MOM'S LIFE
Tak Boleh Sering, Ini Batas Aman Santan Dipanaskan Ulang
Azhar Hanifah | HaiBunda
Selasa, 24 Mar 2026 13:50 WIBMasakan bersantan seperti opor, gulai, atau kari sering menjadi hidangan favorit di rumah. Namun, tidak jarang makanan tersebut masih tersisa dan akhirnya disimpan di kulkas untuk dipanaskan kembali keesokan harinya. Pertanyaannya, apakah santan aman jika dipanaskan berulang kali?
Faktanya, memanaskan makanan bersantan terlalu sering tidak disarankan karena dapat memengaruhi kualitas rasa, tekstur, hingga kandungan gizinya. Selain itu, pemanasan berulang juga berpotensi menimbulkan perubahan pada kandungan lemak dalam santan yang kurang baik bagi kesehatan.
Karena itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui batas aman santan dipanaskan ulang, serta cara menyimpan makanan bersantan agar tetap aman dikonsumsi. Lalu, sebenarnya berapa kali santan boleh dipanaskan dan apa saja dampaknya jika terlalu sering dipanaskan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini ya, Bunda.
Sehatkah menghangatkan makanan bersantan?
Menurut spesialis penyakit dalam di Mayapada Hospital, dr. Ray Rattu, SpPD, makanan bersantan yang disimpan di dalam kulkas sebenarnya masih boleh dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi. Meski begitu, ada batasan yang perlu diperhatikan agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga.
"Sebaiknya makanan disimpan maksimal 24 jam dan hanya dipanaskan sekali saja. Jika dipanaskan berulang kali, apalagi makanan tersebut mengandung santan yang kaya lemak, hal itu dapat menyebabkan kejenuhan pada komponen di dalam makanan tersebut," ujar dr. Ray, dikutip dari detikcom.
Pemanasan makanan bersantan berulang kali berpotensi memicu perubahan pada kandungan lemaknya. Lemak dalam santan dapat mengalami perubahan menjadi senyawa asam lemak jenuh yang dalam jangka panjang berisiko meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Selain itu, cara penyimpanan juga sangat berpengaruh terhadap keamanan makanan. dr. Ray menjelaskan bahwa sisa makanan sebaiknya segera disimpan di dalam kulkas dengan suhu dingin agar pertumbuhan bakteri bisa ditekan.
dr. Ray menambahkan bahwa bakteri tetap bisa bertahan pada suhu yang sangat rendah, meskipun pertumbuhannya jauh lebih lambat.
“Walaupun ada bakteri yang masih bisa bertumbuh di bawah 0 derajat Celsius, suhu dingin tetap dapat mengurangi pertumbuhan bakteri dan membantu menjaga makanan lebih awet. Dalam hal ini, suhu dingin bisa menjadi pengawet alami dalam arti yang positif,” ujar dr. Ray.
Batas aman memanaskan santan
Makanan yang mengandung santan sebaiknya tidak dipanaskan berulang kali. Pasalnya, proses pemanasan yang terlalu sering dapat mengubah tekstur serta menurunkan kualitas nutrisi dalam santan.
Selain itu, pemanasan berulang juga berisiko memicu terbentuknya senyawa yang kurang baik bagi kesehatan. Karena itu, banyak ahli menyarankan agar santan hanya dipanaskan satu kali saja setelah dimasak, sehingga rasa, tekstur, dan kandungan gizinya tetap terjaga.
Dikutip dari berbagai sumber, pemanasan satu kali dinilai sebagai cara paling aman untuk mempertahankan kualitas makanan bersantan.
Cara menyimpan santan agar tahan lama
Agar santan tetap aman dikonsumsi dan kualitasnya terjaga, penting untuk menyimpannya dengan cara yang tepat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Santan segar
Jika santan tidak langsung digunakan, sebaiknya simpan dalam wadah tertutup rapat lalu letakkan di dalam kulkas. Santan segar idealnya digunakan dalam waktu 1-2 hari agar tetap segar dan tidak mudah basi.
2. Santan yang sudah dimasak
Apabila santan sudah diolah menjadi makanan, sisa hidangan bisa disimpan di kulkas. Saat akan dikonsumsi kembali, cukup dipanaskan satu kali saja agar rasa dan kualitasnya tetap terjaga.
3. Disimpan di freezer
Untuk penyimpanan lebih lama, santan atau makanan bersantan dapat disimpan di freezer hingga sekitar 1 bulan.
Dampak memanaskan santan terlalu sering
Memanaskan makanan bersantan berulang kali dapat menimbulkan beberapa perubahan pada kualitas makanan, baik dari segi nutrisi, tekstur, maupun rasanya. Berikut beberapa dampak yang bisa terjadi:
1. Kandungan nutrisi berkurang
Pemanasan yang dilakukan berkali-kali dapat merusak sebagian vitamin serta lemak sehat yang terdapat dalam santan, sehingga nilai gizinya menjadi menurun
2. Tekstur santan berubah
Santan bisa mengalami kondisi "pecah", yaitu ketika minyak dan airnya terpisah. Akibatnya, makanan terasa lebih berminyak dan tampilannya pun kurang menarik.
3. Rasa menjadi kurang nikmat
Sering memanaskan makanan bersantan juga dapat memengaruhi cita rasa santan. Rasanya bisa menjadi kurang segar, bahkan berpotensi menimbulkan aroma tengik.
Karena itu, agar makanan bersantan tetap lezat dan bernutrisi, sebaiknya dikonsumsi segera setelah dimasak serta dihindari untuk dipanaskan berkali-kali ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)