Jakarta -
Meski tampaknya sepele, tapi soal anak kita yang dicolek-colek orang, perlu juga diberi perhatian lho, Bun. Nggak berarti semua colekan itu berbahaya bagi anak. Tapi kita perlu memberikan bekal pada anak agar mereka tahu apa yang harus dilakukan jika dicolek orang lain.
Iya, ada colekan yang bisa jadi berarti pelecehan seksual. Ada colekan biasa saja, ada colekan gemas, dan ada colekan yang bikin anak kita nggak nyaman.
Baca juga:
Anak Dicolek-colek Orang Lain, Berarti Pelecehan Seksual?Sebagai tindakan preventif agar anak terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, kita bisa menanamkan empat hal ini. Setidaknya anak tahu apa yang harus dilakukan jika ada orang lain yang mencolek-colek dirinya.
1. Ingatkan Terus MenerusTerus ingatkan si kecil soal jenis-jenis
sentuhan, colekan, siapa yang melakukan, lokasi colekan, dan hal lainnya secara detail. Bahkan hal ini bisa dilakukan hingga menjelang si kecil tidur, agar ia mengingat terus pesan ini dan lebih waspada.
Lebih baik si kecil mengingat pesan Bunda soal apa yang harus dilakukan daripada, amit-amitnya, si kecil mengingat pelecehan seksual yang ia alami kan?
2. Kepada Siapa Minta TolongMenurut Anna Surti Ariani MPsi, psikolog anak dan remaja, ketika anak sedang sendiri kemudian ia dicolek pipinya atau bagian tubuh lainnya oleh orang yang tidak dikenal, ajarkan anak untuk berteriak dan mencari pertolongan terdekat. Perlu juga kita kenalkan anak dengan orang-orang seperti satpam sekitar rumah, tetangga, polisi, guru sekolah dan sebagainya, sebagai orang yang bisa dimintai tolong.
3. Jangan PanikKatakan pada anak, jangan panik saat ada orang yang
mencolek dirinya. Karena panik berlebihan kadang membuat anak malah tidak bisa mengambil tindakan yang baik dan semestinya. Kita sebagai orang tua juga jangan panik ya, Bun.
"Katakan pada anak, 'Yang kamu lakukan itu sudah bagus, Nak. Lain kali, ketika kamu ketemu orang nggak dikenal langsung lari atau teriak ya,' Jangan panik, dan tenangkan si kecil, jika kita panik atau bicara yang tidak-tidak malah akan membuat anak semakin takut," ujar psikolog yang akrab disapa Nina ini.
4. Saat Dicolek di Depan Orang Tua, Tapi Anak Tak SenangAjarkan anak untuk berlaku asertif atau tetap sopan jika memang tidak suka dicolek oleh orang lain atau orang yang dikenal atau hal itu dilakukan di depan kita. Kita bisa katakan, "Kalau kamu nggak suka dicolek bilang aja, 'Om dan Tante, maaf aku nggak suka dicolek,'".
Atau mungkin kita bisa bantu sebagai orang tua untuk bicara, "Maaf ya, anakku risih kalau dicolek-colek gitu,".
Terkadang orang tua berpikir, mentang-mentang keluarga tidak masalah tubuh anak dicolek-colek seenaknya, meskipun di depan kita. Tapi kita harus ingat, Bun, anak memiliki hak atas tubuhnya sendiri.
"Orang tua itu menguatkan dan mengurangi traumatik. Bukan malah nambah buat anak trauma. Kadang yang bikin anak makin trauma itu reaksi orang tua yang terlampau berlebihan," tutup Nina.
Baca juga:
Mengajari Anak untuk Balas Pukul Saat Dipukul, Psikolog: Itu Keliru (aml)