MOM'S LIFE
10 Cara Menanam Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat dan Tahan Lama
Arina Yulistara | HaiBunda
Sabtu, 27 Jun 2026 07:30 WIBBunda berencana menanam cabe sendiri di rumah? Yuk simak cara menanam cabe rawit di rumah agar berbuah lebat dan tahan lama.
Menanam cabe rawit di pekarangan rumah menjadi salah satu kegiatan yang semakin diminati banyak orang. Selain bisa memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena permintaan pasar yang cenderung stabil sepanjang tahun.
Kabar baiknya, cabe rawit dapat dibudidayakan dengan mudah meski hanya memiliki lahan terbatas. Tak perlu memiliki kebun luas untuk menanam cabe rawit.
Dengan memanfaatkan pot, polibag, atau wadah sederhana lainnya, tanaman ini tetap dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah dalam jumlah banyak. Kunci keberhasilannya terletak pada pemilihan bibit, media tanam yang tepat, serta perawatan yang konsisten sejak masa persemaian hingga panen.
Cara menanam cabe rawit agar berbuah lebat dan tahan lama
Mengutip The Spruce dan laman resmi Cybex Kementan RI, berikut cara menanam cabe rawit sendiri di rumah.
1. Pilih lokasi yang tepat
Cabe rawit bisa tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian hingga sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini menyukai tanah yang gembur, subur, kaya bahan organik, dan memiliki tingkat keasaman (pH) antara 6 hingga 7.
Selain itu, pastikan lokasi penanaman mendapatkan sinar matahari langsung minimal delapan jam setiap hari. Paparan sinar matahari yang cukup akan membantu proses fotosintesis sehingga tanaman tumbuh lebih kuat dan produktif.
2. Gunakan bibit berkualitas
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah langsung menanam buah cabai ke dalam tanah. Cara yang lebih efektif adalah menggunakan benih atau bibit unggul yang sehat dan memiliki daya tumbuh tinggi.
Sebelum disemai, benih dapat direndam dalam air hangat selama sekitar satu jam untuk membantu mempercepat proses perkecambahan. Bibit yang baik umumnya siap dipindahkan ke media tanam setelah berumur 3 sampai 4 minggu, memiliki 4 hingga 6 helai daun, dan tinggi sekitar 5 sampai 10 cm.
3. Lakukan penyemaian dengan benar
Penyemaian dapat dilakukan menggunakan tray semai, pot kecil, atau polibag. Media semai yang ideal adalah campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1.
Benih disebar merata lalu ditutup tipis menggunakan tanah halus. Selama masa penyemaian, lakukan penyiraman secukupnya dan lindungi bibit dari serangan hama maupun penyakit. Dalam kondisi optimal, benih biasanya mulai berkecambah dalam waktu 16 hingga 20 hari.
4. Siapkan wadah dan media tanam yang tepat
Untuk pekarangan rumah, penggunaan polibag atau pot berukuran sekitar 30 x 30 cm hingga 40 x 40 cm sangat dianjurkan. Pastikan bagian bawah wadah memiliki beberapa lubang drainase agar air tidak menggenang.
Media tanam dapat dibuat dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1 hingga 1:3, tergantung tingkat kesuburan tanah. Masukkan media ke dalam wadah hingga menyisakan jarak sekitar 2 sampai 3 cm dari bibir pot.
5. Perhatikan jarak tanaman
Jarak tanaman menjadi faktor penting yang sering diabaikan. Jika ditanam terlalu rapat, tanaman akan bersaing mendapatkan nutrisi, air, dan sinar matahari sehingga pertumbuhannya kurang maksimal.
Untuk penanaman di lahan terbuka, berikan jarak sekitar 60 cm antar tanaman. Sementara itu, jika menggunakan pot atau polibag, cukup tanam satu bibit pada setiap wadah agar pertumbuhan akar dan tajuk tanaman lebih optimal.
6. Rutin disiram
Cabe rawit membutuhkan kondisi tanah yang lembap, tapi tidak tergenang air. Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk dan daun menguning.
Sebaiknya lakukan penyiraman setiap beberapa hari sekali sesuai kondisi cuaca. Fokuskan penyiraman pada bagian pangkal tanaman agar kelembapan tanah tetap terjaga tanpa membuat daun terlalu basah.
7. Berikan pupuk secara berkala
Pemupukan menjadi salah satu kunci agar tanaman cabe rawit berbuah lebat. Tanaman membutuhkan unsur hara yang cukup selama masa pertumbuhan hingga pembentukan buah.
Pupuk kandang atau kompos dapat digunakan sebagai pupuk dasar. Setelah tanaman berumur sekitar satu bulan, pemupukan lanjutan dapat dilakukan menggunakan pupuk yang mengandung fosfor, kalium, dan nitrogen dalam dosis seimbang.
Hindari penggunaan nitrogen berlebihan karena dapat membuat tanaman lebih banyak menghasilkan daun dibanding buah.
8. Pasang penyangga
Saat tanaman mulai tumbuh besar dan memasuki fase berbuah, pasang ajir atau penyangga dari bambu maupun kayu agar batang tidak roboh akibat beban buah yang banyak. Selain itu, lakukan perempelan atau pemangkasan tunas samping yang tumbuh di bawah cabang utama. Langkah ini membantu tanaman memusatkan energi untuk pertumbuhan batang, bunga, dan buah sehingga hasil panen lebih maksimal.
9. Kendalikan hama sejak dini
Pemeriksaan rutin perlu dilakukan untuk memastikan tanaman tetap sehat. Jika ditemukan daun atau batang yang terserang penyakit, segera buang bagian yang terinfeksi agar tidak menyebar ke tanaman lain.
Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis maupun menggunakan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan. Tindakan cepat akan membantu menjaga produktivitas tanaman hingga masa panen.
10. Panen pada waktu yang tepat
Cabe rawit umumnya mulai dapat dipanen pada usia 70 sampai 100 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi perawatan. Buah yang siap dipanen biasanya berwarna merah cerah, kulitnya mengilap, dan terasa padat saat disentuh.
Untuk menjaga tanaman tetap produktif, sebaiknya panen dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting, bukan menariknya langsung. Dengan cara ini, tanaman dapat terus menghasilkan buah dan dipanen berkali-kali selama beberapa bulan berikutnya.
Jadi, menanam cabe rawit di pekarangan rumah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dapur, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Daun Kelor Bantu Atasi Berbagai Penyakit
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tanaman yang Cocok untuk Sistem Akuaponik, Bisa Dipanen untuk Masak
5 Tanaman Hias Tahan Panas & Mudah Dirawat, Bikin Rumah Bunda Makin Cantik
Istri Wali Kota Bogor Suka Siram Tanaman dengan Air Cucian Beras, Biar Apa?
5 Tanaman yang Cocok Menghiasi Taman Minimalis di Rumah
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Sweater Mock Neck Half-Zip: Cukup Hangat Buat AC Kantor?
-
Beautynesia
Tak Selalu Menangis, Ini 4 Tanda Tersembunyi saat Seseorang Sedang Patah Hati
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 12 Agustus: Scorpio Boros, Sagitarius Pengeluaran Kedodoran
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif