sign up SIGN UP search


parenting

Pernahkah Merasa Bersalah Membiarkan si Kecil Berdiri di Motor?

Amelia Sewaka Senin, 09 Oct 2017 12:23 WIB
Kadang si kecil membonceng sepeda motor di depan atau berdiri di belakang. Saat itu, merasa bersalah atau biasa saja? caption
Jakarta - Memboncengkan si kecil di depan saat naik sepeda motor tanpa helm atau membiarkannya berdiri di belakang adalah pemandangan yang jamak kita temui di jalan raya. Kadang kita nggak sadar, hal itu bahaya banget buat si kecil. Jangan sampai penyesalan datang belakangan.

"Saya pernah dapat kabar anak teman saya meninggal karena kecelakaan di jalan. Jadi anaknya masih balita, dibonceng di depan, nggak pakai helm. Lalu serempetan atau gimana, mereka jatuh dan anaknya meninggal. Sejak itu saya nggak mau lagi memboncengkan anak di depan," ujar Haris, ayah dari seorang balita.

Menanggapi hal itu, Andry Berlianto, salah satu anggota komunitas Safe Kids Indonesia ini mengatakan bahwa kalau menurut aturan sih kita tidak boleh membawa anak ketika berkendara dengan sepeda motor atau kendaraan roda dua. Tapi di Indonesia, aturan ini memang belum bisa ditegakkan dengan baik.


Bukan berarti artinya kalau punya anak harus beli mobil juga, sih. Tapi setidaknya kita jangan sampai cuek bebek dengan tidak menomorsatukan keamanan anak-anak kita sendiri.

Baca juga: Penting! Begini Agar Aman dan Nyaman Berkendara Bersama Bayi

Kalau kita memang harus membawa anak dengan sepeda motor, maka hal-hal berikut harus diperhatikan.

1. Pastikan Benar-benar Terlindungi

Jika orang tua harus atau terpaksa membawa anak dengan sepeda motor, maka perlindungan penuh ada pada sang ibu yang duduk di belakang. Kita perlu sering-sering cek keadaan anak juga, meskipun mereka duduk di tengah antara ayah dan ibu.

Kita harus pastikan anak nggak sesak. Soalnya kalau terlalu sesak, nanti anak jadi kesulitan bernapas. Intinya kalau benar-benar nggak memungkinkan, demi keamanan dan keselamatan bersama, mungkin bisa dipertibangkan menggunakan alat transportasi umum jika hendak menempuh perjalanan yang cukup jauh atau melewati jalan raya.

2. Lengkapi dengan Pengaman

Jika sangat terpaksa ibu harus membawa anaknya dengan sepeda motor sendirian, maka pilihlah rute yang paling aman. Mungkin bisa dipertimbangkan untuk memilih jalan-jalan yang bukan jalan raya, di mana biasanya berseliweran banyak kendaraan.

Lengkapi juga ibu dan si kecil dengan pengaman seperti helm dan jaket. Kalau anaknya masih terlalu kecil, sebaiknya kita jangan memaksakan diri membawa si kecil sendiri menggunakan sepeda motor ya, Bun. Kasihan, si kecil.

Pokoknya kita harus memaksimalkan penjagaan secara total jika terpaksa naik sepeda motor dengan anak. "Kami menekankan campaign ini bukan meminta semua keluarga harus punya mobil. Bukan itu, tujuan kami mengedukasi risiko dan apa saja bahaya yang didapat kalau kita tidak memperhatikan bahaya dari tiap berkendara," kata Wahyu Minarto, Co-Founder sekaligus praktisi keselamatan Safe Kids Indonesia.

Hal itu disampaikan Wahyu dalam salah satu sesi talkshow di Pekan Menggendong Sedunia 2017 yang digelar Indonesia Baby Wearers Jabodetabek, di Club Kembang, Kemang, Jakarta Selatan pada Minggu (8/10/2017).

Baca juga: Saran Bagi Ibu Agar Nyaman Gendong Anak Saat Harus Berkendara

(Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!