parenting

Cara Membuat Anak Mau Makan Sayur dan Buah-buahan

Maya Sofia Kamis, 05 Sep 2019 16:31 WIB
Cara Membuat Anak Mau Makan Sayur dan Buah-buahan
Jakarta - Kentang dan ayam goreng barangkali lebih menarik di mata anak ketimbang sayuran dan buah-buahan. Saat ini, cara membuat anak mau menyantap sayuran dan buah-buahan merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua.

Mengutip situs web Kementerian Kesehatan, masih banyak penduduk Indonesia yang tidak cukup mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Data Riskesdas 2007 memperlihatkan 93,6 persen anak di bawah 10 tahun di Indonesia kurang makan sayur.

Padahal konsumsi sayuran dan buah-buahan merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan gizi seimbang. Perlu Bunda ketahui, sebagian vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayuran serta buah-buahan berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh.


Selain itu, buah-buahan juga menyediakan karbohidrat, terutama berupa fruktosa dan glukosa. Semakin matang buah yang mengandung karbohidrat semakin tinggi kandungan fruktosa dan glukosanya, yang dicirikan oleh rasa yang semakin manis.

Lalu apakah menyantap buah-buahan bisa digantikan dengan jus? Sayangnya jus buah-buahan yang dijual di Indonesia kebanyakan mengandung tambahan gula, Bun. Dalam segelas jus buah bergula terkandung 150-300 kalori yang separuhnya berasal dari tambahan gula.

Oleh karena itu, ada baiknya Bunda membatasi konsumsi buah yang terlalu matang dan minuman jus bergula agar kadar gula darah tetap terkendali.

Bagi masyarakat Indonesia, terutama balita dan anak usia sekolah dianjurkan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 gram per orang per hari. Sekitar dua pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah porsi sayur.

Cara Membuat Anak Tertarik Makan Sayuran dan Buah-buahanIlustrasi cara membuat anak mau makan sayuran dan buah-buahan. (Foto: thinkstock)

Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari memang tak semudah membaca teori ya, Bun. He-he-he. Tapi Bunda bisa mencoba cara membuat anak mau makan sayuran yang disarankan oleh peneliti.

Para peneliti di Texas A&M University mencari pola konsumsi makanan di antara murid sekolah dasar. Mereka menemukan hal menarik tentang kapan dan kenapa anak-anak memilih untuk menyantap sayuran.

Setelah menganalisis data makanan yang tersisa di piring dari 8.500 siswa, terungkap bahwa ada satu variabel yang memengaruhi anak mengonsumsi brokoli, bayam atau sayuran hijau lainnya, yakni keberadaan makanan lain di atas piring selain sayuran itu sendiri.

Anak-anak cenderung memakan sayuran ketika sayuran tersebut dipasangkan dengan makanan yang tidak lezat. Namun, jika sayuran dipasangkan dengan nugget atau burger yang merupakan makanan favorit anak-anak, sayuran yang berada di atas piring cenderung tidak disentuh dan lebih banyak terbuang.

"Memasangkan makanan pembuka dan sayuran merupakan pertimbangan penting ketika menilai sisa makanan di piring para siswa sekolah dasar," tulis peneliti dilansir Washington Post.

Cara lainnya, Bunda dan Ayah bisa mulai membiasakan untuk menyediakan buah-buahan dan sayuran di meja makan setiap hari. Lagi-lagi, orang tua harus menjadi panutan bagi anak. Ketika Bunda dan Ayah hobi menyantap buah dan sayuran maka anak akan mengikuti.

Bunda juga bisa ajak anak melakukan permainan seru seperti blind tasting. Tutup mata anak dengan sapu tangan dan minta ia menebak buah apa yang dimakan.

Nah, cara yang satu ini butuh sedikit kreativitas. Bunda dapat memotong sayuran dan buah-buahan menjadi bentuk lucu seperti bunga atau hewan.

Selamat mencoba Bunda.

Simak juga cara mengenalkan tanaman kepada anak agar mereka lebih tertarik untuk menyantap sayuran dan buah-buahan dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(som/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi