HaiBunda

PARENTING

Bersama dengan Anak, Tapi Benarkah Kita Sudah Bonding dengannya?

Nurvita Indarini   |   HaiBunda

Jumat, 08 Sep 2017 07:00 WIB
Bermain bersama anak/ Foto: Wirsad Hafiz
Jakarta - Mungkin benar, kita menghabiskan banyak waktu di samping anak. Tapi apakah kita sudah benar-benar bonding dengannya? Ternyata belum tentu, Bun.

Iya, belum tentu kita melakukan bonding time dengan anak meski secara fisik kita berada di dekat mereka. Kalau kita membiarkan anak main sendiri sementara kita sibuk dengan pekerjaan yang lainatau gadget kita, tentu tidak ada bonding.

"Bonding itu adalah waktu yang terikat. Jadi ada koneksi atau hubungan. Koneksi 1-2 orang yang mendalam. Jadi ketika kita bersua dengan anak, apa kita sudah tahu apa yang dibutuhkan anak, kita tahu dia secara mendalam?" tutur psikolog anak dan remaja, Irma Gustiana Andriani, dalam grand launching Cobyhause di Lucy In The Sky, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (7/9/2017).


"Jangan sampai kita berada dekat dengan anak tapi nggak tahu mendalam tentang mereka," imbuh Irma.

Di lima tahun pertama kehidupannya, sambung Irma, merupakan golden momment bagi anak. Sebab ini merupakan usia keemasan perkembangan anak. Nah, dalam perkembangan anak ini ada lima faktor yakni berpikir, kecerdasan, emosi, sosial, dan bahasa. Kelima faktor itu perlu distimulasi, Bun.

Baca juga: Nggak Perlu Beli, Bikin Sendiri Yuk Kartu Ucapan Bareng si Kecil

"Banyak anak yang mengalami problem dalam perkembangan bahasa. Jadi anak dikasih gadget, ortu juga main gadget. Mereka sama-sama di satu ruangan. Nggak ada stimulasi, nggak ada bonding," tutur Irma.

Jika dulu, di masa kecil kita, kita merasa kurang bonding dengan orang tua, maka jangan sampai hal itu terulang ke anak-anak kita. Karena kesalahan pengasuhan bisa berpengaruh pada kepribadian seseorang di masa mendatang.

"Negatifnya adalah jadi orang dewasa yang nggak sehat secara mental. Karena itu baiknya kita fokus pada positif parenting. Jadi kita fokus pada solusi, bukan persoalannya. Kalau berkutat pada problem, bukan jadi orang tua yang positif," tutur Irma.

Baca juga: Sudahkah Ayah dan Bunda Mendongeng untuk si Kecil?

Kalau kita tahu kebutuhan anak dengan mendalam, tentu anak akan percaya sama kita ya, Bun. Ini akan membantu mereka membentuk kepercayaan pada lingkungan. Nah, kalau anak sudah percaya sama lingkungan nih, mereka akan lebih mudah beradaptasi.

"Kegagalan mengasuh anak di usia balita itu akan menyebabkan anak sangat sering rewel dan tantrum," tambah Irma.

Kalau Bunda, bagaimana biasanya menumbuhkan bonding dengan anak? (Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

Mom's Life Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Potret Ardit Erwandha Aktor 'Tunggu Aku Sukses Nanti' dan Istri yang Berprofesi Notaris

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK