan ibadah, seperti salat. Jadi, jika Bunda tidak berada dalam kondisi tersebut, tidak ada kewajiban khusus untuk mandi wajib tepat sebelum mulai berpuasa.
Adapun mandi sebelum Ramadhan lebih bersifat sunnah dan menjadi bagian dari ikhtiar untuk mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah. Dalam fikih, mandi wajib menjadi keharusan ketika seseorang mengalami janabah.
Mengutip buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut 4 Mazhab karya Ahmad Sarwat, Lc., MA, istilah janabah merujuk pada kondisi setelah berhubungan suami istri.
Selain itu, mandi besar juga diwajibkan ketika seseorang mengeluarkan air mani, selesai haid atau nifas, melahirkan, serta dalam kondisi tertentu lainnya sesuai syariat.
Sementara itu, dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri dijelaskan adanya anjuran mandi pada malam-malam bulan Ramadhan. Namun, mandi tersebut berstatus sunnah, bukan wajib.
"Dan sisa mandi-mandi yang disunnahkan telah disebutkan dalam kitab-kitab yang panjang pembahasannya. Di antaranya adalah membersihkan badan karena hendak memasuki kota Madinah,... dan setiap malam di bulan Ramadhan. Imam Al-Adzra'i hanya membatasi pada orang yang hendak menghadiri berjemaah, sementara menurut pendapat yang kuat tidak ada pembatasan dalam hal itu," tulis kitab tersebut.
Waktu pelaksanaan mandi sebelum puasa Ramadhan
Bunda, mandi besar sunnah sebelum puasa Ramadhan bisa dilakukan setiap malam selama bulan suci. Amalan ini menjadi salah satu bentuk persiapan diri sebelum menjalani ibadah puasa keesokan harinya, dengan harapan tubuh dan hati lebih siap serta mendapatkan keberkahan.
Adapun untuk mandi wajib karena hadas besar, waktunya masih diperbolehkan hingga sebelum salat Subuh dilaksanakan.
Artinya, jika seseorang memasuki waktu fajar dalam keadaan junub, puasanya tetap sah selama ia segera mandi wajib sebelum menunaikan salat.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasuki waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi, kemudian beliau mandi dan tetap melanjutkan puasanya (HR. Bukhari dan Muslim).
Perbedaan mandi wajib dan mandi sunnah puasa Ramadhan
Bunda, mandi sebelum menjalankan puasa Ramadhan kerap menjadi pertanyaan. Secara umum, mandi sebelum puasa terbagi menjadi dua, yaitu mandi sunnah dan mandi wajib.
Berikut ini perbedaan dari mandi wajib dan mandi sunnah puasa Ramadhan yang dikutip dari detikcom.
Hukum mandi besar sunnah sebelum puasa Ramadhan
Mandi atau keramas sebelum berpuasa merupakan bagian dari menjaga kebersihan diri yang dianjurkan dalam Islam. Bagi Bunda yang tidak sedang berada dalam keadaan hadas besar, mandi besar sebelum puasa termasuk amalan sunnah.
Artinya, boleh dilakukan dan bernilai ibadah, tetapi tidak menjadi syarat sah puasa.
Mandi sunnah sebelum puasa Ramadhan serupa dengan mandi yang dianjurkan sebelum salat Jumat, salat Idul Fitri, Idul Adha, atau ibadah besar lainnya. Dalam beberapa kitab fikih dijelaskan bahwa mandi sunnah ini dianjurkan dilakukan setiap malam selama bulan Ramadhan tanpa pembatas waktu tertentu.
Hukum mandi wajib sebelum puasa Ramadhan
Berbeda dengan mandi sunnah, mandi wajib berkaitan langsung dengan kondisi hadas besar. Seorang Muslim diwajibkan mandi besar jika berada dalam keadaan junub, misalnya setelah berhubungan suami istri, haid, nifas, atau keluarnya air mani.
Namun perlu dipahami, ibadah puasa tidak mensyaratkan seseorang sudah dalam suci sejak sebelum imsak. Artinya, puasa Ramadhan tetap sah meskipun seseorang masih dalam keadaan junub saat masuk waktu Subuh, selama ia segera melaksanakan mandi wajib sebelum menunaikan salat.
Meski demikian, mandi wajib sebaiknya tidak ditunda terlalu lama. Pasalnya, seseorang yang belum mandi besar tidak diperbolehkan melaksanakan salat.
Oleh karena itu, mandi wajib tetap perlu dilakukan sesegera mungkin agar ibadah lain dapat dijalankan dengan sempurna.
Bacaan niat mandi wajib puasa Ramadhan
Mandi wajib sebelum menjalankan puasa Ramadhan diperuntukkan bagi mereka yang berada dalam kondisi hadas besar.
Berikut bacaan niat mandi wajib sebelum puasa Ramadhan yang dikutip dari buku Bekal Menyambut Bulan Suci Ramadhan karya Dr. H. Kholilurrohman, MA:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."
Bacaan niat mandi besar sunnah sebelum puasa Ramadhan
Di bawah ini merupakan bacaan untuk niat mandi besar sunnah sebelum puasa Ramadhan.
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Nawaitu adâ'al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala.
