parenting

4 Kesalahan yang Bikin Montessori Nggak Berhasil Diterapkan

Nurvita Indarini Minggu, 05 Nov 2017 11:15 WIB
4 Kesalahan yang Bikin Montessori Nggak Berhasil Diterapkan
Jakarta - Montessori belakangan ini memang lagi 'nge-hits' di kalangan para bunda. Apalagi noh konon montessori itu mendukung kemandirian anak. Ada lho anak empat tahun yang sudah bisa bantu ibunya mencuci piring. Hebat banget ya.

Melihat kesuksesan itu, diri ini pun ingin menerapkan bermain sambil belajar dengan metode montessori. Misalnya nih dengan meminta anak berlatih memindahkan manik-manik dari satu mangkuk ke mangkuk yang lain dengan menggunakan sendok. Tapi kok nggak semulus anak-anak yang lain ya. Sedih banget, deh.

Rina Jayani, praktisi montessori sekaligus Ketua Yayasan Bangun Daya Mandiri memaparkan ada beberapa kesalahan nih yang membuat montessori yang kita terapkan jadi tampak gagal. Apa saja? Yuk simak pemaparannya sebagai berikut.




1. Tidak Diberi Contoh, Hanya Diberi Perintah

4 Kesalahan yang Bikin Montessori Nggak Berhasil DiterapkanKesalahan dalam menerapkan montessori/ Foto: Wirsad Hafiz


Kata Rina, dalam montessori itu mensyaratkan situasi yang tenang dan tidak banyak bicara. Karena itu sebelum meminta anak memulai kegiatannya, orang tua atau guru memberikan contoh terlebih dahulu.

Jadi jangan sampai kita hanya memberi perintah, misalnya, "Sendokin manik-maniknya, pindah ke mangkuk di sebelahnya," tanpa memberikan contoh terlebih dahulu.

"Sebelum anak mulai, diberi contoh dulu. Anak banyak meng-copy atau mencontoh. Kegiatan dilakukan dari kiri ke kanan, karena untuk latihan membaca dan menulis latin. Kegiatan juga harus dilakukan sampai selesai," terang Rina saat ngobrol dengan HaiBunda.

2. Menginterupsi Anak dengan Menyalahkan

Kesalahan dalam menerapkan montessori/Kesalahan dalam menerapkan montessori/ Foto: Wirsad Hafiz


Meski sudah diberi contoh, namanya anak-anam kadang tidak bisa meng-copy dengan sangat baik. Bisa saja dalam melakukan kegiatan montessori, dia melakukan kesalahan. Nah, saat anak melakukan kesalahan, kita pasti tergoda banget untuk bilang, "Salah. Bukan begitu. Harusnya...".

Kita harus ingat Bun, dalam montessori itu harus tenang, jangan sampai anak terdistraksi, meskipun dia melakukan kesalahan. "Saat anak mengerjakan sesuatu lalu dibilang salah. Kalau salah biarin aja, kita nggak boleh interupsi. Biarkan nanti belajar dari kesalahan. Dicatat aja kesalahannya, nanti diberi contoh lagi. Harus mengulang aja," sambung Rina.


Kalau sedikit-sedikit anak langsung disalahkan, akan membuat kepercayaan diri anak luntur. Alhasil mereka pun enggan melakukan kegiatan montessorinyaitu. Siapa saja pasti nggak suka disalah-salahin kan ya, Bun.

"Kadang kalau anak salah, kita nggak sengaja suka teriak. Itu nggak boleh banget. Harus tenang, sehingga anak juga belajar dari lingkungannya," tambahnya.

3. Langsung ke Tingkat yang Sulit

Kesalahan dalam menerapkan montessori/Kesalahan dalam menerapkan montessori/ Foto: dok.HaiBunda


Kadang nih, kita merasa anak sudah terlambat memulai kegiatan montessori. Atau kita ingin anak kita lebih unggul dari teman-temannya. Kita ingin anak kita cepat bisa. Alhasil kita beri mereka tantangan yang langsung sulit. Padahal sebelumnya mereka belum pernah melakukannya.

"Dalam montessori nggak boleh langsung ke tingkat yang sulit. Harus dari yang mudah ke sulit. Kalau langsung sulit, anak jadi putus asa, stres, nggak mau lagi melakukan," lanjut Rina.

Sebaliknya kalau bisa menyelesaikan, akan tumbuh percaya diri dan rasa positif. Ketika bangga dengan dirinya, anak akan termotivasi akan terus melakukannya.

4. Tidak Konsisten Melakukannya

Kesalahan dalam menerapkan montessori/Kesalahan dalam menerapkan montessori/ Foto: Nurvita Indarini


Bahwa untuk menerapkan sesuatu itu butuh konsistensi. Kalau kita nggak konsisten menerapkan montessori pada anak, maka anak bisa lupa dengan kemampuan sebelumnya. Alhasil, anak nggak berhasil melakukannya. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi