nutrisi

Saat Anak Nggak Suka Makan Sayur, Kadang Kita Perlu 'Bercermin'

Asri Ediyati 06 Agu 2017
Ilustrasi anak nggak suka sayur/ Foto: admn Ilustrasi anak nggak suka sayur/ Foto: admn
Jakarta - Makan sayur bisa jadi hal yang nggak disukai anak-anak. Hal ini pun sering jadi keluhan orang tua di mana anaknya susah banget makan sayur. Kalau ini terjadi pada anak Bunda dan Ayah, coba yuk kita berkaca pada diri sendiri, apa kita juga doyan sayur?

Tahu nggak, Bun, data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan kalau 90 persen anak di atas umur 10 tahun nggak makan sayur. Apa si kecil termasuk dari 90 persen anak ini? Padahal, kata ahli nutrisi Dr dr Tan Shot Yen, MHum atau kerap disapa dr Tan, balita dan anak usia sekolah harus makan sayur 300-400 gram per hari.

"Sedangkan remaja dan dewasa harus makan sayur 400-600 gram per hari untuk memenuhi kebutuhan gizinya" kata dr Tan di Kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

dr Tan bilang, sayur amat baik kok buat tubuh. Apalagi, alam juga udah menyediakan nih sayur untuk bisa dikonsumsi oleh kita. Yang terpenting, penuhi kebutuhan nutrisi dengan mengasup gizi seimbang, di mana salah satunya masukkan sayur dan buah dalam menu harian ya.

Ketika anak nggak suka makan sayur, coba kita berkaca pada diri sendiri karena bisa jadi kita sendiri nih penyebabnya. Menurut biopsikolog di Monell Chemical Senses Center, Philadelphia, Julie A. Mandela PhD, kandungan ASI bunda menjadi kunci yang nantinya anak akan suka makan sayur atau nggak.

"Kita tahu bahwa rasa ASI itu didapatkan dari apa yang kita makan. Jadi, bisa aja anak yang nggak suka makan sayur. karena dulu sang bunda juga kurang makan sayur. Jadi makanlah sayur sesuai kebutuhan kita sendiri dan si kecil. Jangan lupa untuk memberi ASI eksklusif, karena melalui ASI anak akan mulai mengenal rasa makanan yang akan ia makan setelah umur 6 bulan nanti," kata Julie, dikutip dari Parents.

Jadi, Bun kalau kita ingin si kecil doyan makan sayur, yuk rajin juga makan sayur saat menyusui, bahkan saat kita hamil. Karena, apa yang kita makan selama hamil pun bisa dirasakan anak lhi meskipun dia masih di dalam rahim.

Kalau kata psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani, M.Psi., Psikolog atau Nina, kita juga bisa menanamkan rasa cinta ke sayuran pada anak lewat cerita. Jadi, sebelum tidur Bunda bisa menceritakan ke anak soal macam-macam sayur dan apa aja sih manfaatnya untuk kesehatan.

Terus, libatkan juga anak waktu kita beli sayuran dan mengolahnya. Sehingga, anak makin 'cinta' sama sayur. Kita perlu ingat ya Bun kalau anak akan mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya. Jadi, kalau mau anak suka makan sayur, Bunda sama Ayah juga mesti suka makan sayur nih. Apalagi, seperti kata pepatah 'Buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya'. Kalau kita mau anak lahap makan sayur, kita pun harus lahap makan sayur.

Supaya anak mau makan sayur, Bunda punya trik apa nih? Yuk bagikan ceritanya di kolom komentar ya. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi