moms-life
Studi Ungkap Perempuan dengan Autoimun Lebih Sering Dikira Alami Gangguan Psikologis
HaiBunda
Minggu, 08 Nov 2026 11:40 WIB
Daftar Isi
Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel atau jaringan sehat, sehingga memicu berbagai gejala yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, kondisi ini tidak selalu mudah dikenali karena keluhannya bisa menyerupai masalah kesehatan lainnya.
Sebuah studi terhadap lebih dari 6.600 pasien menemukan bahwa perempuan dengan penyakit autoimun lebih berisiko mengalami kesalahan diagnosis dibandingkan laki-laki.
Kondisi yang mereka alami lebih sering disalahartikan sebagai gangguan psikologis atau psikosomatis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi ungkap perempuan dengan autoimun lebih sering dikira alami gangguan psikologis
Dilansir University of Cambridge, para peneliti menganalisis pengalaman diagnostik yang dilaporkan oleh 6.607 orang dengan penyakit autoimun.
Penelitian yang dipimpin oleh University of Cambridge dan University of East Anglia (UEA) ini juga menemukan bahwa perempuan lebih cenderung mengalami keterlambatan dalam mendapatkan diagnosis yang tepat.
Studi tersebut menemukan bahwa 43 persen perempuan melaporkan bahwa gejala autoimun mereka sebelumnya salah dikaitkan dengan penyebab kejiwaan, dibandingkan dengan 33 persen laki-laki.
Mereka juga lebih cenderung melaporkan bahwa gejala mereka salah didiagnosis sebagai psikosomatik. Dengan hal ini dilaporkan oleh 34 perempuan dibandingkan dengan 22 persen laki-laki.
Gejala penyakit autoimun
Dilansir John Hopkins Medicine, penyakit autoimun terjadi ketika sistem pertahanan alami tubuh tidak dapat membedakan antara sel tubuh sendiri dan sel asing, sehingga tubuh secara keliru menyerang sel-sel normal.
Terdapat juga lebih dari 80 jenis penyakit autoimun yang memengaruhi berbagai bagian tubuh.
Ada berbagai tingkat keparahan penyakit autoimun. Gejala yang dialami seseorang kemungkinan besar berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk genetika, lingkungan, dan kesehatan pribadi.
Meskipun jenis penyakit autoimun bervariasi, banyak di antaranya memiliki gejala yang serupa. Berikut beberapa di antaranya:
- Kelelahan
- Nyeri dan pembengkakan sendi
- Masalah kuli
- Sakit perut atau masalah pencernaan
- Demam berulang
- Kelenjar bengkak
Bagaimana penyakit autoimun didiagnosis?
Banyak perempuan mengatakan sulit untuk mendapatkan diagnosis. Biasanya tidak ada satu tes pun untuk mendiagnosis penyakit ini. Bunda perlu memiliki gejala tertentu yang dikombinasikan dengan penanda darah spesifik, pencitraan, dan dalam beberapa kasus mungkin biopsi jaringan.
Diagnosis juga bisa sulit karena gejala-gejala ini berasal dari kondisi umum lainnya. Untuk itu, perempuan harus mencari pengobatan ketika menyadari gejala baru muncul.
Jika sehat dan tiba-tiba merasa lelah atau kaku pada persendian, hindari mengabaikannya. Membagikan hal ini saat kunjungan perawatan kesehatan akan membantu dokter untuk meneliti gejala lebih lanjut dan melakukan tes untuk mengidentifikasi penyakitnya.
Faktor risiko penyakit autoimun
Para peneliti tidak mengetahui penyebab penyakit autoimun, tetapi beberapa teori menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif menyerang tubuh setelah infeksi atau cedera.
Beberapa faktor risiko tertentu kemungkinan dapat meningkatkan seseorang terkena gangguan autoimun. Berikut di antaranya:
- Genetika: Memiliki kerabat dengan penyakit autoimun meningkatkan risiko, tetapi bukan berarti Bunda pasti akan terkena penyakit tersebut.
- Berat badan: Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko terkena rheumatoid arthritis atau psoriatic arthritis.
- Merokok: Penelitian telah mengaitkan merokok dengan sejumlah penyakit autoimun, termasuk lupus, rheumatoid arthritis, hipertiroidisme, dan multiple sclerosis (MS).
- Obat-obatan tertentu: Obat-obatan tekanan darah atau antibiotik tertentu dapat memicu lupus akibat obat, yang sering kali merupakan bentuk lupus yang lebih ringan.
Nah, itulah penjelasan tentang studi banyak perempuan dengan autoimun yang salah diagnosis sebagai gangguan psikologis hingga beberapa hal yang dapat Bunda ketahui tentang penyakit tersebut. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Autoimun Bisa Dialami Usia Muda, Stres Jadi Salah Satu Pemicu
Mom's Life
9 Gejala Autoimun pada Perempuan yang Sering Tidak Disadari
Mom's Life
7 Jenis Makanan yang Bisa Jadi Penyebab Autoimun
Mom's Life
9 Gejala Awal Autoimun yang Sering Tidak Disadari Perempuan
Mom's Life
Ketahui 9 Jenis Penyakit Autoimun, Mulai dari Lupus hingga Reumatik Bun
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Becky Tumewu Usai Operasi Mata Akibat Retina Lepas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
2 Jenis Gejala Gangguan Tiroid pada Perempuan yang Sering Diabaikan
9 Gejala Autoimun pada Wanita yang Sering Tidak Disadari
Autoimun Bisa Dialami Usia Muda, Stres Jadi Salah Satu Pemicu