moms-life
9 Gejala Autoimun pada Wanita yang Sering Tidak Disadari
HaiBunda
Rabu, 07 Jan 2026 23:00 WIB
Daftar Isi
Penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru merusak sel-sel sehat di dalam tubuh. Meski setiap orang memiliki gejala yang berbeda, ada beberapa yang dapat Bunda kenali pada perempuan.
Sistem kekebalan tubuh bertugas melindungi Bunda dari penyakit dan infeksi. Ketika mendeteksi kuman-kuman ini, sistem kekebalan tubuh akan menciptakan sel-sel baru untuk menyerang sel-sel asing.
Biasanya, sistem kekebalan tubuh Bunda dapat membedakan antara sel asing dan sel tubuh sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika memiliki autoimun, sistem kekebalan tubuh salah menganggap bagian tubuh, seperti persendian atau kulit, sebagai benda asing. Sistem kekebalan tubuh melepaskan protein yang disebut auto-antibodi yang menyerang sel-sel sehat.
9 Gejala autoimun pada wanita
Dilansir dari laman Hopkins Medicine, para dokter tidak yakin mengapa penyakit autoimun terjadi sejak awal atau mengapa perempuan lebih banyak terkena daripada pria.
Namun, salah satu teori menunjukkan bahwa kadar hormon yang lebih tinggi pada perempuan, terutama selama masa subur, dapat membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit autoimun. Ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi ini, baik genetik maupun lingkungan.
Setiap orang memiliki gejala yang berbeda. Namun, ada beberapa tanda yang jarang disadari dapat menunjukkan bahwa seseorang menderita autoimun. Berikut di antaranya:
1. Perubahan menstruasi
Perempuan dengan penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis, mungkin mengalami perubahan menstruasi yang tidak teratur, pendarahan berlebihan, dan kram parah saat periode.
2. Sulit konsentrasi
Kesulitan berkonsentrasi, atau mengalami kabut otak merupakan gejala umum dari beberapa penyakit autoimun, seperti fibromyalgia dan multiple sclerosis. Kabut otak dapat membuat Bunda sulit fokus, mengingat, dan belajar.
3. Sariawan mulut
Meski terdengar sepele, sariawan ternyata bisa menjadi gejala penyakit autoimun. Sariawan mulut yang persisten atau stomatitis aphthous, bisa menjadi tanda Crohn’s disease dan Bechet’s desease.
Sariawan ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan saat makan dan minum.
4. Masalah kulit
Perempuan dengan autoimun juga mungkin dapat mengalami masalah kulit, seperti ruam bisa menjadi gejala dari lupus, psoriasis, atau dermatomyositis.
Ruam yang muncul dapat bervariasi dalam bentuk dan ukuran, bahkan bisa disertai dengan gatal, nyeri, atau sensasi terbakar.
5. Demam
Demam ringan yang tidak diketahui penyebabnya bisa menjadi gejala dari beberapa penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis.
Demam ini bisa disertai dengan gejala lain, termasuk kelelahan, nyeri sendi, dan ruam kulit.
6. Rambut rontok
Rambut rontok mungkin kerap dialami beberapa orang. Namun, tak disangka bahwa ini juga termasuk gejala penyakit autoimun, termasuk alopecia areata dan lupus.
Rambut rontok dapat terjadi secara merata di seluruh kepala bahkan dalam bentuk tambalan, Bunda.
7. Sensitivitas terhadap matahari
Orang dengan penyakit autoimun, seperti lupus dan scleroderma, sering lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Ini dapat memicu atau memperburuk gejala yang sudah ada.
8. Nyeri sendi dan otot
Nyeri sendi dan otot juga termasuk gejala penyakit autoimun, seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan fibromyalgia.
Nyeri ini bisa terasa ringan hingga parah, dan dapat disertai dengan kekakuan, bengkak, serta kemerahan.
9. Kelelahan kronis
Kelelahan yang cukup parah dan persisten merupakan salah satu gejala autoimun paling umum. Kondisi ini tidak membaik dengan istirahat dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Cara mengatasi kondisi autoimun
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, penyakit autoimun dapat membutuhkan berbagai macam pengobatan.
Sama seperti beragamnya gejala yang ditimbulkan, pengobatan yang Bunda butuhkan bergantung pada kondisi yang dialami. Sistem kekebalan tubuh, genetika, dan lingkungan setiap orang tentu berbeda. Hal ini memengaruhi pengobatan yang efektif bagi mereka.
Tubuh dan perjalanan setiap orang dengan penyakit autoimun berbeda-beda. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter dan membicarakan tentang cara terbaik untuk mengelola gejala yang dialami.
Bunda mungkin perlu juga menyesuaikan aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari, pola makan, atau perubahan lain pada rutinitas.
Nah, itulah beberapa gejala penyakit autoimun pada perempuan yang dapat Bunda kenali hingga cara mengatasinya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/asa)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
9 Gejala Autoimun pada Perempuan yang Sering Tidak Disadari
Mom's Life
9 Gejala Awal Autoimun yang Sering Tidak Disadari Perempuan
Mom's Life
7 Jenis Makanan yang Bisa Picu Penyakit Autoimun, Jangan Sepelekan Bun!
Mom's Life
Viral Makan Oatmeal Tingkatkan Risiko Autoimun, Ini Kata Dokter
Mom's Life
Ketahui 9 Jenis Penyakit Autoimun, Mulai dari Lupus hingga Reumatik Bun
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Becky Tumewu Usai Operasi Mata Akibat Retina Lepas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Tanda Ini di Kulit Bisa Jadi Gejala Diabetes
Pesan Penting IDAI soal 'Super Flu' saat Anak Kembali Sekolah, Wajib Disimak!
5 Jenis Obat Populer yang Perlu Diwaspadai karena Bisa Merusak Ginjal