HaiBunda

PARENTING

Pertimbangkan Ini Dulu Sebelum Beri Susu Segar untuk Bayi 6 Bulan

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 15 Aug 2017 11:16 WIB
Yang perlu dipertimbangkan saat beri susu segar untuk bayi 6 bulan/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Anak sudah mulai dapat Makanan Pendamping ASI alias MPASI, Bunda lantas kepikiran ngasih mereka susu segar untuk membantu mencukupi kebutuhan gizinya? Hmm, sebelum melakukan itu, ada beberapa hal penting yang Bunda perlu tahu nih.

Menurut Dr dr Ariani Dewi Widodo SpA(K) dari RSAB Harapan Kita, susu memang punya segudang manfaat. Berdasarkan 324 penelitian sebelumnya, ditemukan kalau susu terbukti bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke sebesar 20 persen. Selain itu, susu juga dapat mereservasi gigi yang copot.

Baca juga: Bunda Perlu Tahu, Pertimbangan Saat Memilih Susu untuk Anak

Lalu bagaimana dengan susu sapi segar yang diberi ke bayi? "Susu sapi segar nggak mengandung cukup zat besi dan asam folat yang merupakan faktor kunci pembuatan DNA. Sehingga nggak dianjurkan untuk bayi. Kurangnya kandungan besi bisa membuat perkembangan otak nggak maksimal dan folat yang rendah nggak akan bisa memenuhi kebutuhan tubuh dengan baik," kata dr Ariani baru-baru ini.


Selain itu, alasan susu sapi segar nggak dianjurkan untuk bayi karena belum tentu steril. Sebab, nggak menutup kemungkinan kita menghindari susu sapi kemasan dan lebih memilih susu sapi segar dari pengalengan.

Padahal kita nggak bisa memastikan di susu tersebut masih ada virus atau bakteri patogen (penyebab penyakit). Selain itu, pada beberapa kasus, pemberian susu segar pada bayi juga bisa memicu buang air besar (BAB) berdarah.

Baca juga: Anak Batuk Berdahak Nggak Boleh Dikasih Produk Susu?

"Untuk beberapa kasus mungkin nggak kelihatan ada darah dalam feses anak. Tapi, begitu diperiksakan ke laboratorium, akan ada butiran-butiran mikron darah yang terkandung di dalamnya," kata dr Ariani.

Pemberian susu sapi pada sebagian bayi juga bisa menyebabkan alergi karena kandungan protein kasein di susu sapi. Akibat yang ditimbulkan biasanya ruam gatal, batuk dan pilek.

"Banyak banget suplemen tambahan yang bisa dikasih ke anak seperti brokoli, susu kedelai, susu almond, salmon, tahu dan masih banyak lagi," tutur dr Ariani. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

4 Kalimat Langka yang Diucapkan Laki-laki saat Tulus Jatuh Cinta Menurut Psikolog

Mom's Life Amira Salsabila

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

Mom's Life Amira Salsabila

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Menyusui Indah Ramadhani

Cantiknya Elif Anak Siti KDI Blasteran Turki, Tampil Slay saat Main Padel

Parenting Nadhifa Fitrina

11 Penyebab Perut Sakit saat Hamil, Tanda Bahaya & Cara Mengatasinya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

11 Penyebab Perut Sakit saat Hamil, Tanda Bahaya & Cara Mengatasinya

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK