MOM'S LIFE
Tren Loud Working Muncul saat Ancaman PHK Menghantui, Apa Artinya?
Arina Yulistara | HaiBunda
Jumat, 06 Nov 2026 18:50 WIBAncaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di mana-mana. Muncul tren loud working ketika badai PHK banyak terjadi in this economy. Apa itu tren loud working? Simak penjelasannya berikut, Bunda.
Di tengah ketidakpastian dunia kerja dan ancaman PHK, karyawan kini semakin sadar bahwa bekerja keras saja terkadang tidak cukup untuk mempertahankan posisi di perusahaan. Mereka juga perlu memastikan kontribusinya terlihat oleh atasan dan para pengambil keputusan.
Fenomena ini kemudian dikenal dengan istilah loud working. Tren loud working menggambarkan perilaku karyawan yang berusaha menunjukkan bahwa dirinya sedang bekerja, terlihat sibuk, dan produktif di lingkungan kantor. Bukan sekadar menyelesaikan tanggung jawab, mereka juga ingin memastikan orang lain mengetahui apa yang sedang dikerjakan.
Tren tersebut semakin mendapat perhatian karena visibilitas di tempat kerja dianggap dapat memengaruhi peluang promosi hingga keamanan posisi ketika perusahaan melakukan pengurangan karyawan.
Istilah loud working sebenarnya bukan konsep yang sepenuhnya baru. Tren ini menambah deretan istilah dunia kerja seperti quiet quitting, job hugging, hingga ghost growth yang menggambarkan perubahan perilaku karyawan dalam menghadapi dinamika pekerjaan.
Apa itu loud working?
Secara sederhana, loud working adalah kebiasaan memperlihatkan aktivitas dan hasil pekerjaan agar keberadaan serta kontribusi seorang karyawan lebih mudah dikenali. Karyawan yang menerapkan loud working biasanya berusaha menunjukkan bahwa dirinya aktif, selalu tersedia, dan terlibat dalam berbagai pekerjaan kantor.
Salah satu contohnya langsung membalas pesan yang masuk melalui aplikasi komunikasi kantor. Ada pula karyawan yang sengaja memperlihatkan kesibukannya, sering memberikan pembaruan pekerjaan, atau memastikan atasan mengetahui setiap tugas yang sedang ditangani.
Fenomena tergambar dalam The Visibility at Work Report, sebuah survei terhadap 1.000 pekerja di Amerika Serikat yang dilakukan oleh My Perfect Resume. Hasilnya menunjukkan bahwa 70 persen responden merasa karyawan yang lebih terlihat di lingkungan kerja cenderung mendapatkan penghargaan lebih besar dibandingkan mereka yang bekerja dengan baik namun tidak banyak menunjukkan hasil pekerjaannya.
Survei yang sama juga menemukan bahwa 20 persen responden menghabiskan setidaknya seperempat dari waktu kerja rata-rata mereka untuk mengelola citra dan penampilan profesional, dibanding mengerjakan sesuatu yang benar-benar memberikan dampak. Sementara itu, sebanyak 84 persen responden mengaku langsung merespon pesan pekerjaan sebagai salah satu cara meningkatkan visibilitas.
Mengapa loud working semakin penting dalam dunia kerja?
Visibilitas di lingkungan kerja dapat memengaruhi perkembangan karier seseorang. Karyawan yang dikenal oleh para pengambil keputusan memiliki peluang lebih besar untuk dipertimbangkan ketika perusahaan membuka posisi promosi, memilih anggota untuk proyek penting, atau menyelenggarakan program pengembangan khusus bagi pekerja berpotensi tinggi.
Hal ini semakin terasa ketika menghadapi restrukturisasi perusahaan. Dalam situasi tersebut, pimpinan perusahaan mungkin lebih mudah mempertahankan karyawan yang sudah dikenal dan kontribusinya terlihat dibandingkan pekerja dengan hasil kerjanya baik, tapi jarang mendapat perhatian.
Kondisi serupa juga bisa terjadi ketika perusahaan sedang melakukan efisiensi anggaran atau mengurangi kompensasi untuk mengalihkan dana ke pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ketika kesempatan dan sumber daya semakin terbatas, karyawan yang memiliki visibilitas tinggi berpeluang mendapatkan pertimbangan lebih besar.
Hal ini bukan berarti karyawan yang pendiam atau tidak suka menonjolkan diri memiliki kinerja lebih rendah. Persoalannya, kontribusi yang tidak pernah dikomunikasikan berisiko tak diketahui oleh orang-orang yang berwenang menentukan perkembangan karier.
Cara meningkatkan visibilitas kerja tanpa terjebak kesibukan
Meskipun penting, menunjukkan aktivitas di kantor secara berlebihan justru bisa menjadi boomerang. Menghabiskan seperempat waktu kerja hanya untuk membangun kesan sibuk dapat membuat seseorang lebih mengutamakan penampilan dibandingkan hasil pekerjaan.
Kebiasaan terus memantau kotak masuk agar bisa segera membalas setiap pesan juga berpotensi mengganggu konsentrasi. Perpindahan perhatian dari satu tugas ke tugas lain dapat membuat pekerjaan utama menjadi kurang optimal.
Agar tetap terlihat oleh atasan tanpa mengorbankan produktivitas, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:
- Kenali pekerjaan yang paling berdampak. Pahami tugas harian dan proyek jangka panjang yang benar-benar menjadi prioritas perusahaan. Atur waktu agar pekerjaan penting mendapatkan perhatian utama, bukan sekadar mengerjakan hal-hal yang membuat terlihat sibuk.
- Berikan pembaruan pekerjaan kepada atasan. Jangan selalu menunggu diminta untuk melaporkan perkembangan tugas. Sampaikan secara berkala apa yang sedang dikerjakan, hasil yang sudah dicapai, serta kendala yang membutuhkan perhatian.
- Bangun hubungan dengan pimpinan lain. Jangan hanya menjalin komunikasi dengan atasan langsung. Cobalah memperluas hubungan profesional dengan pemimpin senior di divisi lain karena keputusan mengenai promosi, kompensasi, hingga PHK biasanya melibatkan lebih dari satu pengambil keputusan.
- Tunjukkan kontribusi melalui hasil nyata. Daripada terus-menerus memperlihatkan kesibukan, lebih baik komunikasikan pencapaian yang memberikan manfaat bagi perusahaan. Misalnya saja, proyek yang berhasil diselesaikan, masalah yang berhasil diatasi, atau keterampilan baru yang bisa diterapkan dalam pekerjaan.
- Kembangkan kemampuan profesional. Pilih kegiatan dan proyek yang tidak hanya membantu perusahaan, tapi juga menambah pengalaman, keahlian, serta kompetensi untuk mendukung perkembangan karier dalam jangka panjang.
Visibilitas di luar kantor juga penting untuk karier
Menjadi karyawan berprestasi dan dikenal di lingkungan kantor ternyata belum tentu menjamin keamanan pekerjaan. Seseorang tetap berisiko terkena PHK, mengalami perubahan posisi akibat restrukturisasi, atau menghadapi karier yang stagnan karena tidak ada kesempatan promosi maupun peningkatan kompensasi.
Situasi itu bisa terjadi ketika perusahaan mengalami kesulitan keuangan dan harus melakukan pengurangan karyawan dalam jumlah besar. Bisa juga karena divisi atau wilayah tempat Bunda bekerja tidak lagi menjadi prioritas bisnis.
Pergantian pimpinan pun dapat memengaruhi posisi karyawan, terutama jika pemimpinan baru tidak memiliki hubungan profesional dengan orang-orang yang sebelumnya mendukung kariernya. Oleh sebab itu, membangun visibilitas di luar perusahaan juga penting.
Tujuannya agar Bunda tetap dikenal di industri tempatnya bekerja dan memiliki peluang untuk mengetahui kesempatan karier lain yang mungkin tidak diumumkan secara terbuka. Ada beberapa cara untuk menjaga eksistensi profesional di luar kantor, seperti tetap menjalin komunikasi dengan jaringan kerja, aktif mengikuti perkembangan bidang yang diminati, serta mengambil peran kepemimpinan dalam komunitas profesional maupun kegiatan masyarakat.
Dengan demikian, karyawan tidak hanya bergantung pada satu perusahaan untuk mengembangkan karier. Hubungan profesional yang luas juga dapat membuka akses terhadap informasi lowongan eksklusif atau tawaran pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Alasan Pekerja Perempuan Paling Banyak Kehilangan Pekerjaan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
12 Kalimat yang Tanpa Disadari Bikin Pekerja Hebat Terlihat Tidak Profesional
15 Cara Pulihkan Mental setelah Kena PHK
Mengenal Istilah Loud Quitting di Dunia Kerja, Pengertian dan Alasan Mengapa Itu Terjadi
10 Tips Bekerja Sambil Urus Anak yang Minim Stres, Dicoba ya Bun
TERPOPULER
Potret Rumah Artis Tanah Air yang Dikelilingi Pemandangan Asri, Ada yang Tinggal Dekat Sawah
Bukan Diet Ketat, Artis Korea Shin Min Ah Andalkan Pola Makan Ini untuk Jaga Bentuk Tubuh
Tren Loud Working Muncul saat Ancaman PHK Menghantui, Apa Artinya?
Jarang Disadari, 7 Kebiasaan Ini Sering Dimiliki Orang dengan EQ Tinggi
Pendaftaran CPNS Dibuka November 2026, Ini yang Perlu Disiapkan Calon Pelamar
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curl Cream untuk Rambut Keriting agar Lebih Mudah Diatur
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Cushion yang Bagus untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Spatula Silikon yang Bagus Tahan Lama & Aman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi: Kenali Gejala, Penyebab & Cara Mengatasinya
Resep Soto Ayam, Gurih dan Segar Bikin Nambah Terus
Bukan Diet Ketat, Artis Korea Shin Min Ah Andalkan Pola Makan Ini untuk Jaga Bentuk Tubuh
Potret Rumah Artis Tanah Air yang Dikelilingi Pemandangan Asri, Ada yang Tinggal Dekat Sawah
Tren Loud Working Muncul saat Ancaman PHK Menghantui, Apa Artinya?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cara Memilih Kursi Roda Lipat untuk Lansia di Rumah: Cek Lebar Pintu dan Beban Maks
-
Beautynesia
4 Sikap Pertanda Seseorang Bukan Pendengar yang Baik
-
Female Daily
4 Aktor Korea Selatan yang Berdonasi untuk Pembalut, Ada Byeon Woo Seok hingga Ahn Bo Hyun
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Maternity Fanny Ghassani Usai 9 Tahun Menanti, Baby Bump Curi Atensi
-
Mommies Daily
5 Ciri Suami dan Ayah Egois yang Bisa Merugikan Keluarga, Cek Kebiasaan Daddies!