HaiBunda

PARENTING

Kocak! Saat Tumbuh Kembang si Kecil Diukur Pakai Cheesesteak

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Rabu, 10 Jan 2018 08:01 WIB
Kocak! Saat Tumbuh Kembang si Kecil Diukur Pakai Cheesesteak/ Foto: strangework.com
Jakarta - Wajib banget buat kita para orang tua mengamati tumbuh kembang si kecil. Nah, ayah yang satu ini juga pengen banget memantau tumbuh kembang bayinya. Eh, tapi yang dipakai agak nyeleneh nih, Bun. Cheesesteak!

Ayah ini bernama Brad Williams. Dia bercerita, saat itu anak lelakinya yang dikasih nama Lucas Royce Williams lahir di tahun 2015. Suatu malam, Brad sama istrinya memesan cheesesteak lewat layanan delivery. Nah, di situlah timbul ide Brad untuk mengukur besar si kecil Lucas pakai cheesesteak pesanannya yang terbungkus aluminium foil.

"Saat itu umur Lucas 2 minggu. Nah, saya membagikan foto-foto saat saya membandingkan besar badan Lucas dengan cheesesteak. Nggak disangka, keisengan saya ini ternyata jadi tradisi tiap bulan. Ya, tiap bulan saya mengukur besar badan Lucas dengan cheesesteak," kata Brad di blog-nya strangework.com.


Setelah Lucas berumur 1 tahun, Brad memutuskan untuk berhenti mengukur tubuhnya pakai cheesesteak. 'Tradisi' ini pun dimulai Brad lagi saat Lucas berulang tahun yang ke-dua. Tahu nggak, Bun, apa yang dialami Lucas? Dia kayak takut atau bisa jadi malas melihat gulungan cheesesteak itu ya. Hi-hi-hi. Saat mau difoto ayahnya dan diminta memegang cheesesteak, Lucas menolaknya.

Bahkan, pas cheesesteak itu ditaruh di sampingnya, Lucas langsung menyingkirkannya. Waduh, Lucas kenapa ya? Kata Brad, dia berharap nggak bikin anaknya takut sama cheesesteak. Makanya, Brad bakal melihat reaksi Lucas ketika disandingkan dengan cheesesteak pas dia berulang tahun ke-3 di bulan November mendatang.

Kepada Babble, Brad dan istrinya April berharap Lucas bakal suka juga nih makan cheesesteak. Terlapas dari apa yang terjadi sama putranya, di keluarga mereka Brad dan April juga masih melakukan tradisi 'for scale' juga lho. Bahkan di liburan musim panas mendatang di Paris, mereka berencana bakal menjadikan baguette jadi pengukur tumbuh kembang bayi-bayi di keluarganya.



Just for fun, Bun. Brad sama April juga cuma menjadikan tradisi ini sebagai lucu-lucuan kok. He-he-he. Nah, ngomong soal tumbuh kembang anak memang wajar banget kalau sebagai orang tua kita khawatir tumbuh kembang si kecil normal nggak sih? Menurut Dr dr Hartono Gunardi SpA(K) dari RS Cipto Mangunkusumo, cara pertama yang paling gampang apakah tumbuh kembang si kecil normal apa nggak yaitu dengan melihat pertumbuhan anak saudara atau tetangga yang seumuran dengan anak kita.

"Melihat pertumbuhan anak lain yang seumuran adalah cara paling mudah. Tapi akan lebih baik lagi kalau kita rutin periksakan anak ke posyandu. Cara kedua yakni dengan rajin mengisi formulir Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang perlu diisi sejak anak berumur 3-72 bulan. Formulir KPSP ini digunakan untuk mengetahui normal ataukah ada penyimpangan pada tumbuh kembang anak. Tapi, tantangannya sekarang ini, sebagian ibu masih nggak telaten atau rajin," kata dr Hartono.

Terakhir, nggak ada salahnya juga kita memanfaatkan aplikasi untuk mengukur tumbuh kembang si kecil, Bun. Hmm, gimana, Bunda tertarik mengukur tumbuh kembang si kecil pakai item-item nyeleneh kayak yang dilakukan Ayah Brad? Hi-hi-hi.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Haru! Bocah 4 Tahun Jalani Operasi Jantung Sendiri, Kini Diadopsi Dokter Penyelamatnya

Parenting Nadhifa Fitrina

Intip Isi Rumah Termahal di Dunia Rp5,28 Triliun Milik Pangeran Saudi

Mom's Life Azhar Hanifah

Singapura Jadi Zona Biru 2.0 Pertama di Dunia, Apa Artinya?

Mom's Life Azhar Hanifah

Studi Terbaru Temukan Kaitan Kehamilan Kedua dengan Stres Tinggi, Apa Penyebabnya?

Kehamilan Annisa Karnesyia

Demi Temani Aurelie Moeremans Melahirkan, Suami Dokter Umumkan Cuti 5 Minggu

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Andhika Sudarman Dikeluarkan dari Harvard Club of Indonesia Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Haru! Bocah 4 Tahun Jalani Operasi Jantung Sendiri, Kini Diadopsi Dokter Penyelamatnya

Studi Terbaru Temukan Kaitan Kehamilan Kedua dengan Stres Tinggi, Apa Penyebabnya?

Singapura Jadi Zona Biru 2.0 Pertama di Dunia, Apa Artinya?

5 Terapi Psikis yang Efektif untuk Penyembuhan Korban Bullying

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK