HaiBunda

PARENTING

Ketika Anak Menghadapi Perceraian Orang Tuanya

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Jumat, 05 Jan 2018 19:03 WIB
Ketika Anak Menghadapi Perceraian Orang Tuanya. Foto: Thinkstock
Jakarta - Konflik dalam tiap keluarga itu pasti ada ya, Bu. Terkadang konflik begitu meruncing sehingga menghadirkan perbedaan prinsip, sehingga orang tua kemudian memutuskan untuk bercerai.

Saat perceraian terjadi, pasti akan ada dampak pada si kecil ya, Bun. Psikolog anak dan remaja dari Rumah Dandelion, Carmelia Riyadhni atau Carmel menekankan supaya orang tua tetap bisa mempertahankan hubungan baiknya meski sudah bercerai. Kenapa? Bagaimanapun sosok ayah atau ibu kandung tetap nggak akan tergantikan.


Apalagi kalau bunda atau ayah akan memulai hubungan dengan orang lain, kata Carmel, kita perlu mengkomunikasikan itu ke pasangan. Sekali lagi, ini penting dilakukan demi menjaga hubungan baik kita dan pasangan yang berpengaruh pada kondisi anak-anak.


"Bagaimanapun anak harus tetap berhubungan dengan ibu kandung atau ayah kandungnya. Maka dari itu, penting sekali bagi orang tua bahkan sebelum memutuskan bercerai untuk membuat kesepakatan bahwa hubungan mereka akan tetap baik, karena kalau tidak, anak yang akan jadi korban," kata Carmel dikutip dari detikHealth.

Nggak hanya itu, Bun, perlakuan pada anak yang keadaannya mengalami perceraian juga akan berbeda tentunya. Kalau kata Roslina Verauli SPsi MPsi, psikolog anak dan keluarga, cerai itu ada dua, secara emosional dan secara hukum.

Biasanya cerai psikologi atau emosional terjadi lebih dahulu dibanding cerai secara hukum, sehingga ketika anak tahu bahwa ada orang tua akan cerai dan di situ terjadi cerai secara emosional, di situ pula anak seharusnya harus sudah diberi pengertian.

"Sayangnya anak tuh nggak begitu paham, beda dengan kita yang sudah mengerti. Jadi kalau bisa sampaikan hal tersebut ke anak tiap hari sampai dia nanti tiba-tiba paham," papar Vera di sela-sela acara Fonterra Brands Indonesia dengan Kampanye 'Best Mom Ever', di Plataran Dharmawangsa, beberapa waktu lalu.



Karena menurut Vera, ketika orang tua sudah bercerai secara hukum pun terkadang masih ada lho anak yang belum paham atau masih belum mau terima. "Karena anak masih belum paham dan terima kenapa orang tuanya mesti separate. Jadi memang ketika keluarga menjadi disfunction karena bercerai atau lainnya itu nggak mudah buat anak dan tentunya bikin trauma," imbuh Vera.

Baik itu trauma ringan atau trauma berat, selesai atau tidak masalahnya, hal inilah yang nanti menentukan perilaku anak ke depan. Jadi Vera menyarankan bantu anak untuk paham situasinya, serta apa saja yang harus dilakukan. Bukan maksud menutupi rasa lho sehingga emosi-emosi negatif yang anak punya nggak jadi trauma.

"Ya walaupun sulit memang pada kenyataannya dengan adanya macam-macam kejadian, tapi tetap kita harus bantu anak," tutur Vera. (Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Parenting Nadhifa Fitrina

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK