parenting

Cara Mengatasi Rasa Takut pada Anak

Melly Febrida Senin, 22 Jan 2018 06:57 WIB
Cara Mengatasi Rasa Takut pada Anak
Jakarta - Anak-anak takut ke kamar mandi? Wah itu, yang saya sering alami Bun. Meski sudah besar, anak sulung saya yang umurnya enam tahun masih takut ke kamar mandi sendirian di malam hari.

Sebenarnya sih ketakutan pada anak itu wajar banget ya, Bun. Rasa takut ini sangat erat kaitannya dengan upaya anak agar terhindar dari bahaya atau ancaman. Ya, bisa jadi anak mengalami fobia karena ketakutan yang berlebihan setelah mengalami kejadian tertentu. Meski wajar, tapi jangan sampai perasaan ini memengaruhi aktivitas anak sehari-hari.

Rasa takut sebenarnya nggak datang tiba-tiba, Bun. Perasaan itu bisa timbul pada diri anak melalui proses belajar. Belajar takut? Iya, anak bisa belajar takut terhadap sesuatu. Itulah mengapa untuk mengatasi rasa takut butuh waktu dan proses belajar juga agar nggak takut.


Lalu bagaimana mengatasi rasa takut pada anak? Kalau menurut buku 'Parents Guide Growing up Usia 5-6 Tahun', hal pertama yang perlu orang tua lakukan adalah mengenali proses awalnya terbentuknya rasa takut pada anak. Setelah itu, cari jalan keluarnya.



Nah, berikut ini beberap kiat menghadapi rasa takut pada anak:

1. Takut Gelap

Mengatasi rasa ketakutan anak pada gelap/Mengatasi rasa ketakutan anak pada gelap/ Foto: Usman Hadi/detikcom


Takut gelap biasanya karena anak pernah mengalami kejadian pahit yang begitu membekas dalam dirinya. Misalnya saja dikurung di ruang gelap. Untuk menghilangkan rasa takut ini, si kecil secara perlahan diperkenalkan dan dijelaskan bahwa suasana gelap tidak selalu menimbulkan rasa takut.

Kita bisa mengajak si kecil bermain di ruang remang-remang, seperti bermain boneka atau bermain apa saja yang membuatnya senang. Selain itu, saat tidur malam hari jangan biarkan kamarnya gelap gulita. Setidaknya biarkan lampu redup tetap menyala, agar anak perlahan-lahan bisa menguasai rasa takutnya pada gelap.

2. Takut Hantu

Mengatasi rasa takut anak pada hantu/Mengatasi rasa takut anak pada hantu/ Foto: Rengga Sancaya


Banyak sebab yang membuat anak takut hantu. Misalnya saja menonton film seram, ditakut-takuti, dan nggak dapat info yang benar tentang hantu. Bagaimana mengatasinya? Biarkan anak menceritakan tentang rasa takutnya dulu, Bun. Dengarkan dengan simpatik dan jelaskan saat bunda seumurannya juga punya rasa takut seperti itu.

Kalau anak memiliki bayangan makhluk yang menyeramkan, mintalah anak menggambarkan imajinasinya di atas kertas. Selanjutnya gambar itu kita bingkai dan digantung di bagian terang sebagai hiasan. Cara itu bisa membuat anak terbiasa dengan bayangan dan nggak takut lagi. Terakhir, jangan pernah menakut-nakuti anak demi kepentingan kita sendiri, Bun.

3. Takut Tukang Potong Rambut

Mengatasi rasa takut anak pada tukang potong rambut/Mengatasi rasa takut anak pada tukang potong rambut/ Foto: Ari Saputra


Kalau anak nggak mau potong rambut, bisa jadi dia takut sama tukang potong rambutnya Bun. Untuk mengatasinya, kita bisa mengajak anak ke tukang pangkas rambut dan melihat apa yang terjadi di sana.

Biarkan anak melihat anak seusianya potong rambut. Yakinkan ke anak bahwa potong rambut nggak menyakitkan dan rambut akan tumbuh lagi nantinya. Kalau anak berani potong rambut, jangan lupa memuji keberaniannya ya, Bun. Berikan pelukan dan ciuman hangat buat si kecil.

4. Takut Masuk Sekolah

Mengatasi rasa takut anak pada sekolah/Mengatasi rasa takut anak saat masuk sekolah/ Foto: Puti Aini Y


Saat pertama kali si kecil masuk sekolah itu bisa menjadi momen yang mendebarkan. Saat itu, anak pertama kali berkenalan dengan lingkungan dan teman-teman baru.

Untuk memperlancar adaptasi dan menghindarkan anak dari ketakutan akan lingkungan baru, orang tua bisa mengantar anak. Namun, hari-hari berikutnya ada sekolah yang bersikap tegas hanya memperbolehkan orang tua menunggu di luar.

Cara lainnya adalah dengan mengajak anak ke sekolahnya sebelum hari-H masuk sekolah. Ini penting agar anak merasa akrab dengan tempat tersebut. Kalau ada foto-fotonya, bisa juga diperlihatkan kepada anak, sembari kita ceritakan berbagai kegiatan seru di sekolah.

5. Takut Serangga

Mengatasi rasa takut anak pada serangga/Mengatasi rasa takut anak pada serangga/ Foto: Thinkstock


Nggak sedikit anak yang takut kecoak atau serangga terbang lainnya. Jangankan anak-anak, orang dewasa juga ada yang takut dengan kecoak, ya kan Bun?

Kalau anak takut binatang tertentu sih sebaiknya nggak usah dipaksa untuk berani menghadapi ketakutannya. Cara itu hanya akan membuat anak semakin takut, atau bisa jadi malah fobia.

Kalau ada serangga yang terbang di dekat anak, bantulah si kecil untuk mengusirnya. Atau kita bisa mengajak si kecil melihat-lihat buku tentang serangga, agar anak lebih mengenal binatang itu dan nggak takut lagi.

6. Takut Orang Asing

Mengatasi rasa takut anak pada orang baru/Mengatasi rasa takut anak pada orang baru/ Foto: Thikstock


Si kecil mungkin sangat pemalu pada orang tidak dikenal yang datang bertamu ke rumah. Kalau begini, jangan memaksakan anak untuk keluar dan memberi salam pada si tamu ya, Bun. Biarkan saja anak yang membuat kemajuan sendiri untuk mengenal tamu.

Takut Hingga Menangis

Biasanya saat ketakutan anak bisa menangis. Kata Ratih Zulhaqqi, psikolog dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, rasa takut adalah bagian dari emosi dan perasaan. Sementara menangis adalah cara anak mengekspresikan perasaannya. Karena itu menurutnya, orang tua tidak disarankan untuk memberhentikan anak yang sedang menangis.

"Lebih baik dipeluk dan biarkan dia tetap menangis. Ketika sudah agak reda, baru ditanya, 'adik nangis kenapa?' dan dijawab karena gelap misalnya. Nah orang tua baru bertindak, 'kalau begitu ayo kita nyalakan lampunya, supaya terang dan semuanya kelihatan, tidak gelap lagi.' Jadi anak dibiarkan dulu mengenal emosinya, baru kita beri solusi," kata Ratih, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.



Pengucapan kata-kata seperti 'nggak apa-apa kok,' 'nanti juga hilang,' atau 'jangan nangis ah, cengeng' ketika anak merasa ketakutan sangat tidak dianjurkan, Bun. Ucapan tersebut bisa membuat anak tidak mengenal emosi seperti rasa takut, yang notabene lumrah dimiliki manusia.

Apalagi kalau kita sampai melarang anak menangis. Itu hanya akan membuat emosi anak menumpuk dan tidak bisa dikeluarkan. Jika ditumpuk secara terus-menerus dan tidak dikeluarkan, emosi tersebut akan berubah menjadi negatif. Duh, jangan sampai ya. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi