parenting

Sempat Depresi, Bocah dengan Autisme Ini Bisa Tunjukkan Prestasi

Asri Ediyati Senin, 26 Feb 2018 15:06 WIB
Sempat Depresi, Bocah dengan Autisme Ini Bisa Tunjukkan Prestasi
Sydney - Ini cerita Marcel, bocah yang pada 2016 lalu baru tahu dirinya memiliki autisme. Kala itu, Marcel selalu menganggap dirinya sebagai "kegagalan dalam hidup" yang begitu buruk.

Orang tuanya, Rachel Thorsten, merasa bingung saat guru di sekolah melaporkan Marcel terus-terusan meninggalkan pelajaran. "Dia baru berusia 10 tahun tapi dia menunjukkan tanda-tanda depresi. Dia sangat cemas. Karena diagnosisnya, dia bilang bahwa dia tak merasa seperti orang sungguhan," ujar Rachel dikutip dari Herald Australia.

Konon salah satu cara menangani anak dengan autisme adalah dengan terapi menggunakan hewan. Nah, akhirnya, Marcell pun dikenalkan dengan olahraga menunggang kuda.




Ternyata benar lho, Bun, Marcel lambat laun pulih saat ia dikenalkan dengan olahraga berkuda.

"Saya memiliki kuda saat masih muda. Saya menghabiskan beberapa waktu sebagai jillaroo (penunggang kuda di peternakan) dan saya memiliki begitu banyak kenangan indah. Lalu saya menemukan terapi kuda saat melakukan penelitian tentang apa yang bisa membantu Marcel. Saya pikir setidaknya kami bisa mencobanya," tutur Rachel.

Sempat Depresi, Bocah dengan Autisme Ini Bisa Tunjukkan PrestasiMarcel bersama kuda kesayangannya, Sasha. / Foto: Facebook/ Rachel Butcher


Kata Rachel, Marcel memang belum pernah naik kuda. Tapi, Bun, ada dampak langsung saat Marcel diperkenalkan ke kuda di Wallington Park Equestrian Centre.

"Malam itu saya melihat sesuatu yang sangat berbeda dengan sikapnya. Dia tenang, senang, dan merasa terikat. Itu adalah perubahan instan. Awalnya saya pikir mungkin ini hari yang baik, suatu kebetulan. Tapi semakin kita membawanya kembali semakin berkurang tanda-tanda depresinya," sambung Rachel.

Marcel belajar bagaimana menyeimbangkan kuda, terikat secara batinnya dengan kuda, juga merasakan gerakannya. Menurut Rachel, kuda itu mencerminkan perilaku penunggangnya. Jadi jika penunggangnya cemas, maka juga akan membuat kuda cemas.

Sejak itu, Rachel merasa Marcel begitu berubah. Marcel lebih baik di sekolah, punya teman, juga memiliki kepercayaan diri.

"Saya merasa lebih bahagia. Dia anak yang berbeda. Dia tidur lebih nyenyak. Dia menemukan keyakinan pada dirinya sendiri. Orang-orang tahu namanya. Luar biasa," terang Rachel dikutip dari The Land.

Rachel bilang Marcel memiliki hewan yang sangat spesifik dalam pikirannya. Jadi saat mereka mencari kuda yang tepat untuk Marcel, butuh waktu berbulan-bulan untuk menemukan yang tepat. Hingga akhirnya saat Marcel bertemu dengan kuda bernama), dia langsung merasa 'klik'.



"Jika dia mengalami hari yang buruk dia akan mengatakan bahwa dia ingin pergi menemui Sasha. Dia bahkan tidak ingin mengendarainya, hanya duduk di rumput dan berbicara dengannya," kata Rachel.

Marcel berkuda secara rutin lima hari dalam seminggu dan merupakan anggota Riding for the Disabled Victoria. Pada lomba Werribee, bulan Juli lalu ia memenangkan medali emas pertamanya. Dan berkat kemenangannya, Marcel layak untuk ikut seleksi di Olimpiade Nasional Istimewa pada bulan April mendatang di Adelaide.

Wah, inspiratif banget ya kisah Marcel!

(aci)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi