Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Harga Minyak Goreng Curah Naik Imbas Mahalnya Plastik

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 15 Apr 2026 17:40 WIB

Cooking oil. Bulk cooking oil vs Packaged cooking oil. Minyak goreng curah vs kemasan.
Ilustrasi minyak goreng curah / Foto: Getty Images/wisely
Jakarta -

Seorang pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang bernama Rudi, menyampaikan keluhannya terkait kenaikan harga plastik kepada Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.

Ia menyebutkan bahwa lonjakan harga plastik ini turut berdampak pada meningkatnya harga minyak goreng curah di pasaran. Rudi menyampaikan bahwa harga minyak goreng curah saat ini sudah mencapai sekitar Rp23 ribu per kilogram.

Menurutnya, kenaikan tersebut terjadi karena biaya kemasan plastik yang juga ikut naik cukup signifikan, Bunda. Salah satunya plastik merek Wayang yang sebelumnya dibeli Rp40 ribu per bungkus, kini naik menjadi Rp58 ribu.

Hal serupa juga terjadi pada plastik merek Tomat yang ikut mengalami kenaikan harga.

"Sebelumnya ya kayak cap Wayang kemarin saya beli di harga Rp40 ribu, sekarang sudah sampai Rp58 ribu. Jadi, harganya lagi tinggi," ujarnya, dikutip dari laman CNN Indonesia, Rabu (15/04/2026).

Kenaikan harga plastik dan dampaknya ke pedagang

Rudi sebagai pedagang mengaku bahwa dirinya mulai merasakan kenaikan harga plastik sejak menjelang Lebaran. Ia juga menduga kenaikan tersebut berkaitan dengan situasi global, terutama konflik di Timur Tengah.

Menurutnya, kondisi itu berdampak pada distribusi bahan baku yang akhirnya ikut memengaruhi harga plastik di pasaran, Bunda.

"(Penutupan) Selat Hormuz atau enggak ngerti itu, itu ngaruh banget itu plastik (harganya naik)," kata Rudi.

Menanggapi hal itu, pihak Perum Bulog melalui Rizal menyampaikan bahwa mereka sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mencari solusi atas kenaikan harga plastik.

Dari sisi lain, kenaikan ini memang terjadi karena adanya tekanan pada bahan baku utama plastik, yaitu nafta. Nafta adalah cairan hidrokarbon menengah yang diolah dari minyak mentah.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, pernah mengatakan bahwa sekitar 60 persen kebutuhan nafta Indonesia masih dipenuhi melalui impor dari kawasan Timur Tengah.

"Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah," ujar Budi.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda