parenting

Cerita di Balik Photoshoot Bayi dengan Tema Zombie

Radian Nyi Sukmasari Minggu, 04 Mar 2018 14:02 WIB
Cerita di Balik Photoshoot Bayi dengan Tema Zombie
Jakarta - Membayangkan foto bertema zombie pasti menyeramkan ya, Bun. Nah, ada nih seorang bunda bernama Amy Louise yang sengaja memilih tema zombie untuk cake smash ulang tahun pertama putranya, Phoenix. Hmm, kenapa tema zombie yang dipilih ya?

Jadi, Bun, masa mengandung Phoenix bisa dibilang penuh perjuangan bagi Amy. Belum lagi hiperemesis gravidarum yang dialami Amy bikin dia kepayahan selama hamil. Sampai saat usia kandungan 36 minggu Amy harus menjalani operasi caesar darurat karena dia mengalami pelepasan plasenta.

Nggak berhenti sampai di situ. Perasaan Amy hancur bukan main saat dokter memberi tahu nggak terdeteksi detak jantung si bayi. Kata Amy, kala itu yang dia lihat hanya kaki kecil berwarna ungu, nggak ada suara, nggak ada tangisan.


"Saya bertanya ke dokter apa itu berarti bayi saya meninggal. Dia hanya meremas tangan saya seakan menjawab iya. Tapi, perawat tiba-tiba menangis dan berteriak lalu bilang dia kembali. Ya, anak saya Phoenix kembali setelah dinyatakan meninggal kurang lebih 13 menit," kata Amy kepada Cafe Mom.

Syukur tak terkira dipanjatkan Amy. Si kecil memang sempat dirawat di NICU, Bun. Nah, Amy bercerita kalau dia sempat menyebut Phoenix sebagai zombie baby-nya, mengingat Phoenix sempat dinyatakan meninggal lalu hidup lagi.

Kini, Phoenix tumbuh sehat dan baru aja genap berumur satu tahun. Karena anaknya ini spesial, Amy dan suaminya memutuskan membuat sesi foto cake smash dengan tema zombie. Jadi, seakan-akan Phoenix makan kue berwarna merah layaknya berlumuran darah gitu, Bun. Dia juga pakai baju yang dibuat seolah bersimbah darah padahal itu cuma cat.

Tapi, sesi foto Phoenix mengundang beberapa komentar nggak mengenakkan dari netizen. Ada yang beranggapan nggak pantas Amy dan suaminya mensetting sesi foto dengan tema kayak gitu. Ada netizen yang bilang nantinya sesi foto itu bisa aja bikin Phoenix berpikir kejam.

"Biarlah orang mau bilang apa. Mereka nggak tahu apa cerita kami. Di balik lahirnya Phoenix ada perjuangan berat yang kami lalui. Kalau memang orang nggak suka dengan apa yang ada di internet, mereka hanya perlu menscroll layar internet saja kan?" kata Amy.

Bicara soal pelepasan plasenta seperti yang dialami Amy, kondisi ini disebut juga dengan abruptio placenta, Bun. Abruptio placenta atau placenta abruption adalah pelepasan prematur pada plasenta. Normalnya plasenta lepas dari dinding rahim setelah bayi keluar. Tapi pada abruptio placenta, plasenta sudah lepas dalam kondisi bayi masih di dalam kandungan. Demikian disampaikan dr Philip Agustinus, SpOG, dari Mayapada Hospital Tangerang.

"Kebanyakan kondisi ini disebabkan tekanan darah tinggi yang menyebabkan timbulnya hematom di placenta hingga terjadi pembengkakan pada penempelan plasenta dan lepaslah plasenta. Penyebab lainnya trauma atau kecelakaan, misalnya tabrakan motor, jatuh dan satu lagi yang sering orang Indonesia lakukan itu urut. Kalau ibu hamil diurut di bagian perut bisa berisiko plasenta lepas. Sayangnya soal ini banyak yang nggak tahu," kata dr Philip.

Untuk gejala abruptio placenta yakni perdarahan, kadang banyak, berupa flek, atau bahkan nggak keluar darah. Pada gejala perdarahan perlu dibedakan juga apakah itu akibat abruptio placenta atau placenta previa. Pada placenta previa, plasenta menutupi jalan lahir dan perdarahan yang terjadi umurnya nggak disertai nyeri. Kalau abruptio placenta disertai nyeri. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi