Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang dengan Kecerdasan di Bawah Rata-rata dari Kebiasaan Sehari-hari

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 08 Jul 2026 06:30 WIB

Ilustrasi emosi
Ilustrasi cara mengenali orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata dari kebiasaan sehari-hari /Foto: Getty Images/PeopleImages
Daftar Isi
Jakarta -

Meski tidak ada satu ciri yang bisa dijadikan patokan untuk menilai tingkat kecerdasan seseorang, beberapa pola pikir tertentu memang lebih sering ditemukan pada orang yang mengandalkan asumsi dan dorongan sesaat dibandingkan penalaran yang matang.

Lantas, kebiasaan apa saja yang sering dilakukan oleh orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Cara mengenali orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata

Dilansir Your Tango, jika seseorang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, mereka biasanya menganggap hal-hal ini sebagai ide yang bagus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Terlalu banyak menjadwalkan kegiatan untuk diri sendiri

Orang dengan IQ rendah membutuhkan pengalihan perhatian untuk merasa aman. Mereka juga sering membutuhkan validasi eksternal dan perhatian orang lain.

Jadwal yang terlalu padat dan memiliki jutaan pertemanan dangkal adalah hal-hal yang mereka banggakan. Pengalihan perhatian ini adalah sesuatu yang mereka banggakan, bahkan ketika sebenarnya hal itu mengurangi kesejahteraan mentalnya.

2. Berjuang sendiri daripada meminta bantuan

Orang yang paling percaya diri sering kali juga yang paling tidak terampil. Mereka melebih-lebihkan kemampuan dan keterampilannya untuk mengatasi perasaan tidak aman di dalam diri atau ego yang sangat rapuh.

Mereka membutuhkan semua orang untuk berpikir bahwa mereka lebih pintar atau lebih penting daripada yang sebenarnya.

Dibandingkan dengan kerendahan hati intelektual orang yang benar-benar cerdas, mereka terlalu banyak janji dan kurang menepatinya, biasanya karena menolak untuk meminta bantuan.

3. Membuat asumsi

Orang dengan IQ di bawah rata-rata biasanya akan berasumsi bahwa sesuatu yang dipercayai itu benar karena mereka tidak ingin melakukan analisis kritis sendiri.

Bahkan, di tempat kerja di mana mereka dibayar untuk berpikir kritis dan terlibat, kemudahan dan kenyamanan mereka sendiri adalah yang terpenting, sepanjang waktu.

Orang-orang ini memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki apresiasi terhadap pemikiran kritis, dan itulah yang jelas membedakan mereka dari rekan-rekannya yang lebih reflektif.

4. Lebih banyak bicara daripada mendengarkan

Orang cerdas membuat orang lain merasa diperhatikan dan dihargai dengan mendengarkan mereka dan mengajukan banyak pertanyaan bijaksana.

Namun, jika seseorang hanya mengkhawatirkan bagaimana menjadikan suaranya sebagai pusat perhatian dan terus-menerus berbicara tentang diri sendiri, seperti yang perlu dilakukan oleh orang-orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata agar merasa penting di tengah obrolan ringan, mereka biasanya tidak akan terhubung dengan baik.

5. Menekan emosi yang sulit

Ketika emosi kompleks seperti rasa malu, canggung, marah, sedih, dan iri hati muncul, emosi tersebut tidak mudah dikelola.

Orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata tidak mampu merenungkan perasaannya sering kali kesulitan melakukan apa pun selain menekan perasaan tersebut ketika muncul.

6. Mempertahankan pendapatnya

Orang yang sulit berpikir kritis sering melihat perbedaan pendapat sebagai serangan pribadi daripada kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Akibatnya, mereka mungkin secara naluriah membela pendapatnya begitu pendapat tersebut ditantang.

Percakapan dengan cepat berubah menjadi fokus pada melindungi ego daripada mengeksplorasi masalah tersebut.

7. Bertindak impulsif

Banyak orang dengan IQ rendah lebih bahagia karena pada dasarnya tidak pesimis. Mereka mungkin impulsif karena tidak terus-menerus berpikir dan mengkhawatirkan hal-hal yang mungkin salah, tetapi rekan-rekan mereka yang cerdas tidak dapat menghindari mentalitas ini.

Itulah sebagian alasan mengapa orang pintar memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan dan kondisi kesehatan mental lainnya karena cenderung merenungkan skenario terburuk.

Demikian beberapa cara mengenali orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata dari kebiasaan sehari-hari. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda