MOM'S LIFE
Inflasi Rumah Tangga Meningkat, Apakah Kenaikan Gaji Sudah Cukup?
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Jumat, 26 Jun 2026 18:55 WIBInflasi rumah tangga saat ini terus meningkat, mulai dari harga kebutuhan harian sampai biaya tempat tinggal. Sementara itu, kenaikan gaji juga terjadi di banyak perusahaan, meski dampaknya belum tentu sama bagi setiap orang.
Kondisi ini membuat banyak pekerja mempertanyakan, apakah pendapatan mereka masih seimbang dengan biaya hidup. Terlebih kebutuhan rumah tangga seperti pangan, transportasi, dan sewa tempat tinggal terus bergerak naik.
Di tengah situasi tersebut, Jobstreet by SEEK merilis laporan terbaru bertajuk Salary Pulse. Laporan ini memberi gambaran tentang kondisi gaji, kepuasan pekerja, serta cara perusahaan memberikan kenaikan upah.
Survei ini dilakukan pada Februari 2026 bersama lembaga riset Nature, melibatkan 1.010 pekerja profesional di Indonesia. Responden berasal dari rentang usia 18 hingga 64 tahun di berbagai sektor pekerjaan.
Hasilnya menunjukkan bahwa 62 persen pekerja mengalami kenaikan gaji dalam satu tahun terakhir. Dari jumlah itu, 45 persen naik hingga 5 persen, sementara 39 persen naik di kisaran 6 hingga 10 persen.
Dalam data ini, meskipun Gen Z menerima pendapatan lebih rendah karena banyak yang masih di level pekerja paruh waktu, mereka justru paling puas dengan gaji mereka, yaitu 65 persen merasa bahagia. Sebaliknya, kelompok Gen X yang berpenghasilan lebih tinggi justru menjadi paling tidak puas, di mana hanya 41 persen merasa gajinya sudah memadai.
Namun tingkat kepuasan ini berbeda, tergantung bagaimana kenaikan gaji itu diberikan dan bagaimana pekerja menilainya. Lalu, apakah kenaikan gaji ini sudah cukup untuk mengimbangi inflasi rumah tangga yang terus naik?
Kenaikan gaji dan keseimbangan biaya hidup rumah tangga
Meski ada kenaikan gaji, tapi kondisi saat ini menunjukkan biaya hidup terus meningkat dari waktu ke waktu. Mulai dari kebutuhan pangan, transportasi, hingga sewa tempat tinggal yang semakin naik setiap tahunnya.
Namun, menurut Managing Director Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, hal ini tidak bisa dilihat secara bersamaan, Bunda. Ia menilai kondisi gaji dan kepuasan setiap orang berbeda, tergantung situasi masing-masing.
"Itu sebenarnya mungkin lebih personal, karena gaji tadi juga masing-masing berbeda-beda. Dan juga akhirnya kalau kita lihat dari penelitian tadi, tingkat kepuasan juga berbeda-beda," ujar Wisnu dalam acara Media Briefing mengenai pemaparan data Laporan Eksklusif terbaru dari Jobstreet by SEEK, Selasa (23/06/2026).
Ia menjelaskan bahwa ada pekerja yang merasa gajinya sudah sesuai dengan pekerjaannya. Namun ada juga yang merasa belum puas dengan penghasilan yang diterima saat ini.
"Kalau tadi ada dua ya, ada yang merasa gajinya sudah sesuai dengan pekerjaannya atau sudah layak, atau merasa puas atau tidak puas dengan gajinya. Itu dua hal yang berbeda," kata Wisnu.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penilaian gaji tidak hanya soal pekerjaan, tetapi juga sangat bersifat pribadi. Inilah sebabnya, setiap orang bisa memiliki pandangan yang berbeda.
"Nah, kalau gaji yang sudah sesuai dengan pekerjaan itu lebih ke arah perannya ini sudah oke atau belum? Tapi kalau kepuasan itu lebih personal. Kepuasan ini sangat tergantung dari masing-masing karyawan gitu ya," ungkapnya.
Wisnu menambahkan bahwa kondisi ini turut dipengaruhi oleh kebutuhan setiap individu dan keluarga. Maka dari itu, tingkat kepuasan gaji bisa berbeda-beda, termasuk antar generasi.
"Masing-masing karyawan itu juga tergantung perannya apa, segala macam kebutuhan dia sebagai individu dan keluarga itu seperti apa. Maka itu, ada tingkat kepuasan yang berbeda-beda antar generasi," jelas Wisnu.
Tekanan inflasi rumah tangga dan cara karyawan menyikapi
Seperti sudah disebutkan sebelumnya bahwa perbedaan kondisi setiap individu membuat tingkat kepuasan terhadap gaji berbeda-beda. Hal ini ikut memengaruhi bagaimana setiap orang merespons tekanan biaya hidup yang terus meningkat.
Di tengah naiknya harga kebutuhan, banyak pekerja merasakan tekanan dari inflasi rumah tangga. Wisnu menyampaikan bahwa sebagian orang mulai mencari pekerjaan yang lebih baik atau mencoba bernegosiasi dengan perusahaan.
"Kalau dari sisi inflasi rumah tangga, sebenarnya bisa mendorong untuk mencari pekerjaan yang lebih baik atau bernegosiasi dengan perusahaan," tutur Wisnu.
"Tapi itu juga kembali lagi tergantung apakah memang ada opsi lain. Kalau kebetulan memang opsi lain tersedia, ya itu bisa saja terjadi," lanjutnya.
Karena itu, disarankan agar langkah yang diambil tidak dilakukan tergesa-gesa. Lebih baik membicarakan terlebih dahulu di perusahaan terkait kemungkinan kenaikan gaji.
"Jadi kalau dari penelitian ini, saran yang bisa diberikan adalah sebaiknya dibicarakan dahulu secara internal di perusahaan, misalnya mengenai percakapan terkait kenaikan gaji, dibanding langsung terburu-buru mencari alternatif lain di perusahaan atau tempat kerja yang lain," kata Wisnu.
Tips menghadapi tekanan biaya hidup bagi keluarga dan ibu bekerja
Di tengah meningkatnya biaya hidup, banyak keluarga dan ibu bekerja yang mulai mencari cara agar tetap bisa bertahan dengan kondisi yang ada. Menurut Wisnu, penting untuk melihat pilihan yang dimiliki masing-masing pekerja sebelum mengambil keputusan.
"Kalau dari sisi karyawan, sifatnya tergantung pada opsi yang dimiliki oleh karyawan tersebut. Jadi jangan terlalu terburu-buru, karena yang namanya karier atau pekerjaan itu kita sebaiknya melihat secara jangka panjang," katanya.
Ia menilai bahwa dalam memilih pekerjaan atau bertahan di tempat kerja, ada banyak hal yang perlu dipikirkan. Salah satunya adalah bagaimana perusahaan tersebut bisa memberikan nilai jangka panjang bagi pekerja.
"Apakah misalnya di perusahaan tersebut bisa memberi, pertama perusahaannya mempunyai nama atau merek yang bagus, yang membuat CV karyawan juga akan bagus kalau secara jangka panjang," ujar Wisnu.
Selain itu, pengembangan diri di tempat kerja juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Karena peningkatan keterampilan bisa berdampak besar pada nilai diri seseorang di dunia kerja.
"Lalu apakah pengembangan diri, pengembangan karyawan di perusahaan tersebut juga bagus, sehingga pengembangan itu, termasuk peningkatan keterampilan, bisa meningkatkan nilai dari karyawan itu sendiri," ungkap Wisnu.
"Jadi, saya menyarankan untuk tidak memikirkan gaji secara jangka pendek saja, tetapi memikirkan karier secara jangka panjang," sambungnya.
Itulah ulasan mengenai inflasi rumah tangga yang terus meningkat serta kenaikan gaji yang terjadi saat ini. Semoga dapat memberi wawasan baru, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Ramai Sepekan: Rupiah Anjlok ke Rp18.200 hingga Konflik Ruben & Sarwendah Memanas
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
6 Cara Menjaga Keuangan Keluarga Tetap Aman di Tengah Kondisi Ekonomi Sulit Menurut Pakar
Perusahaan di Jepang Naikkan Gaji Pekerja di Atas 5%, Tertinggi dalam 34 Tahun
UMN 2025 Naik 6,5 Persen, Segini Perkiraan UMP Pekerja Indonesia di 38 Provinsi
4 Bocoran Kebijakan untuk PNS di Tahun 2025, Termasuk Kenaikan Gaji
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang Bermental Kuat dari Ucapan Mereka saat Direndahkan
Urutan Tumbuh Gigi Bayi Sesuai Usia, Lengkap dengan Tanda dan Cara Merawatnya
Frisian Flag 'Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' Ajak Orang Tua Ciptakan Memori Indah & Tumbuhkan Semangat Anak dengan Nutrisi
Potret Maternity Shoot Kehamilan Kedua Nadia Saphira, Indah Berlibur di Gurun di Namibia
10 Kalimat yang Biasa Diucapkan Orang yang Suka Playing Victim, Jangan Terkecoh
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Alat Pel Lantai yang Bagus dari Putar, Tanpa Bilas & Otomatis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hair Tonic Bantu Atasi Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Lap Microfiber Terbaik untuk Membersihkan Rumah, Motor, dan Mobil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Set yang Bagus dan Berkualitas Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Isa Putra Tasya Farasya, Baru Dapat Penghargaan 'Little Einstein' di Sekolah
Urutan Tumbuh Gigi Bayi Sesuai Usia, Lengkap dengan Tanda dan Cara Merawatnya
Cara Mengenali Orang Bermental Kuat dari Ucapan Mereka saat Direndahkan
Frisian Flag 'Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' Ajak Orang Tua Ciptakan Memori Indah & Tumbuhkan Semangat Anak dengan Nutrisi
Tak Banyak yang Tahu, Cerita Raja Belanda Diam-diam Kerja Sampingan Jadi Pilot
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Jadi Komisaris Pertamina di Usia 28 Tahun, Ginka Febriyanti Anak Siapa?
-
Beautynesia
6 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan IQ Rendah
-
Female Daily
Review Jo’s House Jogja, Villa Strategis Dekat Malioboro dengan Suasana yang Homey!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Viral Curhat Presenter Berita Capek Kerja dan Gaji Kurang, Berakhir Dipecat
-
Mommies Daily
10 Destinasi Liburan Ramah Anak Sesuai Usia, dari TK hingga SMA