Tata cara mandi wajib dan sunnah sebelum puasa Ramadhan yang benar
Terdapat beberapa tata cara mandi wajib dan sunnah yang dilakukan sebelum puasa Ramadhan yang benar. Berikut langkah-langkahnya agar mandi dilakukan secara sah dan sempurna.
1. Mengawali dengan membaca niat
Langkah pertama adalah membaca niat mandi wajib atau mandi sunnah. Niat ini menjadi pembeda antara mandi biasa dan mandi besar.
2. Membersihkan kedua tangan
Setelah berniat, Bunda bisa membersihkan kedua tangan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan tangan terbebas dari kotoran atau najis sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya.
3. Menyucikan bagian tubuh yang kotor
Selanjutnya, bersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor, khususnya area sekitar kemaluan.
4. Membilas tangan kembali
Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor, bilas kembali kedua tangan hingga bersih. Bunda bisa menggunakan sabun agar tangan benar-benar suci.
5. Melaksanakan wudhu
Kemudian, lakukan wudhu seperti biasa sebagaimana wudhu sebelum salat.
6. Mengguyur kepala dengan air
Setelah wudhu, guyur kepala dengan air hingga merata. Disunahkan mengguyur kepala sebanyak tiga kali sampai air mengenai pangkal rambut.
7. Menyela-nyela rambut
Sela-menyela rambut menggunakan jari-jari tangan agar air benar-benar sampai ke kulit kepala. Bagi laki-laki, menyela rambut menjadi kewajiban, sedangkan bagi perempuan hukumnya sunnah, selama air sudah sampai ke pangkal rambut.
8. Mengalirkan air ke seluruh tubuh
Terakhir, alirkan air ke seluruh tubuh secara merata, dimulai dari sisi kanan kemudian dilanjutkan ke sisi kiri. Pastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat agar mandi wajib maupun mandi sunnah menjadi sah.
Doa setelah mandi wajib puasa Ramadhan
Membaca doa setelah mandi wajib merupakan amalan yang dianjurkan atau bersifat sunnah. Mengutip buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menuurt Empat Madzhab karya Isnan Ansory, berikut bacaan doa yang dapat Bunda baca setelah mandi wajib:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri,"
Rukun dan sunnah mandi wajib
Melansir dari buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir karya Zakaria R. Rachman serta kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Ghazali, berikut rukun dan sunnah untuk mandi wajib.
Rukun mandi wajib
Rukun mandi wajib adalah hal-hal pokok yang harus dilakukan agar mandi dinyatakan sah, yaitu:
- Niat, sebagai pembeda antara mandi biasa dan mandi untuk bersuci dari hadas besar.
- Mengalirkan air ke seluruh tubuh secara merata, dari ujung kepala hingga kaki, tanpa ada bagian yang terlewat.
Sunnah mandi wajib
Selain rukun, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk menyempurnakan mandi wajib, antara lain:
-
Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.
-
Membersihkan najis atau kotoran yang menempel di tubuh.
-
Berwudhu sebelum mengguyur seluruh badan.
-
Mengguyur kepala tiga kali.
-
Memulai siraman dari sisi tubuh kanan tiga kali, lalu dilanjutkan sisi kiri tiga kali.
-
Menggosok seluruh tubuh hingga bersih sebanyak tiga kali.
-
Menyela rambut dan jenggot agar air sampai ke kulit.
-
Memastikan air mengenai lipatan kulit serta pangkal rambut.
Batasan waktu mandi wajib di bulan puasa Ramadhan
Bunda, salah satu pertanyaan yang sering muncul saat Ramadhan adalah kapan batas waktu mandi wajib jika sedang dalam keadaan junub. Perlu dipahami, puasa dimulai sejak terbit fajar (waktu Subuh) hingga terbenam matahari.
Jika seseorang memasuki waktu Subuh masih dalam kondisi junub, puasanya tetap sah dan tidak batal.
Hal ini merujuk pada hadis berikut:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ حُلْمٍ ثُمَّ يَصُومُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Artinya:
“Rasulullah SAW pernah masuk waktu Subuh dalam keadaan masih junub yang bukan karena mimpi, kemudian beliau berpuasa.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa keadaan junub saat Subuh tidak membatalkan puasa. Sebab, puasa bukan termasuk ibadah yang mensyaratkan suci dari hadas besar.
Berbeda halnya dengan salat, thawaf, menyentuh Al-Qur’an, atau berdiam diri di masjid, yang semuanya mewajibkan seseorang dalam keadaan suci.
Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an, M. Quraish Shihab, menjelaskan bahwa mandi junub sebaiknya dilakukan sebelum waktu Subuh berakhir.
“Bukan karena itu membatalkan puasa, tetapi karena Anda harus salat Subuh. Mandi junub harus sebelum waktu Subuh berlalu,” tuturnya.
Artinya, batas waktu mandi wajib di bulan puasa Ramadhan berkaitan dengan kewajiban salat Subuh, bukan dengan sah atau tidaknya puasa.
Jadi, jika Bunda atau Ayah masih dalam keadaan junub saat fajar tiba, puasanya tetap sah, tetapi mandi wajib perlu segera dilakukan agar dapat menunaikan salat Subuh dalam keadaan suci.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)