Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Studi Ungkap Orang yang Mudah Memaafkan akan Hidup Lebih Bahagia

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 25 Mar 2026 06:00 WIB

ilustrasi Perempuan Berpelukan
Studi Ungkap Orang yang Mudah Memaafkan akan Hidup Lebih Bahagia/ Foto: Getty Images/iStockphoto/ATHVisions
Jakarta -

Memaafkan adalah sifat mulia yang menunjukkan kebesaran hati seseorang dalam menghadapi kesalahan orang lain. Mereka yang mampu memaafkan dengan tulus biasanya hidup dengan hati yang lebih ringan, Bunda.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di jurnal NPJ Mental Health Research mengungkap bahwa orang yang mudah memaafkan akan hidup lebih bahagia. Di studi ini, tim peneliti mencari hubungan antara sikap mudah memaafkan dengan kesejahteraan.

Hasil studi menemukan bahwa memaafkan bukan berarti melupakan atau mempertahankan hubungan dengan orang yang telah menyakiti. Memaafkan berarti menghilangkan dendam yang hanya memicu emosi negatif.

"Orang-orang yang lebih pemaaf cenderung melaporkan tingkat optimisme yang lebih tinggi, pemahaman yang lebih baik tentang tujuan hidup mereka, dan kepuasan hubungan yang lebih tinggi," kata psikolog Eric W. Dolan, dilansir laman Your Tango.

Memaafkan seseorang dapat berarti melepaskan masa lalu dan hal-hal yang negatif. Memaafkan dapat mendorong seseorang lebih dengan hubungan yang bermanfaat dengan orang lain.

Sebaliknya, orang yang sulit memaafkan orang lain biasanya memiliki masalah dalam menerima dirinya sendiri, Bunda. Sikap negatif tersebut dapat berakumulasi menjadi masalah yang berkaitan dengan mental.

"Orang yang memiliki harga diri rendah dan rasa tidak berharga biasanya tidak mudah menerima kesalahan dan diri mereka sendiri, sehingga mengurangi ruang bagi mereka untuk memaafkan orang lain. Keengganan untuk berempati dengan kesalahan sendiri dapat menyebabkan peningkatan gejala depresi dan emosi negatif," ungkap psikoterapis Ilene S. Cohen, Ph.D.

Studi terbaru ini tak hanya mengaitkan sikap pemaaf dengan kebahagiaan, Bunda. Menurut studi, orang yang mudah memaafkan secara konsisten dan tepat dapat mencapai kesejahteraan dalam hidupnya.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengampunan atau sikap memaafkan mungkin merupakan salah satu unsur yang bermanfaat dalam mendukung kesejahteraan, tetapi kesejahteraan juga dibentuk oleh banyak faktor lain," kata salah satu peneliti Richard G. Cowden.

"Jika kita mempertimbangkan temuan ini bersamaan dengan studi intervensi yang menunjukkan bahwa sikap memaafkan dapat ditumbuhkan, maka memperkuat kemampuan orang untuk mempraktikkannya secara lebih konsisten dapat bermanfaat bagi kesejahteraan."

Para peneliti juga mencatat adanya hubungan antara memaafkan dan perilaku prososial atau tindakan membantu orang tanpa mengharapkan imbalan. Hal tersebut membuat orang yang mudah memaafkan dikenal sebagai pribadi yang dapat menjernihkan suasana dan menyebarkan keceriaan ke orang di sekitarnya.

Pada akhirnya, orang-orang tersebut dapat dan mengadopsi kebiasaan ini untuk diri mereka sendiri. Artinya, menjadi pemaaf memiliki efek domino yang positif, Bunda.

Rasa dendam bisa menghambat kehidupan sehari-hari

Orang yang mudah memaafkan bisa mendapatkan banyak manfaat untuk menjalani kehidupan. Sebaliknya, orang yang sulit memaafkan atau pendendam dapat menghambat kemajuan dalam hidupnya.

"Banyak orang berpikir bahwa mereka menunjukkan keberanian dan kekuatan dengan menyimpan dendam dan memutuskan hubungan dengan orang-orang yang telah menyakiti atau mengkhianati mereka," kata Cohen.

"Tetapi kekuatan sejati datang dari mendengarkan rasa sakit, menemukan cara untuk mengatasinya selama masa-masa itu, dan menyadari kecemasan ini tanpa menekan, menghindari, atau menularkannya kepada orang lain. Itu berarti menemukan keberanian dan kekuatan untuk mengatakan, 'Saya terluka, dan saya tidak yakin apa yang harus saya lakukan. Namun, saya ingin menemukan cara untuk memaafkan'," sambungnya.

Menurut Cohen, keberanian sejati adalah mengetahui bahwa memaafkan akan sulit, tetapi tetap menemukan cara untuk melakukannya.

Demikian studi terbaru yang mengungkap manfaat dari sikap mudah memaafkan yang disebut bisa membuat seseorang hidup lebih bahagia. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda