parenting

Curhat Ibu Soal Sibling Rivalry yang Dianggap Sudah Tak Wajar

Asri Ediyati Senin, 02 Apr 2018 09:06 WIB
Curhat Ibu Soal Sibling Rivalry yang Dianggap Sudah Tak Wajar
London, Inggris - Wajar jika seorang kakak cemburu pada adik dan sebaliknya. Menurut psikolog, sibling rivalry itu secara alami muncul di antara saudara kandung. Namun, sebagai orang tua tentu kita harus menjadi penengah dan selalu memberi pengertian bagi kakak atau adik yang sedang saling cemburu. Nah, ada cerita seorang ibu yang bingung banget dengan apa yang terjadi pada kedua anaknya.

Awalnya dia menganggap sibling rivalry anak-anaknya biasa terjadi dan wajar, sampai akhirnya ada kecelakaan di rumahnya. Lantas, si ibu curhat di sebuah forum parenting, Mumsnet. Ia menceritakan bahwa anaknya mengalami sibling rivalry, namun apakah kejadian yang dialami anaknya itu disebut normal atau nggak, ia masih bingung.

Sebagian besar netizen nggak percaya dengan apa yang terjadi pada anak ibu ini, terutama karena tahu anaknya yang pertama berusia tujuh tahun dan adiknya lima tahun.


"Anakku (7) menikam adiknya (5) di kepala dengan garpu di meja makan. Aku tidak melihatnya, tapi kepalanya berdarah ketika aku datang ke dapur. Mereka bertarung seperti kucing dan anjing, lalu aku menyuruhnya untuk mengatakan maaf," tulis sang ibu dikutip dari The Sun.

Saat mengetahui kejadian ini setelah pulang ke rumah, suami si ibu merasa kalau apa yang dilakukan anak-anaknya mengerikan dan nggak normal. Tapi sang ibu ini pikir semua saudara berkelahi dan itu adalah wajar. Lalu, ia meminta tanggapan para orang tua lainnya.



Sibling rivalrySibling rivalry/ Foto: Thinkstock


Sang ibu jelas mencari beberapa orang untuk meyakinkannya, sayangnya bukan itu yang dia dapatkan. Sebaliknya orang-orang malah kaget pada ceritanya dan menganggap yang dilakukan si kakak jauh dari normal.

"Saya pikir itu melampaui batas kewajaran dalam sibling rivalry. Usia tujuh tahun dia mungkin seharusnya tahu lebih baik," tulis salah satu orang tua.

Banyak yang bilang kalau anak mereka sering berdebat bahkan berkelahi namun nggak pernah melukai satu sama lain apalagi salah satu pihak sampai jadi korban.

Ada yang menyarankan bahwa anak itu harus menerima hukuman yang lebih keras daripada hanya harus meminta maaf. Seperti dikirim ke kamarnya atau nggak dipinjamkan gadget karena menganggap hal yang si kakak lakukan benar-benar nggak normal.

"Anak saya sudah berusia tiga dan lima tahun dan mereka bertengkar tetapi tidak seperti itu. Mereka berdebat tapi masalah kakak menikam adiknya itu tidak normal sama sekali," tulis ibu lainnya.

Psikolog anak di Quirky Clinic Kid, Dr Kimberley O'Brien bilang memang wajar saat kakak dan adik berantem. Tapi, orang tua juga perlu peka pada keadaan yang menunjukkan berantemnya kakak dan adik udah mulai nggak sehat nih. Apa aja ciri-cirinya?

"Ketika dinamika keluarga terasa berubah dan negatif, berarti perkelahian yang terjadi di antara kakak dan adik perlu dibicarakan di pertemuan keluarga. Walaupun, konflik di antara saudara sebenarnya perilaku normal," kata Kimberley, dikutip dari Essential Kids.

Sementara itu, psikolog anak dan remaja dari RaQQi Human Development and Learning Centre, Ratih Zulhaqqi bilang sibling rivalry memang normal, bahkan sampai si kakak dan adik besar. Tapi, perlu menjadi perhatian ketika konflik yang terjadi berlangsung dalam waktu lama.

Kalau kayak gini, Bun, kata Ratih kita perlu ngajak anak duduk bareng dan menanyakan sebenarnya apa sih yang mereka rasakan sampai kesal banget sama si kakak atau adik. Jadi, orang tua menggali lebih dalam lagi apa yang dirasakan anak dan ke depannya, bisa dibuat perubahan dalam memperlakukan anak.


(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi